{"title":"Spiritualitas Rengget: Sebuah Ruang Meratap dan Menghayati Communio Sanctorum bagi Mereka yang Berduka Karena Kehilangan","authors":"Joice Ria Br. Sitepu","doi":"10.21460/gema.2023.82.1034","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"AbstractChristianity in cultural life often fades cultural values that have a positive impact on human life. One of them is in the cultura of the Karo people, who recognize ancestral heritage called “rengget”. Rengget as a Karo work of art, related to singing and vocals contains many elements. However in reality the rengget or merengget culture is fading because Christian Karo Batak people consider to be un-Christian because of the dominative approach taken by Christianity. It can also point to a belief system, which is related to animism. Culturally, rengget has a deep meaning in life, especially for those who are grieving because of loss. Rengget becomes a mourning room for those who grieve. In addition, rengget can help grieving Karo Batak Christian to enter into an appreciation of the communio sanctorum contained in the Apostle’s Creed of Faith. AbstrakKristianitas dalam kehidupan budaya kerap memudarkan nilai-nilai budaya yang memiliki dampak positif bagi kehidupan manusia. Salah satunya dalam budaya masyarakat Karo, yang mengenal warisan leluhur bernama “rengget”. Rengget sebagai sebuah karya seni Karo, terkait dengan nyanyian dan vokal mengandung banyak unsur, seperti artikulasi, resonansi, intonasi, vokal, pernapasan, penekanan (cengkok) tubuh. Namun, faktanya budaya rengget atau merengget memudar karena orang-orang Batak Karo Kristen menganggap budaya rengget tidak kristiani karena pendekatan yang dilakukan oleh kekristenan yang dominatif. Juga dapat mengarahkan pada sistem kepercayaan, yang terkait animisme. Secara kultural, rengget memiliki makna mendalam dalam kehidupan, khususnya bagi mereka yang mengalami duka karena kehilangan. Rengget menjadi ruang ratap bagi yang berduka. Selain itu, rengget dapat menolong orang-orang Batak Karo Kristen yang berduka untuk memasuki penghayatan akan communio sanctorum yang terdapat dalam Pengakuan Iman Rasuli.","PeriodicalId":31866,"journal":{"name":"Gema Teologika","volume":"27 1-2","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-10-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Gema Teologika","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.21460/gema.2023.82.1034","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
AbstractChristianity in cultural life often fades cultural values that have a positive impact on human life. One of them is in the cultura of the Karo people, who recognize ancestral heritage called “rengget”. Rengget as a Karo work of art, related to singing and vocals contains many elements. However in reality the rengget or merengget culture is fading because Christian Karo Batak people consider to be un-Christian because of the dominative approach taken by Christianity. It can also point to a belief system, which is related to animism. Culturally, rengget has a deep meaning in life, especially for those who are grieving because of loss. Rengget becomes a mourning room for those who grieve. In addition, rengget can help grieving Karo Batak Christian to enter into an appreciation of the communio sanctorum contained in the Apostle’s Creed of Faith. AbstrakKristianitas dalam kehidupan budaya kerap memudarkan nilai-nilai budaya yang memiliki dampak positif bagi kehidupan manusia. Salah satunya dalam budaya masyarakat Karo, yang mengenal warisan leluhur bernama “rengget”. Rengget sebagai sebuah karya seni Karo, terkait dengan nyanyian dan vokal mengandung banyak unsur, seperti artikulasi, resonansi, intonasi, vokal, pernapasan, penekanan (cengkok) tubuh. Namun, faktanya budaya rengget atau merengget memudar karena orang-orang Batak Karo Kristen menganggap budaya rengget tidak kristiani karena pendekatan yang dilakukan oleh kekristenan yang dominatif. Juga dapat mengarahkan pada sistem kepercayaan, yang terkait animisme. Secara kultural, rengget memiliki makna mendalam dalam kehidupan, khususnya bagi mereka yang mengalami duka karena kehilangan. Rengget menjadi ruang ratap bagi yang berduka. Selain itu, rengget dapat menolong orang-orang Batak Karo Kristen yang berduka untuk memasuki penghayatan akan communio sanctorum yang terdapat dalam Pengakuan Iman Rasuli.
摘要基督教在文化生活中往往淡化了对人类生活有积极影响的文化价值。其中之一是在卡罗人的文化中,他们承认祖先的遗产被称为“复仇”。Rengget作为一件卡罗艺术作品,包含了很多与歌唱和人声有关的元素。然而,在现实中,复仇或合并文化正在消退,因为基督徒卡罗巴塔克人认为他们不是基督徒,因为基督教采取了主导的方法。它也可以指向一种信仰体系,这与万物有灵论有关。从文化上讲,怨恨在生活中有着深刻的意义,尤其是对那些因失去而悲伤的人来说。伦吉特变成了悲伤的人的哀悼室。此外,怨恨可以帮助悲伤的卡罗·巴塔克基督徒进入对使徒信仰信经中所包含的至圣共融的欣赏。【摘要】【基督教】达摩克希杜潘,布达雅,布达雅,布达雅,布达雅,布达雅,布达雅,布达雅,布达雅,布达雅,布达雅,布达雅,布达雅,布达雅,布达雅。Salah satunya dalam budaya masyarakat Karo, yang mengenal warisan leluhur bernama " regget "。Rengget sebagai sebuah karya seni Karo, terkait dengan nyanyian dan vokal mengandung banyak unsur, seperti artikulasi, resonansi, intonasi, vokal, pernapasan, penekanan (cengkok) tubuh。Namun, faktanya budaya rengget atau merengget memudar karena橙色-橙色Batak Karo Kristen menganggap budaya rengget tiak kristiani karena pendekatan yang dilakukan oleh kekristan yang占主导地位。Juga dapat mengarahkan pada system keperayaan, yang terkait animisme。Secara文化,rengget memiliki makna mendalam dalam kehidupan, khususnya bagi mereka yang mengalami duka karena kehilangan。我很高兴,我很高兴,我很高兴。Selain itu, rengget dapat menonong, orangang Batak Karo, Kristen, yang berduka, untuk, memasuki, penghayatan, akan社区,sanctorum, yang, terdapat dalam, Pengakuan, Iman Rasuli。