{"title":"PENCEGAHAN KEMUNCULAN RADIKALISME DI ERA POST-TRUTH MELALUI SOSIALISASI LITERASI MEDIA DI DESA PESANTREN KEDIRI","authors":"Nurul Dwi Lestari","doi":"10.24912/jbmi.v5i2.20754","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Social media is a new phenomenon that is followed by modern society. The public needs to know that behind the freedom of social media as a means of self-expression of opinion, there are various domains of rules and ethics that must be met. The purpose of this community service is to describe the implementation of community service activities to prevent the emergence of radicalism in the post-truth era through media literacy socialization in the Pesantren Village, Kediri City. The specific objectives of this study are to describe: (1) the public's view of radicalism in the post-truth era, and (2) the implementation of media literacy socialization to prevent radicalism in the post-truth era. This community service method uses the Participatory Action Research (PAR) method by involving community participation to encourage better action. Media literacy socialization in the Pesantren Village, Kediri City discussed four efforts to prevent radicalism due to hoax news, including (1) reopening the village library equipped with facilities for accessing the internet wisely, (2) creating discussion groups on social media as a means of communication that \" anti-hoax” and gathering facilities, (3) holding seminars or workshops to share with the public about updated information on technological developments, (4) supporting the need to develop education and learning programs for honesty, tolerance, and staying away from extreme attitudes. The results of this community service activity show that the community is starting to understand the importance of media literacy, namely having critical thinking power and being good at making the right decisions in responding to the dissemination of information on social media \nABSTRAK: \nMedia sosial menjadi fenomena baru yang digandrungi masyarakat modern. Masyarakat perlu mengetahui di balik kebebasan bermedia sosial sebagai alat ekspresi diri dalam berpendapat, terdapat berbagai ranah aturan serta etika yang harus dipenuhi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka mencegah kemunculan radikalisme di post-truth era melalui sosialisasi literasi media di Desa Pesantren Kota Kediri. Adapun tujuan khusus dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) pandangan masyarakat terhadap radikalisme di post-truth era, dan (2) pelaksanaan sosialisasi literasi media untuk mencegah radikalisme di post-truth era. Metode pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan partisipasi masyarakat untuk mendorong terjadinya aksi yang lebih baik. Sosialisasi literasi media di Desa Pesantren, Kota Kediri membahas empat upaya mencegah radikalisme akibat berita hoax, mencakup (1) membuka kembali perpustakaan desa dengan dilengkapi sarana mengakses internet secara bijak, (2) membuat grup-grup diskusi di media sosial sebagai sarana komunikasi yang “anti hoax” dan sarana silaturahmi, (3) menyelenggarakan seminar atau workshop untuk berbagi kepada masyarakat mengenai informasi perkembangan teknologi yang update, (4) mendukung perlunya dikembangkan program pendidikan dan pembelajaran sikap jujur, toleransi, dan menjauhi sikap ekstrem. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami pentingnya literasi media yaitu memiliki daya pikir kritis serta pandai mengambil keputusan yang tepat dalam menyikapi penyebaran informasi di media sosial.","PeriodicalId":127539,"journal":{"name":"Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-11-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24912/jbmi.v5i2.20754","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Social media is a new phenomenon that is followed by modern society. The public needs to know that behind the freedom of social media as a means of self-expression of opinion, there are various domains of rules and ethics that must be met. The purpose of this community service is to describe the implementation of community service activities to prevent the emergence of radicalism in the post-truth era through media literacy socialization in the Pesantren Village, Kediri City. The specific objectives of this study are to describe: (1) the public's view of radicalism in the post-truth era, and (2) the