Rancang Bangun Biodiversity Informatics dalam Analisa Sebaran Makhluk Hidup Berbasis Android dan GIS

Rizaldo Setiawan, Huzaeni Huzaeni, Muhammad Arhami
{"title":"Rancang Bangun Biodiversity Informatics dalam Analisa Sebaran Makhluk Hidup Berbasis Android dan GIS","authors":"Rizaldo Setiawan, Huzaeni Huzaeni, Muhammad Arhami","doi":"10.30811/jaise.v3i2.4590","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Indonesia, yang sering disebut sebagai \"mega biodiversity country,\" menjadi rumah bagi lebih dari 17.000 spesies tumbuhan dan satwa liar yang mencakup ribuan jenis burung, reptil, amfibia, dan ikan. Kawasan hutan Aceh yang luas mencakup beragam ekosistem, dari hutan hingga lautan. Namun, pengelolaan data ekologi di wilayah ini menjadi suatu tantangan kompleks. Untuk mengatasi tantangan ini, pendekatan bio-informatika digunakan untuk mengelola data ekologi yang kompleks sehingga dapat dipahami oleh masyarakat umum. penelitian ini menggabungkan data ekologi sebagai sumber informasi utama dan data spasial sebagai dasar pemetaan spesies. Data ini kemudian diolah untuk menghasilkan analisis dalam bentuk grafik dan laporan yang berguna bagi peneliti dalam menjaga stabilitas ekosistem. Pendekatan bio-informatika ini tidak hanya membantu dalam mengumpulkan dan mengelola data ekologi, tetapi juga meningkatkan pemahaman kita tentang keanekaragaman hayati yang luar biasa di Aceh.Penelitian ini memiliki dampak besar dalam menjaga keberlanjutan lingkungan Aceh, membantu dalam pelestarian spesies yang terancam punah, dan memberikan dukungan penting bagi penelitian dan pemantauan ekologi di wilayah ini. Hasilnya dapat menjadi landasan penting dalam menjaga ekosistem Aceh tetap stabil dan berfungsi sebagai sumber informasi yang berharga bagi para peneliti dan masyarakat umum.Kata kunci - Keakenaragaman hayati, Aceh, ­bio-informaticsAbstractIndonesia, often referred to as a \"mega biodiversity country,\" is home to more than 17,000 species of plants and wildlife, including thousands of birds, reptiles, amphibians and fish. Aceh's vast forested areas encompass a diverse range of ecosystems, from forests to oceans. However, managing ecological data in this region is a complex challenge. To overcome this challenge, bio-informatics approaches have been used to manage complex ecological data so that it can be understood by the general public. This research combines ecological data as the main source of information and spatial data as the basis for species mapping. This data is then processed to produce analysis in the form of graphs and reports that are useful for researchers in maintaining ecosystem stability. This bio-informatics approach not only helps in collecting and managing ecological data, but also enhances our understanding of Aceh's extraordinary biodiversity. This research has a major impact in maintaining Aceh's environmental sustainability, assisting in the preservation of endangered species, and providing important support for ecological research and monitoring in the region. The results can serve as an important foundation in keeping Aceh's ecosystems stable and serve as a valuable source of information for researchers and the general public.Keyword - Biodiversity, Aceh, ­bio-informatics","PeriodicalId":474401,"journal":{"name":"Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering (J-AISE)","volume":" 7","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-10-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering (J-AISE)","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.30811/jaise.v3i2.4590","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Indonesia, yang