Performance Test Of Teta22® Small-Scale Coconut Husk Processing Equipment

Telinus Yigibalom, Dedie Tooy, MS, PhD, Leo Kalesaran
{"title":"Performance Test Of Teta22® Small-Scale Coconut Husk Processing Equipment","authors":"Telinus Yigibalom, Dedie Tooy, MS, PhD, Leo Kalesaran","doi":"10.35791/jat.v3i2.45345","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Efforts to maximize the utilization of coconut derivative products are still being carried out in coconut production centers. North Sulawesi as one of the highest coconut-producing regions in Indonesia is still trying to increase the value of existing coconut products. One of the problems faced in increasing the value of coconuts is the decreasing number of workers who climb and peel coconuts. Coconut coir as a very significant part of the amount in one fruit still needs attention so that its value can be increased. Coconut coir has the potential to be utilized but requires processing equipment, which can decompose coconut coir into fiber (coco fiber) and dust (cocopeat). The problem is that decomposers are relatively difficult to obtain in this area, and if they are available, they have to be imported from other islands and they are expensive. For this reason, this research was made, namely to make and test the performance of coconut coir processing equipment. The research method was carried out experimentally, and the data obtained were analyzed descriptively. Experiments were carried out using the engine rotation speed: 500 rpm, 600 rpm, and 700 rpm. The raw material for coconut fiber used was 10 kg with three repetitions. From the results of the study, it was found that the best results were at a speed of 500 rpm which was able to produce the highest yield of 90.9 percent of total cocopeat and coco fiber, while at speeds above 500 rpm, namely 600 rpm and 700 rpm, the higher the coir material that became granules dust. The highest decomposition yield of coir into coco fiber was at 500 rpm, namely 95.68 kg/hour or as much as 765.44 kg/day (note: 1 day = 8 hours). To increase comfort, further research can be directed at ergonomic testing to increase the comfort and safety of using the tool. Keywords: Coconut husk, cocopeat, coco fiber, performance test, decomposition machine. Abstrak Upaya pemanfaatan maksimal dari produk turunan kelapa masih terus dilakukan di daerah sentra produksi kelapa. Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah penghasil kelapa tertinggi di Indonesia masih terus berupaya untuk meningkatkan nilai dari produk kelapa yang sudah ada. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam peningkatan nilai kelapa adalah semakin berkurangnya tenaga kerja yang pemanjat dan pengupas kelapa. Sabut kelapa sebagai bagian yang sangat signifikan jumlahnya dalam satu buah, masih perlu perhatian untuk dapat ditingkatkan nilainya. Sabut kelapa berpotensi untuk dimanfaatkan akan tetapi perlu alat pengolah, yang dapat menguraikan sabut kelapa menjadi serat (cocofiber) dan debu (cocopeat). Permasalahannya adalah alat pengurai relatif sulit didapat di daerah ini, dan bila ada harus didatangkan dari pulau lain serta harganya mahal. Untuk itulah penelitian ini dibuat yaitu membuat dan menguji kinerja alat pengolahan sabut kelapa. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental, data yang didapatkan di lakukan analisis secara deskriptif. Percobaan dilakukan menggunakan kecepatan perputaran mesin: 500 rpm, 600 rpm, dan 700 rpm. Bahan baku sabut kelapa yang digunakan sebanyak 10 kg dengan tiga kali ulangan. Dari hasil penelitian didapati bahwa hasil terbaik, adalah pada kecepatan 500 rpm yang mampu menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 90,9 persen total cocopeat dan cocofiber, sedangkan pada kecepatan di atas 500 rpm, yakni 600 rpm dan 700 rpm, semakin tinggi bahan sabut yang menjadi butiran debu. Hasil penguraian tertinggi sabut menjadi serat sabut kelapa pada kecepatan 500 rpm, yaitu 95,68 kg/jam atau sebanyak 765,44 kg/hari (catatan:1 hari= 8 jam). Untuk meningkatkan kenyamanan, penelitian lebih lanjut dapat di arahkan pada pengujian ergonomis untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penggunaan alat. Kata Kunci: Sabut kelapa, cocopeat, cocofiber, uji kinerja, mesin pengurai","PeriodicalId":408479,"journal":{"name":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","volume":"47 4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-01-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.35791/jat.v3i2.45345","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

Efforts to maximize the utilization of coconut derivative products are still being carried out in coconut production centers. North Sulawesi as one of the highest coconut-producing regions in Indonesia is still trying to increase the value of existing coconut products. One of the problems faced in increasing the value of coconuts is the decreasing number of workers who climb and peel coconuts. Coconut coir as a very significant part of the amount in one fruit still needs attention so that its value can be increased. Coconut coir has the potential to be utilized but requires processing equipment, which can decompose coconut coir into fiber (coco fiber) and dust (cocopeat). The problem is that decomposers are relatively difficult to obtain in this area, and if they are available, they have to be imported from other islands and they are expensive. For this reason, this research was made, namely to make and test the performance of coconut coir processing equipment. The research method was carried out experimentally, and the data obtained were analyzed descriptively. Experiments were carried out using the engine rotation speed: 500 rpm, 600 rpm, and 700 rpm. The raw material for coconut fiber used was 10 kg with three repetitions. From the results of the study, it was found that the best results were at a speed of 500 rpm which was able to produce the highest yield of 90.9 percent of total cocopeat and coco fiber, while at speeds above 500 rpm, namely 600 rpm and 700 rpm, the higher the coir material that became granules dust. The highest decomposition yield of coir into coco fiber was at 500 rpm, namely 95.68 kg/hour or as much as 765.44 kg/day (note: 1 day = 8 hours). To increase comfort, further research can be directed at ergonomic testing to increase the comfort and safety of using the tool. Keywords: Coconut husk, cocopeat, coco fiber, performance test, decomposition machine. Abstrak Upaya pemanfaatan maksimal dari produk turunan kelapa masih terus dilakukan di daerah sentra produksi kelapa. Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah penghasil kelapa tertinggi di Indonesia masih terus berupaya untuk meningkatkan nilai dari produk kelapa yang sudah ada. