{"title":"PROSPEK PENINGKATAN PRODUKSI KOPI DI INDONESIA (Prospect of Increasing Coffee Production in Indonesia)","authors":"Dwi Cahyo Nugroho","doi":"10.2139/ssrn.3912858","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Indonesian Abstract: Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam pertanian, salah satunya adalah produsen kopi tingkat dunia. Indonesia menduduki peringkat ke-4 dunia. Posisi ini pastinya harus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan lagi bila mungkin, mengingat Indonesia juga mengalami peningkatan dalam status sebagai negara berpenghasilan menengah atas, pastinya dibarengi pula adanya peningkatan dalam posisi kekuatan dalam produksi kopi. Tulisan inii dengan sengaja disebarkan agar para generasi muda mulai berpikir ke depan, bagaimana memajukan pertanian Indonesia yang memang kaya akan potensi sumber daya alam pertanian, agar ke depan, negara ini akan dapat mengenyam kesejahteraan, khususnya bagi petani kopi dan petani -petani lainnya, termasuk seluruh rakyat Indonesia. Kopi merupakan salah satu komoditas potensial di Indonesia sehingga perlu dilakukan prediksi bagaimana pengingkatan produki kopi di indonesia pada periode mendatang dan bagaimana strategi pegembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tingkat produksi kopi pada masa mendatang dan merumuskan strategi pengembangan produksi kopi di Indoonesia. Analisis yang digunakan adalah metode regresi linear sederhana dan analisis SWOT. Adapun hasil analisis mengenai prediksi produksi Kopi di Indonesia pada tahun 2020-2050 dengan menggunakan analisis regresi sederhana dengan data produksi Kopi tahun 1990-2019 mengalami peningkatan. Dari gambar 3, pada tahun 2020 produksi Kopi diperkirakan mencapai jumlah 773.915,7 ton dan jumlah produksi kopi Indonesia terus mengalami peningkatan hingga tahun 2050 jumlah produksi kopi Indonesia mencapai 1.119.953,7 ton Sedangkan pada gambar 4. peningkatan produksi Kopi di Indonesia pada tahun 2020-2050 dengan regulasi jika pada koefisien regresi (b),dinaikkan atau ditingkatkan sebesar 20% maka diprediksi pada tahun 2020 produksi Kopi di Indonesia sebanyak 845.430,22 ton hingga pada tahun 2050 hasil produksi kopi Indonesia mencapai 1.260.675.82 ton. Berdasarkan Gambar 5, Indonesia memiliki prospek yang sangat bagus pada masa mendatang. Pada tahun 2036 Indonesia diprediksi mampu menggeser posisi Columbia sebagai negara produsen kopi terbesar dunia dengan total produksi kopi sebesar 958.469,3 ton atau lebih unggul dari total produksi Columbia dengan total produksi 953.550,02 ton. Hasil analisis SWOT atau hasil perhitungan Matriks IFAS dan EFAS menunjukkan bahwa pengembangan kopi di Indonesia berada pada kuadran I (Strategi Agresif), dimana Indonesia berada pada situasi yang menguntungkan dengan kekuatan dan peluang yang dimiliki sehingga dapat mengambil peluang yang ada dengan mengoptimalkan kekuatan internal. Strategi yang diterapkan pada kondisi adalah menerapkan kebijakan yang agresif (Growth Oriented Strategy). Strategi tersebut terfokus pada strategi SO (Strenght-Opportunities) yaitu dengan mengoptimalkan kekuatan internal untuk mengambil peluang yang ada. Strategi SO (Strenght-Opportunities) yang diterapkan, yaitu : Mengoptimalkan