implementation of media literacy socialization to prevent radicalism in the post-truth era. This community service method uses the Participatory Action Research (PAR) method by involving community participation to encourage better action. Media literacy socialization in the Pesantren Village, Kediri City discussed four efforts to prevent radicalism due to hoax news, including (1) reopening the village library equipped with facilities for accessing the internet wisely, (2) creating discussion groups on social media as a means of communication that " anti-hoax” and gathering facilities, (3) holding seminars or workshops to share with the public about updated information on technological developments, (4) supporting the need to develop education and learning programs for honesty, tolerance, and staying away from extreme attitudes. The results of this community service activity show that the community is starting to understand the importance of media literacy, namely having critical thinking power and being good at making the right decisions in responding to the dissemination of information on social media
ABSTRAK:
Media sosial menjadi fenomena baru yang digandrungi masyarakat modern. Masyarakat perlu mengetahui di balik kebebasan bermedia sosial sebagai alat ekspresi diri dalam berpendapat, terdapat berbagai ranah aturan serta etika yang harus dipenuhi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka mencegah kemunculan radikalisme di post-truth era melalui sosialisasi literasi media di Desa Pesantren Kota Kediri. Adapun tujuan khusus dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) pandangan masyarakat terhadap radikalisme di post-truth era, dan (2) pelaksanaan sosialisasi literasi media untuk mencegah radikalisme di post-truth era. Metode pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan partisipasi masyarakat untuk mendorong terjadinya aksi yang lebih baik. Sosialisasi literasi media di Desa Pesantren, Kota Kediri membahas empat upaya mencegah radikalisme akibat berita hoax, mencakup (1) membuka kembali perpustakaan desa dengan dilengkapi sarana mengakses internet secara bijak, (2) membuat grup-grup diskusi di media sosial sebagai sarana komunikasi yang “anti hoax” dan sarana silaturahmi, (3) menyelenggarakan seminar atau workshop untuk berbagi kepada masyarakat mengenai informasi perkembangan teknologi yang update, (4) mendukung perlunya dikembangkan program pendidikan dan pembelajaran sikap jujur, toleransi, dan menjauhi sikap ekstrem. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami pentingnya literasi media yaitu memiliki daya pikir kritis serta pandai mengambil keputusan yang tepat dalam menyikapi penyebaran informasi di media sosial.
社交媒体是伴随现代社会而来的一种新现象。公众需要知道,在社交媒体作为一种自我表达意见的手段的自由背后,有各种各样的规则和道德必须遵守。本社区服务的目的是描述通过媒介素养社会化在Kediri市Pesantren村实施社区服务活动,以防止后真相时代激进主义的出现。本研究的具体目的是描述:(1)后真相时代公众对激进主义的看法;(2)后真相时代媒体素养社会化的实施以防止激进主义。这种社区服务方法采用参与式行动研究(PAR)方法,通过让社区参与来鼓励更好的行动。Kediri市Pesantren村的媒体素养社会化讨论了四项措施,以防止因假新闻而导致的激进主义,包括(1)重新开放村图书馆,配备智能上网设备;(2)在社交媒体上创建讨论组,作为“反假”的沟通手段和聚集设施;(3)举办研讨会或工作坊,与公众分享最新的技术发展信息;(4)支持制定诚实、宽容和远离极端态度的教育和学习计划的必要性。这次社区服务活动的结果表明,社区开始理解媒体素养的重要性,即具有批判性思维能力,善于做出正确的决策,以应对社交媒体上的信息传播。Masyarakat perlu mengetahui di balik kebebasan bermedia social sebagai alat ekresi diri dalam berpendapat, terdapat berbagai ranah turan serta etika yang harus dipenuhi。“后真相时代”的激进主义,“后真相时代”的激进主义,“后真相时代”的激进主义,“后真相时代”的激进主义,“后真相时代”的激进主义,“后真相时代”的激进主义,“后真相时代”的激进主义。Adapun tujuan khusus dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan:(1) pandangan masyarakat terhadap radical - isme di post-truth era; (2) pelaksanaan sosialisasi literasi media untuk menegah radical - isme di post-truth era。参与性行动研究(PAR)、参与性行动研究、参与性行动研究、参与性行动研究、参与性行动研究、参与性行动研究、参与性行动研究。Sosialisasi literasi媒体di Desa经学院,哥打Kediri membahas empat方便mencegah”radikalisme akibat berita恶作剧,mencakup (1) membuka kembali perpustakaan Desa dengan dilengkapi sarana mengakses互联网secara bijak, (2) membuat grup-grup diskusi di媒体sosial sebagai sarana komunikasi杨“反骗局”丹sarana silaturahmi, (3) menyelenggarakan研讨会atau车间为她berbagi kepada步伐mengenai informasi perkembangan杨各种更新,(4) mendukung perlunya dikembangkan program pendidikan Dan pembelajaran sikap jujur, toleransi, Dan menjauhi sikap ekstream。Hasil kegiatan pengabdian步伐ini menunjukkan bahwa步伐mulai memahami pentingnya literasi媒体yaitu memiliki亚都pikir克里特岛舒达pandai mengambil keputusan杨tepat dalam menyikapi penyebaran informasi di媒体sosial。