{"title":"Analisis Pertunjukan Randai Puti Mayangtaurai Di Nagari Andaleh Baruah Bukik","authors":"Putri Arjulita","doi":"10.26887/CARTJ.V2I2.1461","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Randai Puti Mayang Taurai merupakan salah satu kelompok randai yang ada di Kenagarian Andaleh Baruah Bukik, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, yang terus menunjukan eksistensinya dalam berkesenian. Sebagai sebuah produk budaya kesenian yang dihasilkan masyarakat nagari Andaleh Baruah Bukik yang terlahir dari fenomena kehidupan sosial masyarakat setempat, diangkat ke dalam sebuah bentuk drama. Drama ini, mengisahkan tentang pengingkaran janji sumpah setia Puti Mayang Taurai diucapkan kepada Sutan Rajo Gagah kekasihnya. Janji sumpah setia atas nama Tuhan yang mereka ikrarkan dilakukan sebelum Sutan Rajo Gagah yang akan pergi merantau ke tanah Jambi. Bagi yang melanggar mengakibatkan Mayang Taurai akan menjadi pohon anau (aren), sedangkan Sutan Rajo Gagah akan menjadi pohon sampia (batang pohon yang mirip dengan pohon aren). Mayang Taurai menjadi pohon anau karena tidak bisa menempati janji sumpah setia pada Sutan Rajo Gagah, disebabkan dia dipaksa menikah oleh bapaknya dengan anak pamannya bernama Sutan Pemuncak Alam, dalam perkawinan di Minangkabau disebut “Pulang Ka Bako”. Penelitian ini memakai teori struktur dan tekstur drama oleh Kernodle. Teori yang dikemukakan Kernodle adalah sebuah nilai dramatik, sebagai langkah dalam menganalisis drama. Analisis terdiri dari plot, karakter, tema, dialog, musik dan spektakel.","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-11-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Creativity And Research Theatre Journal","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.26887/CARTJ.V2I2.1461","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Randai Puti Mayang Taurai merupakan salah satu kelompok randai yang ada di Kenagarian Andaleh Baruah Bukik, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, yang terus menunjukan eksistensinya dalam berkesenian. Sebagai sebuah produk budaya kesenian yang dihasilkan masyarakat nagari Andaleh Baruah Bukik yang terlahir dari fenomena kehidupan sosial masyarakat setempat, diangkat ke dalam sebuah bentuk drama. Drama ini, mengisahkan tentang pengingkaran janji sumpah setia Puti Mayang Taurai diucapkan kepada Sutan Rajo Gagah kekasihnya. Janji sumpah setia atas nama Tuhan yang mereka ikrarkan dilakukan sebelum Sutan Rajo Gagah yang akan pergi merantau ke tanah Jambi. Bagi yang melanggar mengakibatkan Mayang Taurai akan menjadi pohon anau (aren), sedangkan Sutan Rajo Gagah akan menjadi pohon sampia (batang pohon yang mirip dengan pohon aren). Mayang Taurai menjadi pohon anau karena tidak bisa menempati janji sumpah setia pada Sutan Rajo Gagah, disebabkan dia dipaksa menikah oleh bapaknya dengan anak pamannya bernama Sutan Pemuncak Alam, dalam perkawinan di Minangkabau disebut “Pulang Ka Bako”. Penelitian ini memakai teori struktur dan tekstur drama oleh Kernodle. Teori yang dikemukakan Kernodle adalah sebuah nilai dramatik, sebagai langkah dalam menganalisis drama. Analisis terdiri dari plot, karakter, tema, dialog, musik dan spektakel.