kekuatan internal untuk meningkatkan produksi, pengembangan perkebunan kopi, meningkatkan kualitas tenaga kerja. English Abstract: Indonesia is a country rich in natural agricultural resources, one of which is a world-class coffee producer. Indonesia is ranked 4th in the world. This position must certainly be maintained and even increased if possible, considering that Indonesia is also experiencing an increase in its status as an upper middle income country, of course accompanied by an increase in its position of strength in coffee production. This paper is deliberately distributed so that the younger generation will start thinking ahead, how to advance Indonesian agriculture, which is indeed rich in potential agricultural natural resources, so that in the future, this country will be able to enjoy prosperity, especially for coffee farmers and other farmers, including all Indonesian people. Coffee is one of the potential commodities in Indonesia, so it is necessary to predict how to increase coffee production in Indonesia in the coming period and how to develop its strategy. This study aims to predict the level of coffee production in the future and formulate a strategy for developing coffee production in Indonesia. The analysis used is a simple linear regression method and SWOT analysis. The results of the analysis regarding predictions of coffee production in Indonesia in 2020-2050 using simple regression analysis with coffee production data in 1990-2019 have increased. From figure 3, in 2020 coffee production is estimated to reach 773,915.7 tons and the amount of Indonesian coffee production continues to increase until 2050 the number of Indonesian coffee production reaches 1,119,953.7 tons. 2020-2050 with regulations if the regression coefficient (b) is increased or increased by 20%, it is predicted that in 2020 coffee production in Indonesia will be 845,430,22 tons until in 2050 Indonesia's coffee production will reach 1,260,675.82 tons. Based on Figure 5, Indonesia has very good prospects in the future. In 2036, Indonesia is predicted to be able to shift Columbia's position as the world's largest coffee producing country with a total coffee production of 958,469.3 tons or superior to Columbia's total production with a total production of 953,550.02 tons. The results of the SWOT analysis or the results of the IFAS and EFAS Matrix calculations show that coffee development in Indonesia is in quadrant I (Aggressive Strategy), where Indonesia is in a favorable situation with its strengths and opportunities so that it can take existing opportunities by optimizing internal strengths. The strategy applied to the conditions is to apply an aggressive policy (Growth Oriented Strategy). The strategy focuses on the SO (Strenght-Opportunities) strategy by optimizing internal strengths to take the opportunities that exist. The SO (Strenght-Opportunities) strategy implemented, namely: Optimizing internal strengths to increase production, developing coffee plantations, improving the quality of the workforce.","PeriodicalId":109721,"journal":{"name":"AgriSciRN: Agricultural Aggregate Supply Analysis (Topic)","volume":"29 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-08-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"AgriSciRN: