IMPLEMENTASI MANAJEMEN EMOSI PADA IBU DENGAN ANAK GANGGUAN SPEECH DELAY

Eneng Garnika, Baiq Rohiyatun
{"title":"IMPLEMENTASI MANAJEMEN EMOSI PADA IBU DENGAN ANAK GANGGUAN SPEECH DELAY","authors":"Eneng Garnika, Baiq Rohiyatun","doi":"10.33394/realita.v8i1.7343","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Emosi adalah perasaan intern yang dirasakan seseorang sebagai reaksi terhadap sesuatu atau seseorang. Emosi dapat muncul apabila terpicu oleh hal-hal yang tidak sesuai baik kecil maupun besar. Emosi merupakan suatu hal yang natural, dan perlu kemampuan untuk dapat mengimplementasikannya secara tepat sesuai dengan kondisi diri. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam dalam manajemen emosi orang tua dengan anak speech delay di PAUD Permata Bangsa. Terdapat lima indikator dalam manajemen emosi yaitu self awareness (kesadaran diri), managing emotion (pengaturan emosi), motivating oneself (motivasi untuk diri sendiri), emphaty (empati) dan social skill (keterampilan emosi). Orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, memiliki sikap dalam manajemen emosi., yaitu orang tua menyadari dan melihatnya sebagai takdir, da nada orang tua yang belum dapat menerima kenyataan. Dengan dua sikap ini, ada orang tua yang berupaya untuk mengoptimalkan kemampuan anak-anaknya dan menerima kekurangannya,  namun orang tua yang belum dapat menerima situasi anaknya dan membuatnya merasa rendah diri. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan menggunakan field research, dengan teknik pengumpulan data menggunakan interview. Subyek dalam penelitian ini adalah ibu dari anak speech delay di PAUD Permata Bangsa. Dari hasil analisis, didapatkan bahwa ibu dalam menggunakan kesadaran diri, pengaturan emosi, motivasi diri sendiri, empati dan keterampilan emosi, belum maksimal diimplementasikan sehingga masih belum dapat mengelola emosi dengan baik saat mengasuh dan mendidik anak speech delay mereka.","PeriodicalId":309169,"journal":{"name":"Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":"9 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-04-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.33394/realita.v8i1.7343","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Emosi adalah perasaan intern yang dirasakan seseorang sebagai reaksi terhadap sesuatu atau seseorang. Emosi dapat muncul apabila terpicu oleh hal-hal yang tidak sesuai baik kecil maupun besar. Emosi merupakan suatu hal yang natural, dan perlu kemampuan untuk dapat mengimplementasikannya secara tepat sesuai dengan kondisi diri. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam dalam manajemen emosi orang tua dengan anak speech delay di PAUD Permata Bangsa. Terdapat lima indikator dalam manajemen emosi yaitu self awareness (kesadaran diri), managing emotion (pengaturan emosi), motivating oneself (motivasi untuk diri sendiri), emphaty (empati) dan social skill (keterampilan emosi). Orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, memiliki sikap dalam manajemen emosi., yaitu orang tua menyadari dan melihatnya sebagai takdir, da nada orang tua yang belum dapat menerima kenyataan. Dengan dua sikap ini, ada orang tua yang berupaya untuk mengoptimalkan kemampuan anak-anaknya dan menerima kekurangannya,  namun orang tua yang belum dapat menerima situasi anaknya dan membuatnya merasa rendah diri. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan menggunakan field research, dengan teknik pengumpulan data menggunakan interview. Subyek dalam penelitian ini adalah ibu dari anak speech delay di PAUD Permata Bangsa. Dari hasil analisis, didapatkan bahwa ibu dalam menggunakan kesadaran diri, pengaturan emosi, motivasi diri sendiri, empati dan keterampilan emosi, belum maksimal diimplementasikan sehingga masih belum dapat mengelola emosi dengan baik saat mengasuh dan mendidik anak speech delay mereka.
情感管理的执行与言语混乱的儿子冲突
情感是对某物或某人的反应时的一种内在的感觉。当被小的和大的不兼容的东西触发时,情绪就会产生。情感是一种自然的东西,它需要能够在适当的自我状态下实现它的能力。这项研究是为了让我们更深入地了解在这个国家最珍贵的小镇上,父母与孩子的情感管理。情绪管理有五个指标:自我意识、管理情感、自我激励、同理心和社会技能。有特殊需要的孩子的父母,有情绪管理的态度。也就是说,父母意识到并把它看作是命运,父母不可能接受现实。有了这两种态度,一些父母试图充分利用孩子的能力并接受他们的缺点,但那些没有接受孩子的情况并使他们感到自卑的父母。本研究采用现场研究技术,采用访谈法收集数据。这项研究的对象是鲍德镇普奇宝贝女儿德拉的母亲。根据分析,人们发现,母亲在使用自我意识、情绪管理、自我激励、同理心和情感技能方面并没有得到最大的实现,因此在养育和培养孩子的演讲延迟方面仍然不能很好地管理情绪。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书