Paradigma Misi dalam Konteks Kemajemukan Agama: Analisis Matius 5:13-16 sebagai Teks Misi

Sensius Amon Karlau
{"title":"Paradigma Misi dalam Konteks Kemajemukan Agama: Analisis Matius 5:13-16 sebagai Teks Misi","authors":"Sensius Amon Karlau","doi":"10.30648/dun.v8i2.1053","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstract. The former mission paradigm often displays an arrogant, triumphalistic and imperialist face. Such missions often trigger disharmony in a society characterized by religious pluralism. Therefore, this paper intended to propose a new paradigm in missions by starting from the text Matthew 5:13-16 as a mission text, and not from the text Matthew 28:18-20 which is usually used as a paradigmatic text in missions. The method used in this study was context and literary analysis of Matthew 5:13-16. The result is that the mission should aim public glory for God, and not for the main aim of increasing the number of the religion adherent, through living production that is able to salt and light the public space.Abstrak. Paradigma misi lama seringkali menampilkan wajah yang arogan, triumfalistik, dan imperialis. Misi yang demikian sering kali memantik ketidakharmonisan dalam masyarakat dengan ciri kemajemukan agama. Oleh karena itu, tulisan ini bermaksud untuk mengusulkan paradigma baru dalam misi dengan berangkat dari teks Matius 5:13-16 sebagai teks misi, dan bukan dari teks Matius 28:18-20 yang biasanya dijadikan sebagai teks paradigmatik dalam misi. Metode yang digunakan dalam kanjian ini adalah analisis konteks dan literer Matius 5:13-16. Hasilnya, bahwa misi sudah seharusnya bertujuan untuk menghasilkan kemuliaan bagi Allah, dan bukan untuk tujuan utama menambah jumlah pengikut, melalui karya hidup yang mampu menggarami dan menerangi ruang publik.","PeriodicalId":507416,"journal":{"name":"DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani","volume":"45 22","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2024-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.30648/dun.v8i2.1053","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Abstract. The former mission paradigm often displays an arrogant, triumphalistic and imperialist face. Such missions often trigger disharmony in a society characterized by religious pluralism. Therefore, this paper intended to propose a new paradigm in missions by starting from the text Matthew 5:13-16 as a mission text, and not from the text Matthew 28:18-20 which is usually used as a paradigmatic text in missions. The method used in this study was context and literary analysis of Matthew 5:13-16. The result is that the mission should aim public glory for God, and not for the main aim of increasing the number of the religion adherent, through living production that is able to salt and light the public space.Abstrak. Paradigma misi lama seringkali menampilkan wajah yang arogan, triumfalistik, dan imperialis. Misi yang demikian sering kali memantik ketidakharmonisan dalam masyarakat dengan ciri kemajemukan agama. Oleh karena itu, tulisan ini bermaksud untuk mengusulkan paradigma baru dalam misi dengan berangkat dari teks Matius 5:13-16 sebagai teks misi, dan bukan dari teks Matius 28:18-20 yang biasanya dijadikan sebagai teks paradigmatik dalam misi. Metode yang digunakan dalam kanjian ini adalah analisis konteks dan literer Matius 5:13-16. Hasilnya, bahwa misi sudah seharusnya bertujuan untuk menghasilkan kemuliaan bagi Allah, dan bukan untuk tujuan utama menambah jumlah pengikut, melalui karya hidup yang mampu menggarami dan menerangi ruang publik.
宗教多元化背景下的传教范式:分析作为传教文本的《马太福音》5:13-16
摘要以前的传教范式往往表现出傲慢、胜利主义和帝国主义的面孔。在宗教多元化的社会中,这种宣教往往会引发不和谐。因此,本文意在提出一种新的宣教范式,即从《马太福音》5:13-16 这一宣教文本出发,而不是从《马太福音》28:18-20 这一通常被用作宣教范式的文本出发。本研究采用的方法是对马太福音 5:13-16 进行上下文和文学分析。研究结果表明,宣教的目的应该是为上帝赢得公众的荣耀,而不是以增加宗教信徒的数量为主要目的,通过能够在公共空间撒盐和点灯的生活生产。旧的传教范式往往表现出傲慢、胜利主义和帝国主义的面孔。在宗教多元化的社会中,这种使命往往会引发不和谐。因此,本文意在提出一种新的宣教范式,即从作为宣教文本的《马太福音》第 5 章第 13-16 节出发,而不是从通常作为宣教范式的《马太福音》第 28 章第 18-20 节出发。本文采用的方法是对马太福音 5:13-16 进行上下文和文学分析。其结果是,宣教的目的应该是为上帝创造荣耀,而不是以增加信徒数量为主要目的,通过能够盐化和照亮公共空间的生命作品。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书