Devianti Lego, A.Astinah Adnah, Hardianti Hardianti, Muhammad Rais Rahmat Razak, Sandi Lubis
{"title":"Analisis Strategi Pemerintah Desa Leppangeng Terhadap Partisipasi Masyarakat dalam Gotong Royong","authors":"Devianti Lego, A.Astinah Adnah, Hardianti Hardianti, Muhammad Rais Rahmat Razak, Sandi Lubis","doi":"10.33506/jn.v11i1.4314","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemerintah Desa Leppangeng dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan gotong royong, yang mengalami penurunan akibat pekerjaan, kesibukan pribadi, tingkat pendidikan, dan berkembangnya budaya individualisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, serta analisis data menggunakan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan pemerintah meliputi sosialisasi rutin, musyawarah dengan masyarakat, pengarahan, serta pembentukan kelompok-kelompok masyarakat seperti kelompok pertanian dan pemberdayaan kesejahteraan keluarga. Meskipun terdapat peningkatan partisipasi, keterlibatan masyarakat cenderung bersifat sementara dan belum merata. Beberapa faktor penghambat yang ditemukan mencakup kesibukan pekerjaan, tingkat pendidikan yang rendah, perbedaan peran berdasarkan gender, serta pemahaman yang terbatas tentang manfaat gotong royong dalam jangka panjang. Pemerintah telah berupaya melakukan evaluasi dan edukasi untuk menyadarkan masyarakat, namun konsistensi partisipasi masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, diperlukan strategi lanjutan berupa penguatan komunikasi, pelibatan masyarakat sejak tahap perencanaan, pemberian insentif, serta penanaman nilai-nilai gotong royong sebagai bagian dari identitas sosial. Dengan strategi yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan, diharapkan semangat gotong royong dapat kembali tumbuh sebagai pilar utama dalam pembangunan desa yang inklusif dan partisipatif.","PeriodicalId":445272,"journal":{"name":"Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial","volume":"11 1","pages":"157-171"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2025-05-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"https://ejournal.um-sorong.ac.id/index.php/jn/article/download/4314/2241","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial","FirstCategoryId":"0","ListUrlMain":"https://doi.org/10.33506/jn.v11i1.4314","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemerintah Desa Leppangeng dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan gotong royong, yang mengalami penurunan akibat pekerjaan, kesibukan pribadi, tingkat pendidikan, dan berkembangnya budaya individualisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, serta analisis data menggunakan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan pemerintah meliputi sosialisasi rutin, musyawarah dengan masyarakat, pengarahan, serta pembentukan kelompok-kelompok masyarakat seperti kelompok pertanian dan pemberdayaan kesejahteraan keluarga. Meskipun terdapat peningkatan partisipasi, keterlibatan masyarakat cenderung bersifat sementara dan belum merata. Beberapa faktor penghambat yang ditemukan mencakup kesibukan pekerjaan, tingkat pendidikan yang rendah, perbedaan peran berdasarkan gender, serta pemahaman yang terbatas tentang manfaat gotong royong dalam jangka panjang. Pemerintah telah berupaya melakukan evaluasi dan edukasi untuk menyadarkan masyarakat, namun konsistensi partisipasi masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, diperlukan strategi lanjutan berupa penguatan komunikasi, pelibatan masyarakat sejak tahap perencanaan, pemberian insentif, serta penanaman nilai-nilai gotong royong sebagai bagian dari identitas sosial. Dengan strategi yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan, diharapkan semangat gotong royong dapat kembali tumbuh sebagai pilar utama dalam pembangunan desa yang inklusif dan partisipatif.