Implementasi Terapi Psikoreligius Dzikir Terhadap Kemampuan Pasien Dalam Mengontrol Halusinasi Pendengaran

INDOGENIUS Pub Date : 2023-10-30 DOI:10.56359/igj.v2i3.305
Alda Nurani Asmara, Suhanda Suhanda, Andan Firmansyah
{"title":"Implementasi Terapi Psikoreligius Dzikir Terhadap Kemampuan Pasien Dalam Mengontrol Halusinasi Pendengaran","authors":"Alda Nurani Asmara, Suhanda Suhanda, Andan Firmansyah","doi":"10.56359/igj.v2i3.305","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Tujuan: Tujuan studi kasus ini mampu memberikan asuhan keperawatan pada Tn. D dengan menggunakan terapi dzikir psikoreligius untuk mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa
 Metode: metode dengan pendekatan proses asuhan keperawatan dengan desain deskriptif kualitatif yang meliputi asesmen, perumusan diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. yang dilakukan selama 3 hari di Ruang Tanjung BLUD RSU Kota Banjar. Penegakan diagnosa keperawatan mengacu pada SDKI, SIKI, SLKI dan evaluasi keperawatan didokumentasikan dengan metode SOAPIER. Peneliti melakukan tindakan intervensi terapi psikoreligius dzikir dengan populasi pasien halusinasi pendengaran yang memenuhi kriteria inklusi untuk penelitian adalah mereka yang telah. Penelitian ini menggunakan 1 pasien yang mengalami halusinasi pendengaran sebagai teknik pengambilan accidental sampling. Metode analisis menggunakan triangulasi dan transkrip wawancara.
 Hasil: Hasil studi kasus ini setelah diberikan intervensi terapi psikoreligius dzikir selama 3 hari dengan durasi 10-20 menit dalam sehari, setelah diberikan intervensi dilakukan masalah keperawatan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengara terhadap pasien teratasi ditandai dengan pasien sudah bisa mengendalikan halusinasi dengan cara berdzikir, frekuensi yang terjadi setelah melakukan dzikir, halusinasi berkurang dan pasien pasien tampak rileks.
 Kesimpulan: Setelah melakukan asuhan keperawatan di BLUD RSU Kota Banjar pada Tn. D di ruang Tanjung dengan diagnosa medis skizofrenia paranoid pada tanggal 29 Mei sampai 31 Mei 2023, maka penulis mengambil kesimpulan bahwa adanya pengaruh setelah diberikan intervensi terapi psikoreligius dzikir terbukti bermanfaat untuk mengontrol halusinasi pendengaran, manfaat terapi akan lebih maksimal apabila dilakukan secara berkala dan bertahap. Sehingga perawat dapat melakukan intervensi non farmakologi tersebut untuk mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa.","PeriodicalId":487677,"journal":{"name":"INDOGENIUS","volume":"115 3","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-10-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"INDOGENIUS","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.56359/igj.v2i3.305","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Tujuan: Tujuan studi kasus ini mampu memberikan asuhan keperawatan pada Tn. D dengan menggunakan terapi dzikir psikoreligius untuk mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa Metode: metode dengan pendekatan proses asuhan keperawatan dengan desain deskriptif kualitatif yang meliputi asesmen, perumusan diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. yang dilakukan selama 3 hari di Ruang Tanjung BLUD RSU Kota Banjar. Penegakan diagnosa keperawatan mengacu pada SDKI, SIKI, SLKI dan evaluasi keperawatan didokumentasikan dengan metode SOAPIER. Peneliti melakukan tindakan intervensi terapi psikoreligius dzikir dengan populasi pasien halusinasi pendengaran yang memenuhi kriteria inklusi untuk penelitian adalah mereka yang telah. Penelitian ini menggunakan 1 pasien yang mengalami halusinasi pendengaran sebagai teknik pengambilan accidental sampling. Metode analisis menggunakan triangulasi dan transkrip wawancara. Hasil: Hasil studi kasus ini setelah diberikan intervensi terapi psikoreligius dzikir selama 3 hari dengan durasi 10-20 menit dalam sehari, setelah diberikan intervensi dilakukan masalah keperawatan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengara terhadap pasien teratasi ditandai dengan pasien sudah bisa mengendalikan halusinasi dengan cara berdzikir, frekuensi yang terjadi setelah melakukan dzikir, halusinasi berkurang dan pasien pasien tampak rileks. Kesimpulan: Setelah melakukan asuhan keperawatan di BLUD RSU Kota Banjar pada Tn. D di ruang Tanjung dengan diagnosa medis skizofrenia paranoid pada tanggal 29 Mei sampai 31 Mei 2023, maka penulis mengambil kesimpulan bahwa adanya pengaruh setelah diberikan intervensi terapi psikoreligius dzikir terbukti bermanfaat untuk mengontrol halusinasi pendengaran, manfaat terapi akan lebih maksimal apabila dilakukan secara berkala dan bertahap. Sehingga perawat dapat melakukan intervensi non farmakologi tersebut untuk mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa.
精神科治疗Dzikir对病人控制听觉幻觉的能力的实施
目的:本案例研究的目的是通过使用精神错乱患者的dzikir疗法为D先生提供护理服务方法:采用采用描述定性设计的护理过程方法,包括评估、诊断、干预、执行和评估。在班贾尔市好望角布鲁德将军的房间里呆了三天。护理诊断的执行是指SDKI, SIKI, SLKI和护理评估记录在SOAPIER方法。研究人员对精神科医生dzikir进行了干预措施,其患者的听觉产生幻觉,符合该研究的纳入标准。该研究使用一名患有听觉幻觉的患者作为提取意外样本的技术。使用三角法和采访记录进行分析的方法。结果:这个案例研究的结果给予干预治疗psikoreligius假期后三天用时长、20分钟后一天之内,给予护理干预问题进行感官感知障碍:对病人解决以幻觉pendengara berdzikir方式已经可以控制幻觉做假期之后发生的频率,减少病人和病人看起来放松幻觉。& # x0D;结论:在做护理BLUD Banjar D先生在城市空间丹戎总医院医疗被诊断患有偏执型精神分裂症2023 5月5月29日至31日,作家就拿结论给予干预治疗后的影响psikoreligius假期证明有利于控制幻听,好处会更最多的时候做定期治疗和渐进的。这样护士就可以进行非药理学干预来控制精神病患者的听觉幻觉。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书