{"title":"GAMBARAN PENGGUNAAN KATA AING OLEH NON-NATIVE SUNDA DALAM KONTEKS RELASI PERTEMANAN","authors":"Resti Arsanti, Nabilah Hasna, Putri Astuti, Yuliana Hanami","doi":"10.30997/jsh.v14i2.6660","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Mahasiswa yang merantau akan dihadapkan dengan lingkungan dan budaya baru. Interaksi dengan penutur asli bahasa daerah dapat menjadi faktor yang mendukung bentuk penyesuaian dalam lingkungan baru. Kata aing sebagai kata ganti orang pertama merupakan bagian dari tingkatan Bahasa Sunda sangat kasar yang tidak sepantasnya digunakan sembarangan. Terlepas dari pemaknaan tersebut, ternyata penggunaan kata aing sering kali didapati pada kalangan mahasiswa di wilayah sunda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran penggunaan kata aing oleh non-native Sunda dalam konteks relasi pertemanan. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan 36 mahasiswa non-native sunda. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan self-report questionnaire berbentuk Google Form yang terdiri dari 14 pertanyaan dengan bentuk open-ended question. Data yang diperoleh diinterpretasikan menjadi empat kategori bahasan, yaitu ”Pemahaman dan Praktik Penggunaan Kata Aing” ,\"Latar Belakang Penggunaan Kata Aing \", \"Interaksi Offline & Online \", dan \"Dampak Penggunaan Kata Aing \". Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa rantau memahami kapan dan bagaimana kata aing digunakan dalam hubungan perteman. Hal ini membuat mereka lebih dapat merasakan dampak positif bagi pertemanan yang dibangun ketika menggunakan kata aing dalam berkomunikasi.","PeriodicalId":478345,"journal":{"name":"Jurnal Sosial Humaniora: Penelitian Universitas Djuanda","volume":"60 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-10-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Sosial Humaniora: Penelitian Universitas Djuanda","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.30997/jsh.v14i2.6660","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Mahasiswa yang merantau akan dihadapkan dengan lingkungan dan budaya baru. Interaksi dengan penutur asli bahasa daerah dapat menjadi faktor yang mendukung bentuk penyesuaian dalam lingkungan baru. Kata aing sebagai kata ganti orang pertama merupakan bagian dari tingkatan Bahasa Sunda sangat kasar yang tidak sepantasnya digunakan sembarangan. Terlepas dari pemaknaan tersebut, ternyata penggunaan kata aing sering kali didapati pada kalangan mahasiswa di wilayah sunda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran penggunaan kata aing oleh non-native Sunda dalam konteks relasi pertemanan. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan 36 mahasiswa non-native sunda. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan self-report questionnaire berbentuk Google Form yang terdiri dari 14 pertanyaan dengan bentuk open-ended question. Data yang diperoleh diinterpretasikan menjadi empat kategori bahasan, yaitu ”Pemahaman dan Praktik Penggunaan Kata Aing” ,"Latar Belakang Penggunaan Kata Aing ", "Interaksi Offline & Online ", dan "Dampak Penggunaan Kata Aing ". Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa rantau memahami kapan dan bagaimana kata aing digunakan dalam hubungan perteman. Hal ini membuat mereka lebih dapat merasakan dampak positif bagi pertemanan yang dibangun ketika menggunakan kata aing dalam berkomunikasi.