Agricultural Aggregate Supply Analysis (Topic)","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.2139/ssrn.3912858","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Indonesian Abstract: Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam pertanian, salah satunya adalah produsen kopi tingkat dunia. Indonesia menduduki peringkat ke-4 dunia. Posisi ini pastinya harus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan lagi bila mungkin, mengingat Indonesia juga mengalami peningkatan dalam status sebagai negara berpenghasilan menengah atas, pastinya dibarengi pula adanya peningkatan dalam posisi kekuatan dalam produksi kopi. Tulisan inii dengan sengaja disebarkan agar para generasi muda mulai berpikir ke depan, bagaimana memajukan pertanian Indonesia yang memang kaya akan potensi sumber daya alam pertanian, agar ke depan, negara ini akan dapat mengenyam kesejahteraan, khususnya bagi petani kopi dan petani -petani lainnya, termasuk seluruh rakyat Indonesia. Kopi merupakan salah satu komoditas potensial di Indonesia sehingga perlu dilakukan prediksi bagaimana pengingkatan produki kopi di indonesia pada periode mendatang dan bagaimana strategi pegembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tingkat produksi kopi pada masa mendatang dan merumuskan strategi pengembangan produksi kopi di Indoonesia. Analisis yang digunakan adalah metode regresi linear sederhana dan analisis SWOT. Adapun hasil analisis mengenai prediksi produksi Kopi di Indonesia pada tahun 2020-2050 dengan menggunakan analisis regresi sederhana dengan data produksi Kopi tahun 1990-2019 mengalami peningkatan. Dari gambar 3, pada tahun 2020 produksi Kopi diperkirakan mencapai jumlah 773.915,7 ton dan jumlah produksi kopi Indonesia terus mengalami peningkatan hingga tahun 2050 jumlah produksi kopi Indonesia mencapai 1.119.953,7 ton Sedangkan pada gambar 4. peningkatan produksi Kopi di Indonesia pada tahun 2020-2050 dengan regulasi jika pada koefisien regresi (b),dinaikkan atau ditingkatkan sebesar 20% maka diprediksi pada tahun 2020 produksi Kopi di Indonesia sebanyak 845.430,22 ton hingga pada tahun 2050 hasil produksi kopi Indonesia mencapai 1.260.675.82 ton. Berdasarkan Gambar 5, Indonesia memiliki prospek yang sangat bagus pada masa mendatang. Pada tahun 2036 Indonesia diprediksi mampu menggeser posisi Columbia sebagai negara produsen kopi terbesar dunia dengan total produksi kopi sebesar 958.469,3 ton atau lebih unggul dari total produksi Columbia dengan total produksi 953.550,02 ton. Hasil analisis SWOT atau hasil perhitungan Matriks IFAS dan EFAS menunjukkan bahwa pengembangan kopi di Indonesia berada pada kuadran I (Strategi Agresif), dimana Indonesia berada pada situasi yang menguntungkan dengan kekuatan dan peluang yang dimiliki sehingga dapat mengambil peluang yang ada dengan mengoptimalkan kekuatan internal. Strategi yang diterapkan pada kondisi adalah menerapkan kebijakan yang agresif (Growth Oriented Strategy). Strategi tersebut terfokus pada strategi SO (Strenght-Opportunities) yaitu dengan mengoptimalkan kekuatan internal untuk mengambil peluang yang ada. Strategi SO (Strenght-Opportunities) yang diterapkan, yaitu : Mengoptimalkan kekuatan