{"title":"Sistem Pendataan Sensus Penduduk Berbasis Digital Signature Studi Kasus: Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Utara","authors":"Nurmala Hayati, Salahuddin Salahuddin, Musta’inul Abdi","doi":"10.30811/jaise.v3i2.4589","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Sistem informasi memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan operasional Badan Pusat Statistik (BPS), terutama dalam pengumpulan data untuk sensus dan survei. Unit kerja BPS, memiliki tantangan dalam mengumpulkan data yang representatif dan dapat dipertanggungjawabkan di wilayah yang luas dan padat penduduknya. Saat ini, BPS Kabupaten Aceh Utara masih menggunakan metode Paper and Pencil Interview (PAPI) yang kurang efektif dalam hal jumlah sampel yang cukup besar dan kontrol manajemen kualitas data. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, BPS Kabupaten Aceh Utara membuat sistem yang dapat memvalidasi data pencacahan sensus penduduk dengan menggunakan digital signature. Digital signature atau tanda tangan digital adalah skema matematis yang digunakan untuk membuktikan keaslian pesan atau dokumen digital. Dalam pembuatan sistem pendataan tersebut digunakan algoritma DSA (Digital Signature Algorithm). DSA digunakan dalam aplikasi ini karena memenuhi DSS (Digital Signature Standard), yang telah diuji oleh NIST (National Institute of Standards and Technology) dan terbukti memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Proses pembuatan tanda tangan digital diawali dengan pembuatan kunci publik dan kunci privat. Kunci publik akan digunakan untuk memverifikasi tanda tangan. Pada proses perhitungan nilai hash akan dihasilkan message diggest, yang akan digunakan dalam pembuatan tanda tangan. Proses penandatanganan menghasilkan sepasang tanda tangan (r,s). Pada proses verifikasi, akan mengecek apakah tanda tangan tersebut cocok atau tidak dengan menggunakan kunci publik dan menghitung nilai hash dokumen yang diterima. Adapun hasil akhir yang diperoleh adalah digital signature. Dari sebanyak 23 data yang sudah diuji dinyatakan sukses dan memperoleh hasil digital signature.Kata kunci— Sensus, Penduduk, Digital Signature, Pendataan.AbstactInformation systems have an important role in supporting the operational activities of the Central Bureau of Statistics (BPS), especially in collecting data for censuses and surveys. BPS work units have challenges in collecting representative and accountable data in a large and densely populated area. Currently, BPS Kabupaten Aceh Utara still uses the Paper and Pencil Interview (PAPI) method which is less effective in terms of a large enough sample size and data quality management control. To overcome these problems, BPS Kabupaten Aceh Utara created a system that can validate population census enumeration data using digital signature. Digital signature is a mathematical scheme used to prove the authenticity of a digital message or document. In making the data collection system, the DSA (Digital Signature Algorithm) algorithm is used. DSA is used in this application because it meets the DSS (Digital Signature Standard), which has been tested by NIST (National Institute of Standards and Technology) and proven to have a high level of security. The process of creating a digital signature begins with the creation of a public key and a private key. The public key will be used to verify the signature. In the hash value calculation process, a message diggest will be generated, which will be used in signature generation. The signing process produces a pair of signatures (r,s). In the verification process, it will check whether the signature matches or not by using the public key and calculating the hash value of the received document. The final result obtained is a digital signature. Of the 23 data that has been tested, it was declared successful and obtained a digital signature result.Keywords— Census, Population, Digital Signature, Data Collection.","PeriodicalId":474401,"journal":{"name":"Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering (J-AISE)","volume":"239 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-10-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering (J-AISE)","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.30811/jaise.v3i2.4589","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Sistem informasi memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan operasional Badan Pusat Statistik (BPS), terutama dalam pengumpulan data untuk sensus dan survei. Unit kerja BPS, memiliki tantangan dalam mengumpulkan data yang representatif dan dapat dipertanggungjawabkan di wilayah yang luas dan padat penduduknya. Saat ini, BPS Kabupaten Aceh Utara masih menggunakan metode Paper and Pencil Interview (PAPI) yang kurang efektif dalam hal jumlah sampel yang cukup besar dan kontrol manajemen kualitas data. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, BPS Kabupaten Aceh Utara membuat sistem yang dapat memvalidasi data pencacahan sensus penduduk dengan menggunakan digital signature. Digital signature atau tanda tangan digital adalah skema matematis yang digunakan untuk membuktikan keaslian pesan atau dokumen digital. Dalam pembuatan sistem pendataan tersebut digunakan algoritma DSA (Digital Signature Algorithm). DSA digunakan dalam aplikasi ini karena memenuhi DSS (Digital Signature Standard), yang telah diuji oleh NIST (National Institute of Standards and Technology) dan terbukti memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Proses pembuatan tanda tangan digital diawali dengan pembuatan kunci publik dan kunci privat. Kunci publik akan digunakan untuk memverifikasi tanda tangan. Pada proses perhitungan nilai hash akan dihasilkan message diggest, yang akan digunakan dalam pembuatan tanda tangan. Proses penandatanganan menghasilkan sepasang tanda tangan (r,s). Pada proses verifikasi, akan mengecek apakah tanda tangan tersebut cocok atau tidak dengan menggunakan kunci publik dan menghitung nilai hash dokumen yang diterima. Adapun hasil akhir yang diperoleh adalah digital signature. Dari sebanyak 23 data yang sudah diuji dinyatakan sukses dan memperoleh hasil digital signature.Kata kunci— Sensus, Penduduk, Digital Signature, Pendataan.AbstactInformation systems have an important role in supporting the operational activities of the Central Bureau of Statistics (BPS), especially in collecting data for censuses and surveys. BPS work units have challenges in collecting representative and accountable data in a large and densely populated area. Currently, BPS Kabupaten Aceh Utara still uses the Paper and Pencil Interview (PAPI) method which is less effective in terms of a large enough sample size and data quality management control. To overcome these problems, BPS Kabupaten Aceh Utara created a system that can validate population census enumeration data using digital signature. Digital signature is a mathematical scheme used to prove the authenticity of a digital message or document. In making the data collection system, the DSA (Digital Signature Algorithm) algorithm is used. DSA is used in this application because it meets the DSS (Digital Signature Standard), which has been tested by NIST (National Institute of Standards and Technology) and proven to have a high level of security. The process of creating a digital signature begins with the creation of a public key and a private key. The public key will be used to verify the signature. In the hash value calculation process, a message diggest will be generated, which will be used in signature generation. The signing process produces a pair of signatures (r,s). In the verification process, it will check whether the signature matches or not by using the public key and calculating the hash value of the received document. The final result obtained is a digital signature. Of the 23 data that has been tested, it was declared successful and obtained a digital signature result.Keywords— Census, Population, Digital Signature, Data Collection.
信息系统在支持统计中心(BPS)的操作活动方面发挥着重要作用,特别是在进行人口普查和调查的数据收集方面。BPS的工作单位,在广大人口稠密的地区,对收集代表和负责任的数据提出了挑战。目前,BPS north county BPS仍在使用一种不太有效的采访文件和Pencil方法,在样本数量大、数据质量控制控制方面。为了解决这一问题,BPS north county request建立了一种系统,可以使用数字签名验证人口普查数据。数字签名或数字签名是用来验证数字信息或文件的数学原理图。在创建保存系统时使用DSA算法(数字签名算法)。DSA之所以在此应用程序中使用,是因为它符合NIST(国家标准与技术研究所)测试的DSS(数字签名标准),证明其安全性很高。制作数字签名的过程从制造公共锁和私人钥匙开始。公共密钥将用于验证签名。在计算哈希值的过程中,将生成一个message diggest,用于签名。签名过程产生一对签名(r,s)。在验证过程中,将使用公共密钥和计算收到的文件的哈希值来验证签名是否匹配。最后得到的是数字签名。在多达23个测试数据中,这是成功的,并获得了数字签名结果。关键词——人口普查、人口、数字签名、记录。不稳定系统有一个重要的角色来支持中央统计局的行动,特别是收集censuses和调查数据。BPS工作单位在收集大量的数据时遭到挑战。目前,北冰洋的BPS摄取仍在使用大量的大小和质量管理数据的方法。为了解决这些问题,北亚齐县建立了一个系统,通过数字签名验证人口。数字签名是mathematical scheme用来证明数字信息或文件的可靠性。在生成收集数据系统时,DSA(数字签名算法)算法正在使用。DSA在这个应用中使用,因为它与DSS(数字签名标准)有关,NIST一直在测试,证明有更高级别的安全。创造数字签名的过程始于公共钥匙和私人钥匙的创造。公钥将用于验证签名。在混乱的预算中,一种注定会被用来签名一代的消息将会被重复。签名过程产生了两种签名。在验证过程中,它将通过使用公共钥匙来检查签名是否匹配,并计算受托文件的附加值。最后的订阅是数字签名。已经测试过的23个数据中,已经成功地获得了数字签名。底盘、人口、数字签名、数据收集。