sering disebut sebagai "mega biodiversity country," menjadi rumah bagi lebih dari 17.000 spesies tumbuhan dan satwa liar yang mencakup ribuan jenis burung, reptil, amfibia, dan ikan. Kawasan hutan Aceh yang luas mencakup beragam ekosistem, dari hutan hingga lautan. Namun, pengelolaan data ekologi di wilayah ini menjadi suatu tantangan kompleks. Untuk mengatasi tantangan ini, pendekatan bio-informatika digunakan untuk mengelola data ekologi yang kompleks sehingga dapat dipahami oleh masyarakat umum. penelitian ini menggabungkan data ekologi sebagai sumber informasi utama dan data spasial sebagai dasar pemetaan spesies. Data ini kemudian diolah untuk menghasilkan analisis dalam bentuk grafik dan laporan yang berguna bagi peneliti dalam menjaga stabilitas ekosistem. Pendekatan bio-informatika ini tidak hanya membantu dalam mengumpulkan dan mengelola data ekologi, tetapi juga meningkatkan pemahaman kita tentang keanekaragaman hayati yang luar biasa di Aceh.Penelitian ini memiliki dampak besar dalam menjaga keberlanjutan lingkungan Aceh, membantu dalam pelestarian spesies yang terancam punah, dan memberikan dukungan penting bagi penelitian dan pemantauan ekologi di wilayah ini. Hasilnya dapat menjadi landasan penting dalam menjaga ekosistem Aceh tetap stabil dan berfungsi sebagai sumber informasi yang berharga bagi para peneliti dan masyarakat umum.Kata kunci - Keakenaragaman hayati, Aceh, ­bio-informaticsAbstractIndonesia, often referred to as a "mega biodiversity country," is home to more than 17,000 species of plants and wildlife, including thousands of birds, reptiles, amphibians and fish. Aceh's vast forested areas encompass a diverse range of ecosystems, from forests to oceans. However, managing ecological data in this region is a complex challenge. To overcome this challenge, bio-informatics approaches have been used to manage complex ecological data so that it can be understood by the general public. This research combines ecological data as the main source of information and spatial data as the basis for species mapping. This data is then processed to produce analysis in the form of graphs and reports that are useful for researchers in maintaining ecosystem stability. This bio-informatics approach not only helps in collecting and managing ecological data, but also enhances our understanding of Aceh's extraordinary biodiversity. This research has a major impact in maintaining Aceh's environmental sustainability, assisting in the preservation of endangered species, and providing important support for ecological research and monitoring in the region. The results can serve as an important foundation in keeping Aceh's ecosystems stable and serve as a valuable source of information for researchers and the general public.Keyword - Biodiversity, Aceh, ­bio-informatics
基于安卓和地理信息系统的生物多样性信息学分析设计
印度尼西亚,通常被称为“巨大的生物多样性国家”,是17000多种野生动植物的家园,其中包括数千种鸟类、爬行动物、两栖动物和鱼类。亚齐大片地区包括从森林到海洋的各种生态系统。然而,该地区的生态数据管理正成为一个复杂的挑战。为了应对这一挑战,生物信息学方法被用来管理复杂的生态数据,从而被普通大众理解。该研究将生态数据结合为主要信息来源和空间数据作为物种映射的基础。然后,这些数据被用来产生图形分析和对研究人员保持生态系统稳定有用的报告。这种生物信息方法不仅有助于收集和管理生态数据,而且增加了我们对亚齐非凡生物多样性的理解。该研究对维持亚齐环境的连续性、帮助保护濒危物种、为该地区的研究和生态监测提供了重要支持。其结果可能是保持亚齐生态系统稳定和为研究人员和公众提供宝贵信息的重要基础。生物多样性的关键字,亚齐,生物资源共享,经常被引用为“巨大的生物多样性国家”,包括成千上万的鸟类、爬行动物、两栖动物和鱼类。今天的大规模地形包括生态系统的分散,从森林到海洋。这个区域的生态数据管理是一个复杂的挑战。为了克服这个挑战,生物线人已经习惯了处理生态数据,这样它就可以被公众理解。这研究联合数据然后,这些数据将在书面形式中产生分析,并报告说,这些数据对保存生态系统稳定的研究很有用。这个生物线人提供的不仅仅是收集和管理生态数据的信息,它还包括我们对现代生物多样性的非凡理解。这项研究对今天的环境保护物种有重大影响,保护濒危物种,提供对该地区生态研究和监测的重要支持。顾问们可以为第二天的ecosystems作为宝贵的信息审查人员和一般公众服务。生物信息:生物信息,亚齐,生物信息
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书