internal untuk meningkatkan produksi, pengembangan perkebunan kopi, meningkatkan kualitas tenaga kerja. English Abstract: Indonesia is a country rich in natural agricultural resources, one of which is a world-class coffee producer. Indonesia is ranked 4th in the world. This position must certainly be maintained and even increased if possible, considering that Indonesia is also experiencing an increase in its status as an upper middle income country, of course accompanied by an increase in its position of strength in coffee production. This paper is deliberately distributed so that the younger generation will start thinking ahead, how to advance Indonesian agriculture, which is indeed rich in potential agricultural natural resources, so that in the future, this country will be able to enjoy prosperity, especially for coffee farmers and other farmers, including all Indonesian people. Coffee is one of the potential commodities in Indonesia, so it is necessary to predict how to increase coffee production in Indonesia in the coming period and how to develop its strategy. This study aims to predict the level of coffee production in the future and formulate a strategy for developing coffee production in Indonesia. The analysis used is a simple linear regression method and SWOT analysis. The results of the analysis regarding predictions of coffee production in Indonesia in 2020-2050 using simple regression analysis with coffee production data in 1990-2019 have increased. From figure 3, in 2020 coffee production is estimated to reach 773,915.7 tons and the amount of Indonesian coffee production continues to increase until 2050 the number of Indonesian coffee production reaches 1,119,953.7 tons. 2020-2050 with regulations if the regression coefficient (b) is increased or increased by 20%, it is predicted that in 2020 coffee production in Indonesia will be 845,430,22 tons until in 2050 Indonesia's coffee production will reach 1,260,675.82 tons. Based on Figure 5, Indonesia has very good prospects in the future. In 2036, Indonesia is predicted to be able to shift Columbia's position as the world's largest coffee producing country with a total coffee production of 958,469.3 tons or superior to Columbia's total production with a total production of 953,550.02 tons. The results of the SWOT analysis or the results of the IFAS and EFAS Matrix calculations show that coffee development in Indonesia is in quadrant I (Aggressive Strategy), where Indonesia is in a favorable situation with its strengths and opportunities so that it can take existing opportunities by optimizing internal strengths. The strategy applied to the conditions is to apply an aggressive policy (Growth Oriented Strategy). The strategy focuses on the SO (Strenght-Opportunities) strategy by optimizing internal strengths to take the opportunities that exist. The SO (Strenght-Opportunities) strategy implemented, namely: Optimizing internal strengths to increase production, developing coffee plantations, improving the quality of the workforce.
