Eksplorasi Perilaku Bullying Di Pesantren

Zidni Nuris Yuhbaba
{"title":"Eksplorasi Perilaku Bullying Di Pesantren","authors":"Zidni Nuris Yuhbaba","doi":"10.36858/jkds.v7i1.143","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Perilaku bullying sering terjadi di kalangan remaja saat ini, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di lingkungan pesantren yang merupakan tempat pendidikan ilmu agama. Dampak dari perilaku bullying ini dapat mengganggu kesehatan jiwa remaja, terutama bagi para korbannya. Dampak yang dialami diantaranya ketakutan, perasaan malu, tertekan, sedih dan cemas. Dampak secara fisik juga dirasakan oleh para korban bully, seperti bengkak, terluka, sulit tidur, nafsu makan menurun. Penelitian ini bertujun untuk mengeksplorasi pengalaman korban bully dipesantren. Mengeksplorasi pemahaman santri tentang bullying, bentuk bullying yang dialami, penyebab, pelaku dan akibat yang dirasakan. Desain peneleitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif. Penelitian dilakukan di salah satu pesantren di Jember. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam selama 30-60 menit menggunakan alat perekam. Partisipan berjumlah 5 orang yang dipilih dengan metode purposive sampling dengan kriteria adalah santri yang pernah mengalami bullying, tinggal di pesantren minimal 1 tahun, mampu menceritakan pengalaman dan bersedia menjadi partisipan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa partisipan memahami bullying sebagai kekerasan, bentuk bullying yng dialami berupa physical bullying, verbal bullying dan sosial bullying. Pelaku adalah senior dan juga teman sebaya, dikarenakan adanya persaingan, keinginan untuk diakui, keisengan dan kurangnya perhatian pengasuh pesantren. Dampak yang dirasakan partisipan berupa terluka secara fisik, perasaan tidak nyaman, sedih, ketakutan, cemas sehingga berkeinginan untuk berhenti atau keluar dari pesantren. Kasus bullying yang terjadi di lingkungan pesantren mengakibatkan dampak buruk bagi korban dalam perkembangan bio-psiko- dan sosial sang korban. Pihak pesantren dan orang tua perlu memberikan perhatian khusus pada para santri, dan memberikan pemahaman lebih mendalam bagaimana cara mengatasi bullying di pesantren.","PeriodicalId":385095,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan dr. Soebandi","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-04-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"3","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Kesehatan dr. Soebandi","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.36858/jkds.v7i1.143","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 3

Abstract

Perilaku bullying sering terjadi di kalangan remaja saat ini, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di lingkungan pesantren yang merupakan tempat pendidikan ilmu agama. Dampak dari perilaku bullying ini dapat mengganggu kesehatan jiwa remaja, terutama bagi para korbannya. Dampak yang dialami diantaranya ketakutan, perasaan malu, tertekan, sedih dan cemas. Dampak secara fisik juga dirasakan oleh para korban bully, seperti bengkak, terluka, sulit tidur, nafsu makan menurun. Penelitian ini bertujun untuk mengeksplorasi pengalaman korban bully dipesantren. Mengeksplorasi pemahaman santri tentang bullying, bentuk bullying yang dialami, penyebab, pelaku dan akibat yang dirasakan. Desain peneleitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif. Penelitian dilakukan di salah satu pesantren di Jember. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam selama 30-60 menit menggunakan alat perekam. Partisipan berjumlah 5 orang yang dipilih dengan metode purposive sampling dengan kriteria adalah santri yang pernah mengalami bullying, tinggal di pesantren minimal 1 tahun, mampu menceritakan pengalaman dan bersedia menjadi partisipan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa partisipan memahami bullying sebagai kekerasan, bentuk bullying yng dialami berupa physical bullying, verbal bullying dan sosial bullying. Pelaku adalah senior dan juga teman sebaya, dikarenakan adanya persaingan, keinginan untuk diakui, keisengan dan kurangnya perhatian pengasuh pesantren. Dampak yang dirasakan partisipan berupa terluka secara fisik, perasaan tidak nyaman, sedih, ketakutan, cemas sehingga berkeinginan untuk berhenti atau keluar dari pesantren. Kasus bullying yang terjadi di lingkungan pesantren mengakibatkan dampak buruk bagi korban dalam perkembangan bio-psiko- dan sosial sang korban. Pihak pesantren dan orang tua perlu memberikan perhatian khusus pada para santri, dan memberikan pemahaman lebih mendalam bagaimana cara mengatasi bullying di pesantren.
探索在寄宿学校欺凌行为
欺凌行为往往发生在今天的年轻人中,不仅在学校里,而且在宗教科学教育的寄宿学校里。这种欺凌行为的影响可能会损害年轻人的精神健康,尤其是对受害者。它的影响包括恐惧、羞愧、沮丧、悲伤和焦虑。欺凌的受害者也受到身体上的影响,如肿胀、受伤、失眠、食欲不振等。这项研究旨在探讨欺凌受害者在时尚界的经验。探索santri对欺凌的理解,所经历的欺凌的形式,原因,行凶者和后果。研究人员采用的研究方法是定性的,具有解释性的现象学方法。研究是在九月的一个寄宿学校进行的。数据检索使用深度面试技术30-60分钟使用录音设备。通过标准采样方法挑选的5名参与者是遭受欺凌的3名学生,他们至少在寄宿学校呆了1年,能够讲述自己的经历并愿意参与其中。研究结果表明,参与者理解欺凌是一种暴力形式,一种生理欺凌,一种口头欺凌和一种社会欺凌。肇事者是一个资深的和同龄人,因为竞争,渴望被承认,懒惰和缺乏保姆寄宿学校的关注。参与者受到身体伤害、不舒服、悲伤、恐惧和焦虑的影响,他们想要停止或退出寄宿学校。寄宿学校环境发生的欺凌事件对受害者的生物精神和社会发展产生了负面影响。寄宿学校和家长需要特别关注santri,并提供更深入的了解如何处理寄宿学校的欺凌。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信