{"title":"Evaluasi Produksi Alat Mekanis pada Unit Crushing Plant di PT TOP Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat","authors":"Firman","doi":"10.52158/jamere.v2i1.293","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"TOP merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batu granodiorit yang berlokasi di Kabupaten Mempawah dengan target produksi 150 ton/hari. Aktivitas penambangan yang dilakukan dengan cara peledakan yang kemudian diangkut menggunakan Dump Truck untuk dikirim ke unit Crushing plant agar diproses sesuai ukuran. Pengolahan granodiorit di unit Crushing plant terdiri dari dua tahap yaitu Primary crushing dan Secondary crushing. Alat yang digunakan yaitu 1 unit primary crushing (Jaw Crusher) dan 1 unit Secondary crushing (Cone Crusher). Penggunaan alat Crushing tersebut didukung oleh alat penunjang seperti Hopper, feeder, screening dan belt conveyor. Rangkaian pengolahan tersebut menghasilkan produksi berupa abu batu, 1x1 mm, 1x2 mm, dan 0,5 mm. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah mengevaluasi ketercapaian target produksi granodiorit di PT. TOP dan mengetahui faktor-faktor yang menghambat kinerja alat crushing plant..Hasil evaluasi produksi pada belt conveyor 11,12,13, dan 14 telah sesuai dengan target produksi di PT. TOP, namun target produksi tersebut belum optimal. Untuk itu perusahaan dapat meningkatkan target produksi tanpa perlu menambah alat belt conveyor pada unit Crushing plant. sedangkan faktor yang menghambat kinerja crushing plant adalah lambatnya penanganan terhadap mesin crushing plant yang rusak, ukuran material terlalu besar.","PeriodicalId":394289,"journal":{"name":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","volume":"10 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-02-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.52158/jamere.v2i1.293","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
TOP merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batu granodiorit yang berlokasi di Kabupaten Mempawah dengan target produksi 150 ton/hari. Aktivitas penambangan yang dilakukan dengan cara peledakan yang kemudian diangkut menggunakan Dump Truck untuk dikirim ke unit Crushing plant agar diproses sesuai ukuran. Pengolahan granodiorit di unit Crushing plant terdiri dari dua tahap yaitu Primary crushing dan Secondary crushing. Alat yang digunakan yaitu 1 unit primary crushing (Jaw Crusher) dan 1 unit Secondary crushing (Cone Crusher). Penggunaan alat Crushing tersebut didukung oleh alat penunjang seperti Hopper, feeder, screening dan belt conveyor. Rangkaian pengolahan tersebut menghasilkan produksi berupa abu batu, 1x1 mm, 1x2 mm, dan 0,5 mm. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah mengevaluasi ketercapaian target produksi granodiorit di PT. TOP dan mengetahui faktor-faktor yang menghambat kinerja alat crushing plant..Hasil evaluasi produksi pada belt conveyor 11,12,13, dan 14 telah sesuai dengan target produksi di PT. TOP, namun target produksi tersebut belum optimal. Untuk itu perusahaan dapat meningkatkan target produksi tanpa perlu menambah alat belt conveyor pada unit Crushing plant. sedangkan faktor yang menghambat kinerja crushing plant adalah lambatnya penanganan terhadap mesin crushing plant yang rusak, ukuran material terlalu besar.