{"title":"Metode Pembinaan Akhlak Anak Usia Sekolah Dasar Oleh Orangtua Pada Masa New Normal Di Jorong Gaduang Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Solok","authors":"Delfita Mutiara, Iswantir Iswantir","doi":"10.31004/anthor.v1i1.5","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa pada saat ini di Jorong Gaduang ketika anak dalam proses pendidikan di rumah atau dalam masa pendidikan masa new normal. Pembinaan akhlak di rumah terindikasi terdapat metode dari sebagian orangtua di Jorong Gaduang dalam pembinaan akhlak anak kurang. Kurang optimalnya metode pembinaan akhlak yang diberikan orangtua tersebut seperti orangtua tidak memberikan keteladanan yang baik dirumah. Selain itu orangtua juga tidak memberikan perhatian atau pengawasan terhadap penggunaan gadget danpergaulan teman sebaya anak. Kemudian juga terdapat orangtua yang tidak memberikannasehat dan hukuman kepada anak ketika melakukan kesalahan. Jenis penelitian ini adalahpenelitian yang bersifat lapangan (field research), dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Daripenelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa orangtua telah membinaakhlak anak usia sekolah dasar dengan berbagai metode yaitu metode keteladanan, metodepembiasaan, metode nasehat, metode hukuman dan metode perhatian. Selain menerapkan ke 5metode tersebut pada masa new normal ini orangtua juga menerapkan metode pemberianhadiah dan metode cerita dalam membina akhlak anak. Walaupun orangtua sudah melaksanakan metode pembinaan akhlak seoptimal mungkin, namun dalam masa new normal ini masih terdapat anak usia sekolah dasar (SD) yang berperilaku tidak baik disebabkan karenaterdapat beberapa kendala orangtua dalam membina akhlak selama masa new normal yaitu: a) tanggungjawab orangtua pada anak selama belajar dirumah kurang yaitu adanya keterbatasan waktu. b) Orangtua kesulitan dalam mengontrol penggunaan media online yaitu penggunaan gadget. c) Kesulitan orangtua dalam mengontrol pergaulan anak dengan teman sebaya sehingga menyebabkan anak lebih banyak bermain daripada belajar, beribadah dan membantu orangtua.","PeriodicalId":286925,"journal":{"name":"ANTHOR: Education and Learning Journal","volume":"26 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-02-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"ANTHOR: Education and Learning Journal","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31004/anthor.v1i1.5","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa pada saat ini di Jorong Gaduang ketika anak dalam proses pendidikan di rumah atau dalam masa pendidikan masa new normal. Pembinaan akhlak di rumah terindikasi terdapat metode dari sebagian orangtua di Jorong Gaduang dalam pembinaan akhlak anak kurang. Kurang optimalnya metode pembinaan akhlak yang diberikan orangtua tersebut seperti orangtua tidak memberikan keteladanan yang baik dirumah. Selain itu orangtua juga tidak memberikan perhatian atau pengawasan terhadap penggunaan gadget danpergaulan teman sebaya anak. Kemudian juga terdapat orangtua yang tidak memberikannasehat dan hukuman kepada anak ketika melakukan kesalahan. Jenis penelitian ini adalahpenelitian yang bersifat lapangan (field research), dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Daripenelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa orangtua telah membinaakhlak anak usia sekolah dasar dengan berbagai metode yaitu metode keteladanan, metodepembiasaan, metode nasehat, metode hukuman dan metode perhatian. Selain menerapkan ke 5metode tersebut pada masa new normal ini orangtua juga menerapkan metode pemberianhadiah dan metode cerita dalam membina akhlak anak. Walaupun orangtua sudah melaksanakan metode pembinaan akhlak seoptimal mungkin, namun dalam masa new normal ini masih terdapat anak usia sekolah dasar (SD) yang berperilaku tidak baik disebabkan karenaterdapat beberapa kendala orangtua dalam membina akhlak selama masa new normal yaitu: a) tanggungjawab orangtua pada anak selama belajar dirumah kurang yaitu adanya keterbatasan waktu. b) Orangtua kesulitan dalam mengontrol penggunaan media online yaitu penggunaan gadget. c) Kesulitan orangtua dalam mengontrol pergaulan anak dengan teman sebaya sehingga menyebabkan anak lebih banyak bermain daripada belajar, beribadah dan membantu orangtua.