SUMEDANG PUSEUR BUDAYA SUNDA: PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH BERBASIS BUDAYA LOKAL

Dian Herdiana
{"title":"SUMEDANG PUSEUR BUDAYA SUNDA: PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH BERBASIS BUDAYA LOKAL","authors":"Dian Herdiana","doi":"10.34010/agregasi.v11i1.5779","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Komitmen pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah berbasis budaya lokal diwujudkan dalam kebijakan Sumedang Puseur Budaya Sunda (SPBS). Namun dalam pelaksanaannya, kebijakan tersebut belum mampu menghasilkan output pola penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah yang berbasis kepada nilai budaya Sunda. Atas dasar tersebut, artikel ini ditujukan untuk mengkaji faktor-faktor yang menjadi penghambat implementasi kebijakan SPBS. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penghambat implementasi kebijakan SPBS terdiri dari 2 (dua) faktor utama, yaitu: Pertama, secara substansi nilai budaya Sunda baru bisa diwujudkan secara filosofis berupa nilai-nilai kesundaan, sedangkan nilai budaya Sunda secara manajerial-operasional belum mampu dikontruksikan secara praktis baik dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun pembangunan. Kedua, kebijakan SPBS yang menuntut keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam prakteknya lebih banyak dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Sumedang. Atas dasar tersebut maka implementasi kebijakan SPBS kedepannya harus ditunjang dengan instrumen kebijakan yang secara rinci memuat subsansi nilai-nilai operasional budaya Sunda, serta adanya peran aktif dari seluruh pemangku kepentingan untuk secara bersama-sama menyukseskan kebijakan SPBS","PeriodicalId":270031,"journal":{"name":"Jurnal Agregasi : Aksi Reformasi Government dalam Demokrasi","volume":"19 2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-05-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Agregasi : Aksi Reformasi Government dalam Demokrasi","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.34010/agregasi.v11i1.5779","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Komitmen pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah berbasis budaya lokal diwujudkan dalam kebijakan Sumedang Puseur Budaya Sunda (SPBS). Namun dalam pelaksanaannya, kebijakan tersebut belum mampu menghasilkan output pola penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah yang berbasis kepada nilai budaya Sunda. Atas dasar tersebut, artikel ini ditujukan untuk mengkaji faktor-faktor yang menjadi penghambat implementasi kebijakan SPBS. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penghambat implementasi kebijakan SPBS terdiri dari 2 (dua) faktor utama, yaitu: Pertama, secara substansi nilai budaya Sunda baru bisa diwujudkan secara filosofis berupa nilai-nilai kesundaan, sedangkan nilai budaya Sunda secara manajerial-operasional belum mampu dikontruksikan secara praktis baik dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun pembangunan. Kedua, kebijakan SPBS yang menuntut keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam prakteknya lebih banyak dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Sumedang. Atas dasar tersebut maka implementasi kebijakan SPBS kedepannya harus ditunjang dengan instrumen kebijakan yang secara rinci memuat subsansi nilai-nilai operasional budaya Sunda, serta adanya peran aktif dari seluruh pemangku kepentingan untuk secara bersama-sama menyukseskan kebijakan SPBS
巽他文化的SUMEDANG PUSEUR:以当地文化为基础的地方政府安排
苏布特县政府在实现当地以文化为基础的政府安排和发展方面的承诺,体现在苏布特-蓬-蓬文化政策(SPBS)中。但在实施这一政策时,它无法产生以巽他文化价值为基础的政府安排和地区发展模式。在此基础上,本文旨在审查阻碍SPBS政策实施的因素。研究方法是一种带有定性方法的描述性研究方法。政策实施的研究结果显示,因式分解抑制剂SPBS组成2(两)的主要因素,即:第一,新物质的文化价值巽他可以实现哲学地kesundaan价值观、文化价值而巽manajerial-operasional无法dikontruksikan实用地建设无论是政府的安排。其次,SPBS的政策要求所有利益相关者参与实际工作,更多的是由Sumedang地区政府实施的。在此基础上,SPBS政策的实施必须得到支持,该政策的工具详细地包括了Sunda文化经营价值的subsansi,以及所有利益相关者在共同作用于SPBS政策方面的积极作用
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书