{"title":"DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DENGAN SELF ASSESSMEN SADARI BERBASIS APLIKASI ANDROID PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN INDRAMAYU","authors":"Nurohmat, Hasim Asyari, Marsono, Moh.Ali Fikri","doi":"10.55606/jpikes.v2i3.476","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Kanker payudara (Carcinoma mammae) merupakan keganasan yang tumbuh di jaringan payudara, sama seperti halnya jenis kanker lainnya, seringkali tidak terdeteksi dan baru disadari oleh penderitanya saat sudah terlanjur masuk stadium lanjut. Kanker Payudara adalah penyebab utama kematian kedua pada wanita saat ini, menempati posisi tertinggi (bersama kanker paru-paru). Untuk penambahan jumlah kasus terbanyak, sebanyak 16,5% atau 65.858 kasus baru kanker payudara telah terdeteksi dan kasus ini merupakan yang terbanyak di Indonesia. Adapun angka kematian akibat kanker ini menempati posisi kedua, dengan jumlah kasus sebanyak 22.430 atau 9,6% dari seluruh total kematian akibat kanker. Faktor pencetus kanker umumnya tidak diketahui, dihubungkan dengan riwayat keluarga kanker payudara, menstruasi dini atau kemungkinan faktor risiko lainnya. Sulit untuk memastikan, salah satu dari kita bisa beresiko, terutama saat kita berusia 40 ke atas. Salah satu cara paling mudah untuk mendeteksi kanker payudara adalah dengan periksa payudara sendiri (SADARI) (Indria Desanti & Sunarsih, 2010). Lantas, kapan gerakan SADARI harus dilakukan dan bagaimana caranya? Hal ini seringkali menjadi kendala karena ketidaktahuan dan kekhawatiran akibat ketidaksiapan menerima vonis bila dirinya mengalami kanker. Dengan adanya bantuan teknologi informasi, segala proses pengolahan data dalam sistem bisa dilakukan di berbagai tempat yang berbeda sehingga bisa lebih efektif dan efisien. Oleh sebab itu, maka kami mengembangkan suatu sistem yang diharapkan dapat membantu masyarakat dapat melakukan deteksi dini secara sederhana, untuk mengenali tanda dan gejala kanker payudara melalui pemeriksaan payudaya sendiri (SADARI) menggunakan aplikasi berbasis android. Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat mengetahui mengenai tanda dan gejala yang mengarah pada indikasi kanker payudara menggunakan aplikasi berbasis android, yang didalamnya dapat memberikan informasi tentang pengetahuan kanker payudara dan Sadari, mengenal cara pemeriksaan payudara sendiri, menggunakan daftar tilik yang sudah terintegrasi dalam aplikasi, sehingga secara dini dapat melakukan deteksi secara sederhana terhadap indikasi keganasan untuk dapat ditindaklanjuti segera pada fasilitas esehatan terdekat","PeriodicalId":271927,"journal":{"name":"Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan","volume":"163 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-10-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.55606/jpikes.v2i3.476","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Kanker payudara (Carcinoma mammae) merupakan keganasan yang tumbuh di jaringan payudara, sama seperti halnya jenis kanker lainnya, seringkali tidak terdeteksi dan baru disadari oleh penderitanya saat sudah terlanjur masuk stadium lanjut. Kanker Payudara adalah penyebab utama kematian kedua pada wanita saat ini, menempati posisi tertinggi (bersama kanker paru-paru). Untuk penambahan jumlah kasus terbanyak, sebanyak 16,5% atau 65.858 kasus baru kanker payudara telah terdeteksi dan kasus ini merupakan yang terbanyak di Indonesia. Adapun angka kematian akibat kanker ini menempati posisi kedua, dengan jumlah kasus sebanyak 22.430 atau 9,6% dari seluruh total kematian akibat kanker. Faktor pencetus kanker umumnya tidak diketahui, dihubungkan dengan riwayat keluarga kanker payudara, menstruasi dini atau kemungkinan faktor risiko lainnya. Sulit untuk memastikan, salah satu dari kita bisa beresiko, terutama saat kita berusia 40 ke atas. Salah satu cara paling mudah untuk mendeteksi kanker payudara adalah dengan periksa payudara sendiri (SADARI) (Indria Desanti & Sunarsih, 2010). Lantas, kapan gerakan SADARI harus dilakukan dan bagaimana caranya? Hal ini seringkali menjadi kendala karena ketidaktahuan dan kekhawatiran akibat ketidaksiapan menerima vonis bila dirinya mengalami kanker. Dengan adanya bantuan teknologi informasi, segala proses pengolahan data dalam sistem bisa dilakukan di berbagai tempat yang berbeda sehingga bisa lebih efektif dan efisien. Oleh sebab itu, maka kami mengembangkan suatu sistem yang diharapkan dapat membantu masyarakat dapat melakukan deteksi dini secara sederhana, untuk mengenali tanda dan gejala kanker payudara melalui pemeriksaan payudaya sendiri (SADARI) menggunakan aplikasi berbasis android. Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat mengetahui mengenai tanda dan gejala yang mengarah pada indikasi kanker payudara menggunakan aplikasi berbasis android, yang didalamnya dapat memberikan informasi tentang pengetahuan kanker payudara dan Sadari, mengenal cara pemeriksaan payudara sendiri, menggunakan daftar tilik yang sudah terintegrasi dalam aplikasi, sehingga secara dini dapat melakukan deteksi secara sederhana terhadap indikasi keganasan untuk dapat ditindaklanjuti segera pada fasilitas esehatan terdekat