FAKTOR DETERMINAN KEHILANGAN STATUS KLERIKAL SEORANG IMAM DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL

Donatus Wea, Paulus Setyo Istandar Tan
{"title":"FAKTOR DETERMINAN KEHILANGAN STATUS KLERIKAL SEORANG IMAM DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL","authors":"Donatus Wea, Paulus Setyo Istandar Tan","doi":"10.60011/jumpa.v11i2.139","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam dan menemukan bukti perihal faktor-faktor determinan yang menjadi penyebab kehilangan status klerikal seorang imam, selain yang diatur dalam Kitab Hukum Kanonik 1983, dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan sosialnya. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam yang dilakukan secara online terhadap 7 informan (para mantan imam), yang tersebar di beberapa keuskupan di Indonensia. Hasil pengolahan data, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, menunjukkan bahwa ada lima faktor yang menjadi penyebab utama seseorang meninggalkan status luhurnya sebagai imam, yakni pelanggaran terhadap ketiga nasehat injil, persoalan kejujuran dan keterbukaan, kekeringan dan kelesuan rohani, masalah motivasi dan waktu yang amat kurang untuk berefleksi. Ada dampak yang menjadi pelengkap penyerta terhadap keputusan para mantan imam, yang ditemukan dalam penelitian ini, yakni dampak sosial, psikologis, rohani dan ekonomi. Siap atau tidak siap para mantan imam harus menerima dampak ini, karena merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan keputusan yang telah mereka ambil, entah secara bebas maupun karena keterpaksaan. Hasil penelitian ini menyadarkan kita bahwa status klerikal yang diperoleh seorang imam melalui tahbisan suci adalah suatu anugerah istimewa dan cuma-cuma dari Allah dan harus dirawat secara baik walaupun tidaklah mudah. Tuhan menjadi jawaban dan kekuatan akhir dalam perjuangan seorang imam untuk mempertahankan status luhurnya sebagai klerus seumur hidup.","PeriodicalId":477552,"journal":{"name":"Jurnal Masalah Pastoral","volume":"45 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-10-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Masalah Pastoral","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.60011/jumpa.v11i2.139","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam dan menemukan bukti perihal faktor-faktor determinan yang menjadi penyebab kehilangan status klerikal seorang imam, selain yang diatur dalam Kitab Hukum Kanonik 1983, dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan sosialnya. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam yang dilakukan secara online terhadap 7 informan (para mantan imam), yang tersebar di beberapa keuskupan di Indonensia. Hasil pengolahan data, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, menunjukkan bahwa ada lima faktor yang menjadi penyebab utama seseorang meninggalkan status luhurnya sebagai imam, yakni pelanggaran terhadap ketiga nasehat injil, persoalan kejujuran dan keterbukaan, kekeringan dan kelesuan rohani, masalah motivasi dan waktu yang amat kurang untuk berefleksi. Ada dampak yang menjadi pelengkap penyerta terhadap keputusan para mantan imam, yang ditemukan dalam penelitian ini, yakni dampak sosial, psikologis, rohani dan ekonomi. Siap atau tidak siap para mantan imam harus menerima dampak ini, karena merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan keputusan yang telah mereka ambil, entah secara bebas maupun karena keterpaksaan. Hasil penelitian ini menyadarkan kita bahwa status klerikal yang diperoleh seorang imam melalui tahbisan suci adalah suatu anugerah istimewa dan cuma-cuma dari Allah dan harus dirawat secara baik walaupun tidaklah mudah. Tuhan menjadi jawaban dan kekuatan akhir dalam perjuangan seorang imam untuk mempertahankan status luhurnya sebagai klerus seumur hidup.
决定剥夺牧师的神职地位及其对社会生活的影响
这项研究的目的是仔细研究和寻找证据,证明除了1983年《规范法》中规定的牧师失去神职地位的因素外,还发现了确定因素对他的社会生活有何影响。主要数据是通过对7名线人(前牧师)的在线访谈获得的,这些线人分布在印尼的几个教区。通过描述性定性的方法,数据处理表明,一个人放弃祭司身份的主要原因有五个,那就是违背三个福音的忠告,诚实和开放的问题,干旱和精神上的冷漠,动机问题和时间严重缺乏反思。在这项研究中,即社会、心理、精神和经济影响等研究对前牧师的决定产生了深远的影响。前牧师是否准备好接受这种影响,因为这是他们自愿或被迫做出的决定不可分割的一部分。通过这项研究,我们认识到,牧师通过神圣的法令获得的圣职地位是一种特殊的、自由的礼物,必须得到适当的照顾,尽管这并不容易。在一个牧师为捍卫他的终身神职地位而斗争的斗争中,上帝是答案和最终的力量。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书