Pelatihan Batik Tie Dye kepada Kader Dasawisma sebagai Peningkatan Kreativitas

Darma Cendekia Pub Date : 2022-12-31 DOI:10.60012/dc.v1i2.7
Yayah Rukiah, Khikmah Susanti, Febrianto Saptodewo
{"title":"Pelatihan Batik Tie Dye kepada Kader Dasawisma sebagai Peningkatan Kreativitas","authors":"Yayah Rukiah, Khikmah Susanti, Febrianto Saptodewo","doi":"10.60012/dc.v1i2.7","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Batik yang kini telah menjadi identitas masyarakat Indonesia yang merupakan warisan budaya nenek moyang yang harus terus dilestarikan. Sebagaimana seperti yang diberitakan bahwa Batik sudah ditetapkan sebagai Indonesian Cultural Heritage, yaitu warisan budaya tak benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 2 Oktober 2009.  Oleh karenanya pengabdian masyarakat kali ini mengadakan pelatihan membatik, agar semua lapisan masyarakat turut membantu pelestarian batik.  Pelatihan batik kali ini adalah teknik batik jumputan yang lebih dikenal dengan sebutan Tie Dye, dimana batik yang dihasilkan melalui teknik ikat celup, teknik ini tidak begitu sulit karena tidak menggunakan lilin dan canting, sehingga siapa pun bisa melakukannya. Pelatihan membatik ini ditujukan untuk ibu-ibu Kader Dasawisma. Ibu-ibu Kader Dasawisma merupakan salah satu penggerak dan keberadaannya dapat menjadikan wadah bagi para ibu rumah tangga agar dapat menjadi perempuan yang aktif dan kreatif. Sehingga menjadikan masyarakat yang produktif. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, para peserta. Merasa sangat senang dan antusias terhadap pelatihan batik Tie Dye ini, selain itu peserta merasa mendapat keahlian baru yang sangat bermanfaat, dan bisa dijadikan keahlian untuk menciptakan peluang dalam meningkatkan perekonomian. Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, Kader Dasawisma memiliki peranan yang sangat penting dalam lingkungan, sehingga keberadaan nya di dalam masyarakat sangat dibutuhkan untuk penyebaran informasi, diharapkan dengan adanya pelatihan membatik ini, kreativitas peserta dapat digunakan untuk suatu hal yang positif.","PeriodicalId":272823,"journal":{"name":"Darma Cendekia","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Darma Cendekia","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.60012/dc.v1i2.7","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Batik yang kini telah menjadi identitas masyarakat Indonesia yang merupakan warisan budaya nenek moyang yang harus terus dilestarikan. Sebagaimana seperti yang diberitakan bahwa Batik sudah ditetapkan sebagai Indonesian Cultural Heritage, yaitu warisan budaya tak benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 2 Oktober 2009.  Oleh karenanya pengabdian masyarakat kali ini mengadakan pelatihan membatik, agar semua lapisan masyarakat turut membantu pelestarian batik.  Pelatihan batik kali ini adalah teknik batik jumputan yang lebih dikenal dengan sebutan Tie Dye, dimana batik yang dihasilkan melalui teknik ikat celup, teknik ini tidak begitu sulit karena tidak menggunakan lilin dan canting, sehingga siapa pun bisa melakukannya. Pelatihan membatik ini ditujukan untuk ibu-ibu Kader Dasawisma. Ibu-ibu Kader Dasawisma merupakan salah satu penggerak dan keberadaannya dapat menjadikan wadah bagi para ibu rumah tangga agar dapat menjadi perempuan yang aktif dan kreatif. Sehingga menjadikan masyarakat yang produktif. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, para peserta. Merasa sangat senang dan antusias terhadap pelatihan batik Tie Dye ini, selain itu peserta merasa mendapat keahlian baru yang sangat bermanfaat, dan bisa dijadikan keahlian untuk menciptakan peluang dalam meningkatkan perekonomian. Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, Kader Dasawisma memiliki peranan yang sangat penting dalam lingkungan, sehingga keberadaan nya di dalam masyarakat sangat dibutuhkan untuk penyebaran informasi, diharapkan dengan adanya pelatihan membatik ini, kreativitas peserta dapat digunakan untuk suatu hal yang positif.
蜡染领带对卡德十诫的训练增加了创意
蜡染现在是印尼社会的一种身份,是一种必须继续保存的祖先文化遗产。据报道,2009年10月2日,联合国教育、科学及文化组织(教科文组织)将蜡染定为印度尼西亚文化遗产,这是联合国教科文组织(UNESCO)禁止的非物质文化遗产。因此,这次的社区奉献精神提供了新的培训,使所有的社区都有助于保护蜡染。这次是蜡染蜡染技术培训jumputan蜡染更广为人知的领带·戴伊的酒吧,在那里通过工程产生的捆绑包,这种技术并不难,因为不使用蜡烛和背诵,所以任何人都能做到。这是一项针对卡扎菲即将到来的严厉训练。母亲干部Dasawisma是驱动力之一并为家庭主妇们的存在使容器,以便成为积极和创造性的女性。从而创造一个有生产力的社会。这是公民奉献活动的结果,参与者。蜡染领带·戴伊培训感到非常高兴和兴奋的感觉,此外参与者获得新技能是非常有益的,可以作为提高经济的能力创造机会。作为印尼社会的一部分,干部Dasawisma环境中扮演着非常重要的角色,所以急需在这样一个社会中存在的信息传播,预计随着训练这个membatik,参与者的创造力可以用于一个积极的事情。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信