C. Shepherd, L. Gomez, Biofagri A. Rachmayuningtyas
{"title":"The illegal trade of the Sumatran serow Capricornis sumatraensis sumatraensis for traditional medicine in Indonesia","authors":"C. Shepherd, L. Gomez, Biofagri A. Rachmayuningtyas","doi":"10.33751/injast.v3i2.6018","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Mainland serow are in decline in Southeast Asia with poaching for illegal trade being a major driver. In Indonesia, where this species is found only on the island of Sumatra, the illegal wildlife trade is widespread and impacts numerous species and it is therefore not surprising to find serow in trade. Using seizure and prosecution data from 2014 to 2021, a total of 13 seizure records were obtained, involving an estimated minimum of 32 mainland serow (Capricornis sumatraensis). While legislation is in place in Indonesia to protect serow from poaching and illegal trade, meaningful penalties are seldom handed down. In an absence of effective deterrents, illegal trade will continue to be a threat to the conservation of this species.Kambing hutan daratan utama mengalami penurunan di Asia Tenggara yang mana perburuan untuk perdagangan ilegal menjadi pendorong utama. Di Indonesia, di mana spesies ini hanya ditemukan di Pulau Sumatra, perdagangan satwa liar secara ilegal terjadi dimana-mana dan berdampak pada banyak spesies, oleh karena itu tidak mengherankan jika ditemukan kambing hutan dalam perdagangan ilegal tersebut. Dengan menggunakan data penyitaan dan penuntutan mulai tahun 2014 hingga 2021, diperoleh total 13 catatan penyitaan, dengan perkiraan minimal terdapat 32 ekor kambing hutan (Capricornis sumatraensis). Meski undang-undang telah ada di Indonesia untuk melindungi kambing hutan dari perburuan dan perdagangan ilegal, namun hukuman yang dijatuhkan jarang sepadan. Tanpa adanya pencegahan yang efektif, perdagangan ilegal akan terus menjadi ancaman bagi upaya pelestarian spesies ini.","PeriodicalId":191982,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Applied Environmental Studies","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-10-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Indonesian Journal of Applied Environmental Studies","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.33751/injast.v3i2.6018","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Abstract
Mainland serow are in decline in Southeast Asia with poaching for illegal trade being a major driver. In Indonesia, where this species is found only on the island of Sumatra, the illegal wildlife trade is widespread and impacts numerous species and it is therefore not surprising to find serow in trade. Using seizure and prosecution data from 2014 to 2021, a total of 13 seizure records were obtained, involving an estimated minimum of 32 mainland serow (Capricornis sumatraensis). While legislation is in place in Indonesia to protect serow from poaching and illegal trade, meaningful penalties are seldom handed down. In an absence of effective deterrents, illegal trade will continue to be a threat to the conservation of this species.Kambing hutan daratan utama mengalami penurunan di Asia Tenggara yang mana perburuan untuk perdagangan ilegal menjadi pendorong utama. Di Indonesia, di mana spesies ini hanya ditemukan di Pulau Sumatra, perdagangan satwa liar secara ilegal terjadi dimana-mana dan berdampak pada banyak spesies, oleh karena itu tidak mengherankan jika ditemukan kambing hutan dalam perdagangan ilegal tersebut. Dengan menggunakan data penyitaan dan penuntutan mulai tahun 2014 hingga 2021, diperoleh total 13 catatan penyitaan, dengan perkiraan minimal terdapat 32 ekor kambing hutan (Capricornis sumatraensis). Meski undang-undang telah ada di Indonesia untuk melindungi kambing hutan dari perburuan dan perdagangan ilegal, namun hukuman yang dijatuhkan jarang sepadan. Tanpa adanya pencegahan yang efektif, perdagangan ilegal akan terus menjadi ancaman bagi upaya pelestarian spesies ini.
由于非法贸易的偷猎,东南亚的大陆犀牛数量正在下降。在印度尼西亚,这种物种只在苏门答腊岛上被发现,非法野生动物贸易很普遍,影响了许多物种,因此在贸易中发现serow并不奇怪。根据2014年至2021年的查获和检控数据,共获得13项查获记录,估计涉及至少32只苏门答腊摩羯。虽然印尼有保护犀牛免受偷猎和非法贸易的立法,但很少出台有意义的惩罚措施。在缺乏有效威慑的情况下,非法贸易将继续对这一物种的保护构成威胁。Kambing hutan daratan utama mengalami penurunan di Asia Tenggara yang mana perburuan untuk perdagangan非法menjadi pendorong utama。Di Indonesia, Di mana species ini handya ditemukan Di Pulau Sumatra, perdagangan satwa liar secara illegal terjadi dimana- mandanberdampak padyak species, oleh karena itu tidak mengherankan jika ditemukan kambing hutan dalam perdagangan illegal tersebut。登干menggunakan资料penyitaan dan penuntutan mulai tahun 2014 hinga 2021,共13个catatan penyitaan,登干perkiraan最小terdapat 32 ekor kambing hutan(苏门答腊摩羯)。我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。Tanpa adanya penegahan yang efektif, perdagangan非法akan terus menjadi和aman bagi upaya巴勒斯坦物种ini。