印度尼西亚:印度尼西亚是一个农业资源丰富的国家,其中之一是世界一流的咖啡生产商。印度尼西亚排名世界第四。考虑到印尼作为一个中等收入国家的地位也在增加,这个职位当然应该得到维持,甚至在可能的情况下还要增加。这些作品被有意地分发出去,让年轻一代开始思考如何推动印尼农业,印尼是一个拥有农业资源潜力的丰富农业,这样我们就可以展望未来,尤其是对咖啡种植者和其他农民,包括整个印尼人民来说,繁荣。咖啡是印尼的一种潜在商品,因此有必要在未来一段时间预测咖啡生产商将如何生产,以及咖啡策略将如何推广。所使用的分析是简单的线性回归和SWOT分析。至于20-2050年印尼咖啡产量预测的分析结果,使用1990-2019年咖啡产量数据的简单回归分析有所增加。根据图3,到2020年,咖啡产量估计为773915.7吨,印尼咖啡产量继续增加,直到2050年,印尼咖啡产量达到11.19,953.7吨,而在图4中。到2020-2050年,如果印尼咖啡产量提高或增加20%,到2050年,咖啡产量预计将达到1260.675吨。根据图片5,印尼对未来有很好的前景。到2036年,印尼预计将取代哥伦比亚成为世界上最大的咖啡生产国,其产量为958,469.3吨,或超过哥伦比亚总产量为953,550.02吨。SWOT分析或IFAS矩阵和EFAS计算结果表明,印尼的咖啡开发是在第一个象限,在那里,咖啡的优势和机会是存在的,因此它可以利用内部力量来抓住现有的机会。在这种情况下实施的策略是实行激进的、进攻性的政策。该战略的重点是SO - opportunity,也就是利用内部力量来抓住现有的机会。所谓机会主义战略,即优化内部力量,促进生产、种植咖啡、提高劳动力质量。英语抽象:印度尼西亚是自然农业资源中的一个国家,它是世界一流的咖啡制作人。印度尼西亚在世界上排名第四。考虑到印尼在其高档国家的地位也在增加,其前提是咖啡生产中加强了实力。这篇文章deliberately杨格尔按那《generation威尔开始思考吧,如何提前印尼农业农业,这是种波动里奇在潜在的自然资源,所以在未来,这个乡村will be able to享受繁荣,为咖啡农民和其他农民,尤其是印尼在内的所有人。咖啡是印尼潜在的商品之一,所以需要预测如何在未来的环境中增加咖啡的生产以及如何改进它的策略。这项研究旨在预测未来的咖啡制作水平,并制定在印尼开发咖啡制作的策略。所使用的分析是一种简单的线性回归方法和SWOT分析。2010 -2050年,在1990年至2019年,使用咖啡生产数据的简单回归分析分析结果的结果呈指数级增长。根据图3,根据2020年的咖啡产量,预计将达到773.915 .7吨咖啡产量不断增长,直到2050年印尼咖啡生产总值为1.119,953.7吨。2020-2050年,如果摄化补偿(b)增加或增加20%,预计到2020年印尼咖啡生产将达到1.260.675吨。 印度尼西亚:印度尼西亚是一个农业资源丰富的国家,其中之一是世界一流的咖啡生产商。印度尼西亚排名世界第四。这个位置一定要保留,甚至增加了只要有可能,因为印尼也增长状态为中等收入国家,当然也伴随着咖啡生产中增加力量的位置。这些文字故意传播,使年轻一代们开始未雨绸缪,如何促进农业很有钱的印尼农业自然资源潜力,要向前,这个国家会接受其他福利,尤其是对于咖啡的农民和农民-petani,包括印尼民众。咖啡是印度尼西亚的一个潜在的商品,因此需要做预测如何pengingkatan印尼咖啡的担忧在未来时期,如何pegembangannya策略。所使用的分析是简单的线性回归和SWOT分析。至于关于咖啡生产预测分析2020-2050年在印尼咖啡生产和使用简单的回归分析数据1990-2019年增长。从图3,2020年咖啡产量预计达到773.915,7吨和印尼咖啡产量继续增长,直到2050年,印尼咖啡产量达到1.119.953,7吨,而图4。增产2020-2050年印尼咖啡的法规如果回归系数(b)条,增加或提高了20%,那么预测2020年在印尼生产咖啡845.430,22吨至2050年印尼咖啡产量达到1260675 82吨。根据图5中,印度尼西亚对未来有很好的前景。2036年印尼年预测能够移动的位置作为世界上最大的咖啡生产国哥伦比亚的咖啡总产量高达958.469,3万吨或953.550,02总产量是哥伦比亚的总产量是优于吨。SWOT分析或IFAS和EFAS矩阵的计算结果表明,在印尼发展咖啡在象限一世(咄咄逼人的策略),印尼在哪里在有利可图的情况下拥有的权力和机会,以便抓住机会有优化的内力。适用于条件的策略是相当激进的建制(注重增长个会)。这些策略如此专注于战略(Strenght-Opportunities)即优化内部的力量来碰碰运气的存在。所以(Strenght-Opportunities)实施的策略,即:优化内部的力量来提高产量,咖啡种植业发展,提高劳动力的质量。英文抽象:印尼是一个乡村里奇在农业自然资源,这是a world-class咖啡的制片人。印尼是ranked第四in the world。这个位置必须肯定甚至成为maintained和印尼increased如果可能,考虑到那是还experiencing增加它在美国的地位上的中古英语乡村收入,当然accompanied by an增加力量在咖啡制作的在它的位置。这篇文章deliberately杨格尔按那《generation威尔开始思考吧,如何提前印尼农业农业,这是种波动里奇在潜在的自然资源,所以在未来,这个乡村will be able to享受繁荣,为咖啡农民和其他农民,尤其是印尼在内的所有人。印尼咖啡是潜在commodities》的一号,所以它是有必要去预测如何增加咖啡制作《即将到来的期和如何在印尼冲洗它个会。这个研究aims to预测未来境咖啡的制作水平和formulate a个会在印尼for developing咖啡制作。《分析》以前是一个简单的线性regression方法和SWOT分析。分析关于predictions results》用简单的咖啡的制作在印尼里2020-2050 regression和咖啡制作数据分析在1990-2019 have increased。3从玩偶,在2020年咖啡制作is estimated to reach 773.915。7吨和印尼咖啡制作之数量继续增加,直到2050年迎印尼咖啡制作的当家深处1,119,953 7吨。2020-2050 regulations如果同在《regression coefficient (b) is increased或increased by 20%,是预测在2020年咖啡制作的印尼将845,430,22 2050吨,直到在印尼的咖啡制作威尔河段1,260,675 82吨。 从图5可以看出,印尼未来的发展前景非常好。预计到2036年,印度尼西亚将以958,469.3吨的咖啡总产量或超过哥伦比亚953,550.02吨的总产量,取代哥伦比亚成为世界上最大的咖啡生产国。SWOT分析的结果或IFAS和EFAS矩阵计算的结果表明,印度尼西亚的咖啡发展处于象限I (Aggressive Strategy),印度尼西亚的优势和机会处于有利地位,可以通过优化内部优势来抓住现有的机会。适用于条件的战略是采取积极的政策(增长导向战略)。该战略侧重于SO(优势-机会)战略,通过优化内部优势来抓住存在的机会。实施了SO(优势-机会)战略,即:优化内部优势以增加产量,发展咖啡种植园,提高劳动力质量。 从图5可以看出,印尼未来的发展前景非常好。预计到2036年,印度尼西亚将以958,469.3吨的咖啡总产量或超过哥伦比亚953,550.02吨的总产量,取代哥伦比亚成为世界上最大的咖啡生产国。SWOT分析的结果或IFAS和EFAS矩阵计算的结果表明,印度尼西亚的咖啡发展处于象限I (Aggressive Strategy),印度尼西亚的优势和机会处于有利地位,可以通过优化内部优势来抓住现有的机会。适用于条件的战略是采取积极的政策(增长导向战略)。该战略侧重于SO(优势-机会)战略,通过优化内部优势来抓住存在的机会。实施了SO(优势-机会)战略,即:优化内部优势以增加产量,发展咖啡种植园,提高劳动力质量。