{"title":"Efektivitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai Daerah Resapan Air dan Penyimpanan Karbon di Kota Pontianak","authors":"Utin Mahdiyah, Aji Ali Akbar, Romiyanto Romiyanto","doi":"10.14710/jil.21.3.553-564","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penggunaan Lahan Kota Pontianak yang cendurung menjadi kawasan permukiman seiring dengan kemajuan perekonomian menyebabakan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi menurun. Kurangnya RTH pada kawasan perkotaan akan menimbulkan berbagai permasalahan seperti hilangnya resapan air dan kuranganya kawasan yang menyimpan karbon penyebab Gas Rumah Kaca (GRK). Upaya pencegahan berbagai permasalahan tersebut perlu dilakukan untuk keberlanjutan Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luasan maupun sebaran RTH yang tersedia di Kota Pontianak dan efektivitas RTH sebagai daerah resapan air serta menyimpan karbon sesuai dengan fungsi RTH. Metode penelitian ini memakai empat metode, yaitu metode yang pertama menggunakan thiessen polygon untuk memperoleh peta curah hujan. Metode kedua menggunakan overlay dan skoring untuk mengetahui potensi resapan air secara alami, potensi resapan air pada RTH, dan potensi resapan air secara aktual. Metode ketiga menghitung simpanan karbon pada RTH menggunakan total luasan potensi RTH, sedangkan metode keempat yang digunakan ialah analisis tetangga terdekat untuk mengetahui persebaran RTH. Hasil dari penelitian ini diperoleh luasan RTH Kota Pontianak seluas 5.714,82 Ha atau 48,29% dengan pola sebaran mengelompok. Efektivitas RTH sebagai resapan air dalam kondisi baik dan normal alami seluas 277,37 Ha atau 2,34% dari total luas Kota Pontianak, dan simpanan karbon di Kota Pontianak sebesar 5.034.877,83 Ton/Th atau 5.034,88 GG/Th. Adaptasi mitigasi perubahan iklim perlu dilakukan untuk mencegah meningkatnya GRK di Kota Pontianak terutama pada kawasan permukiman dengan menerapkan sistem zore run off dan mempertahankan kawasan hortikultura","PeriodicalId":53112,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Lingkungan","volume":"268 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-04-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Ilmu Lingkungan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.14710/jil.21.3.553-564","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Penggunaan Lahan Kota Pontianak yang cendurung menjadi kawasan permukiman seiring dengan kemajuan perekonomian menyebabakan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi menurun. Kurangnya RTH pada kawasan perkotaan akan menimbulkan berbagai permasalahan seperti hilangnya resapan air dan kuranganya kawasan yang menyimpan karbon penyebab Gas Rumah Kaca (GRK). Upaya pencegahan berbagai permasalahan tersebut perlu dilakukan untuk keberlanjutan Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luasan maupun sebaran RTH yang tersedia di Kota Pontianak dan efektivitas RTH sebagai daerah resapan air serta menyimpan karbon sesuai dengan fungsi RTH. Metode penelitian ini memakai empat metode, yaitu metode yang pertama menggunakan thiessen polygon untuk memperoleh peta curah hujan. Metode kedua menggunakan overlay dan skoring untuk mengetahui potensi resapan air secara alami, potensi resapan air pada RTH, dan potensi resapan air secara aktual. Metode ketiga menghitung simpanan karbon pada RTH menggunakan total luasan potensi RTH, sedangkan metode keempat yang digunakan ialah analisis tetangga terdekat untuk mengetahui persebaran RTH. Hasil dari penelitian ini diperoleh luasan RTH Kota Pontianak seluas 5.714,82 Ha atau 48,29% dengan pola sebaran mengelompok. Efektivitas RTH sebagai resapan air dalam kondisi baik dan normal alami seluas 277,37 Ha atau 2,34% dari total luas Kota Pontianak, dan simpanan karbon di Kota Pontianak sebesar 5.034.877,83 Ton/Th atau 5.034,88 GG/Th. Adaptasi mitigasi perubahan iklim perlu dilakukan untuk mencegah meningkatnya GRK di Kota Pontianak terutama pada kawasan permukiman dengan menerapkan sistem zore run off dan mempertahankan kawasan hortikultura