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam peningkatan nilai kelapa adalah semakin berkurangnya tenaga kerja yang pemanjat dan pengupas kelapa. Sabut kelapa sebagai bagian yang sangat signifikan jumlahnya dalam satu buah, masih perlu perhatian untuk dapat ditingkatkan nilainya. Sabut kelapa berpotensi untuk dimanfaatkan akan tetapi perlu alat pengolah, yang dapat menguraikan sabut kelapa menjadi serat (cocofiber) dan debu (cocopeat). Permasalahannya adalah alat pengurai relatif sulit didapat di daerah ini, dan bila ada harus didatangkan dari pulau lain serta harganya mahal. Untuk itulah penelitian ini dibuat yaitu membuat dan menguji kinerja alat pengolahan sabut kelapa. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental, data yang didapatkan di lakukan analisis secara deskriptif. Percobaan dilakukan menggunakan kecepatan perputaran mesin: 500 rpm, 600 rpm, dan 700 rpm. Bahan baku sabut kelapa yang digunakan sebanyak 10 kg dengan tiga kali ulangan. Dari hasil penelitian didapati bahwa hasil terbaik, adalah pada kecepatan 500 rpm yang mampu menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 90,9 persen total cocopeat dan cocofiber, sedangkan pada kecepatan di atas 500 rpm, yakni 600 rpm dan 700 rpm, semakin tinggi bahan sabut yang menjadi butiran debu. Hasil penguraian tertinggi sabut menjadi serat sabut kelapa pada kecepatan 500 rpm, yaitu 95,68 kg/jam atau sebanyak 765,44 kg/hari (catatan:1 hari= 8 jam). Untuk meningkatkan kenyamanan, penelitian lebih lanjut dapat di arahkan pada pengujian ergonomis untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penggunaan alat. Kata Kunci: Sabut kelapa, cocopeat, cocofiber, uji kinerja, mesin pengurai
Teta22®小型椰壳加工设备性能测试
椰子生产中心仍在努力最大限度地利用椰子衍生产品。北苏拉威西是印度尼西亚椰子产量最高的地区之一,目前仍在努力提高现有椰子产品的价值。提高椰子价值所面临的一个问题是爬椰子和剥椰子的工人数量减少。椰子作为一种水果中非常重要的组成部分,仍然需要注意,以提高其价值。椰子纤维具有利用潜力,但需要加工设备,这些设备可以将椰子纤维分解成纤维(coco fiber)和粉尘(cocopeat)。问题是,在这个地区很难获得分解器,即使有,也必须从其他岛屿进口,而且价格昂贵。为此,进行了本课题的研究,即制作并测试椰壳加工设备的性能。对研究方法进行了实验验证,并对所得数据进行了描述性分析。实验采用发动机转速:500转/分、600转/分和700转/分。椰子纤维原料为10 kg,重复3次。从研究结果来看,最好的结果是在500转/分的速度下,能够产生最高的产量,占总椰子和可可纤维的90.9%,而在500转/分以上的速度下,即600转/分和700转/分,椰子材料成为颗粒粉尘的速度越高。椰胶分解成可可纤维的最高产率为500 rpm,即95.68 kg/h或高达765.44 kg/d(注:1天= 8小时)。为了提高舒适性,进一步的研究可以针对人体工程学测试,以提高使用工具的舒适性和安全性。关键词:椰壳,椰肉,椰纤维,性能测试,分解机【摘要】乌合之林、乌合之林、乌合之林、乌合之林、乌合之林、乌合之林、乌合之林。苏拉威西,乌拉威西,乌拉威西,乌拉威西,乌拉威西,乌拉威西,乌拉威西,乌拉威西,乌拉威西,乌拉威西,乌拉威西,乌拉威西,乌拉威西,乌拉威西,乌拉威西,乌拉威西,乌拉威西,乌拉威西Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam peningkatan nilai kelapa adalah semakin berkurangnya tenaga kerja yang pemanjat dan penguin kelapa。Sabut kelapa sebagai bagian yang sangat signfikan jumlahnya dalam satu buah, masih perlu perhate untuk dapat ditingkatkan nilainya。Sabut kelapa berpotensi untuk dimanfaatkan akan tetapi perlu alat pengolah, yang dapat menguraikan Sabut kelapa menjadi serat(椰子纤维)dan debu(椰子)。Permasalahannya adalah alat pengurai亲戚sulit didapat di daerah ini, dan bila ada harus didatangkan dari pulau lain serta harganya mahal。Untuk itulah penelitian ini dibutu成员dan menguji kinerja alat pengolahan sabut kelapa。方法penelitian diakakan secara实验,数据yang diakakan diakakan分析secara说明。Percobaan dilakukan menggunakan keepatan perputaran mesin: 500 rpm, 600 rpm,和700 rpm。巴汉baku sabut kelapa yang digunakan sebanyak 10公斤dengan tiga kali ulangan。Dari hasil penelitian didapati bahwa hasil terbaik, adalah paada keepatan 500 rpm, yang mampu menghasilkan renmen tertinggi sebesar 90,9人共cocopat dancocofiber, sedangkan paada keepatan di atata 500 rpm, yakni 600 rpm和700 rpm, semakin tinggi bahansabut yang menjadi butiran debu。Hasil penguraian tertinggi sabut menjadi serat sabut kelapa pada keepatan 500 rpm, yitu 95,68 kg/jam atau sebanyak 765,44 kg/hari (catatan:1 hari= 8 jam)。这是一种人类工程学上的企鹅,它的主人是一只企鹅,它的主人是一只企鹅。Kata Kunci: Sabut kelapa,椰子,椰子纤维,uji kinerja, mesin pengurai
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信