{"title":"MEMAHAMI DISABILITAS DARI PERSPEKTIF TEOLOGIS","authors":"Henokh Adijaya, D. Tamera","doi":"10.55962/aluciodei.v8i1.131","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penyandang disabilitas sering mengalami stigmatisasi dan diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini membahas pandangan masyarakat terhadap disabilitas dari perspektif sosial, hukum, dan teologis. Pemahaman negatif muncul dari konsep normalitas yang memengaruhi pandangan terhadap individu penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan antara aspirasi teoritis dan implementasi praktis hak-hak penyandang disabilitas. Metode kualitatif digunakan dengan analisis literatur. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat cenderung melihat penyandang disabilitas sebagai subordinate tanpa hak setara. Perubahan istilah dari \"kecacatan\" hingga \"penyandang disabilitas\" mencerminkan evolusi pandangan masyarakat. Pemerintah telah mengambil langkah signifikan dalam mengesahkan undang-undang untuk aksesibilitas penyandang disabilitas. Gereja memiliki tanggung jawab untuk melayani penyandang disabilitas sebagai bagian dari ciptaan Tuhan. Teologi mengajarkan bahwa Allah adalah Maha Sempurna, Maha Hadir, dan Maha Kuasa, dan keberadaan disabilitas adalah bagian dari rencana-Nya. Dengan pemahaman ini, diharapkan masyarakat akan menghormati hak-hak penyandang disabilitas dan melihat mereka sebagai individu berharga dalam masyarakat.","PeriodicalId":103902,"journal":{"name":"Alucio Dei","volume":"19 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2024-01-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Alucio Dei","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.55962/aluciodei.v8i1.131","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Penyandang disabilitas sering mengalami stigmatisasi dan diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini membahas pandangan masyarakat terhadap disabilitas dari perspektif sosial, hukum, dan teologis. Pemahaman negatif muncul dari konsep normalitas yang memengaruhi pandangan terhadap individu penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan antara aspirasi teoritis dan implementasi praktis hak-hak penyandang disabilitas. Metode kualitatif digunakan dengan analisis literatur. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat cenderung melihat penyandang disabilitas sebagai subordinate tanpa hak setara. Perubahan istilah dari "kecacatan" hingga "penyandang disabilitas" mencerminkan evolusi pandangan masyarakat. Pemerintah telah mengambil langkah signifikan dalam mengesahkan undang-undang untuk aksesibilitas penyandang disabilitas. Gereja memiliki tanggung jawab untuk melayani penyandang disabilitas sebagai bagian dari ciptaan Tuhan. Teologi mengajarkan bahwa Allah adalah Maha Sempurna, Maha Hadir, dan Maha Kuasa, dan keberadaan disabilitas adalah bagian dari rencana-Nya. Dengan pemahaman ini, diharapkan masyarakat akan menghormati hak-hak penyandang disabilitas dan melihat mereka sebagai individu berharga dalam masyarakat.