LOCAL FOOD ENTREPRENEURSHIP: SEBAGAI MODEL PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN BERKELANJUTAN

Kartika Nuringsih, Edalmen Edalmen
{"title":"LOCAL FOOD ENTREPRENEURSHIP: SEBAGAI MODEL PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN BERKELANJUTAN","authors":"Kartika Nuringsih, Edalmen Edalmen","doi":"10.24912/jmieb.v5i2.12143","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), studi ini memiliki relevansi dengan dua sasaran yaitu no poverty dan zero hunger. Hal ini berkaitan dengan kearifan pangan lokal di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta yaitu “Geblek”. Sampai saat ini makanan khas ini masih dapat diterima oleh masyarakat termasuk milenial di Kulon Progo sehingga sejalan dengan kedua aspek tersebut dilakukan studi tentang potensi “Geblek” sebagai local food entrepreneurship di Kulon Progo. Secara umum tujuan studi adalah mengapresiasi aktivitas komersiel maupun kewirausahaan dalam memperkenalkan “Geblek” sebagai makanan lokal sehingga perlu desain strategi pengembangan usaha dengan basis kewirausahaan berkelanjutan. Dengan demikian dilakukan studi literatur serta pengumpulan data bersama narasumber untuk mengidentifikasi atribut dalam analisis SWOT. Hasil studi mendiskripsikan local food entrepreneurship terkait dengan aktivitas komersiel makanan tradisional khas Kabupaten Kulon Progo. Dilakukan analisis potensi pengembangan local food entrepreneurship melalui analisis SWOT masing-masing empat atribut serta dirancang lima strategi pengembangan local food entrepreneurship. Hasil studi sebagai rekomendasi dalam mengkomersilkan makanan lokal melalui model local food entrepreneurship. Apresiasi ini dapat menghidupkan sektor pertanian serta menjaga kesejahteraan seluruh jaringan supply chain di kawasan pedesaan. Hal ini dirasa penting karena mengandung unsur pelestarian tradisi atau kearifan lokal masyarakat Kulon Progo sehingga relevan dengan misi keberlanjutan dengan orientasi pada keseimbangan antara nilai sosial-budaya, lingkungan hidup dan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.","PeriodicalId":102855,"journal":{"name":"Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis","volume":"77 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-10-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24912/jmieb.v5i2.12143","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

Selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), studi ini memiliki relevansi dengan dua sasaran yaitu no poverty dan zero hunger. Hal ini berkaitan dengan kearifan pangan lokal di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta yaitu “Geblek”. Sampai saat ini makanan khas ini masih dapat diterima oleh masyarakat termasuk milenial di Kulon Progo sehingga sejalan dengan kedua aspek tersebut dilakukan studi tentang potensi “Geblek” sebagai local food entrepreneurship di Kulon Progo. Secara umum tujuan studi adalah mengapresiasi aktivitas komersiel maupun kewirausahaan dalam memperkenalkan “Geblek” sebagai makanan lokal sehingga perlu desain strategi pengembangan usaha dengan basis kewirausahaan berkelanjutan. Dengan demikian dilakukan studi literatur serta pengumpulan data bersama narasumber untuk mengidentifikasi atribut dalam analisis SWOT. Hasil studi mendiskripsikan local food entrepreneurship terkait dengan aktivitas komersiel makanan tradisional khas Kabupaten Kulon Progo. Dilakukan analisis potensi pengembangan local food entrepreneurship melalui analisis SWOT masing-masing empat atribut serta dirancang lima strategi pengembangan local food entrepreneurship. Hasil studi sebagai rekomendasi dalam mengkomersilkan makanan lokal melalui model local food entrepreneurship. Apresiasi ini dapat menghidupkan sektor pertanian serta menjaga kesejahteraan seluruh jaringan supply chain di kawasan pedesaan. Hal ini dirasa penting karena mengandung unsur pelestarian tradisi atau kearifan lokal masyarakat Kulon Progo sehingga relevan dengan misi keberlanjutan dengan orientasi pada keseimbangan antara nilai sosial-budaya, lingkungan hidup dan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.
根据可持续发展目标(SDGs),该研究与两个目标之间存在联系,即no贫困和zero饥饿。这关系到日惹库伦普罗戈区“Geblek”的当地食品安全。到目前为止,这种独特的食品仍然可以被社会接受,包括在Progo Kulon的千年文化,因此在这两个方面进行了研究,将“Geblek”作为当地食品刺激在Progo Kulon的生产潜力进行研究。一般研究的目的是欣赏商业活动和创业精神,将“Geblek”作为当地食品引入,因此需要在可持续创业基础上设计业务发展战略。于是进行了文献研究,并与信息源一起收集数据,以确定SWOT分析中的属性。20世纪20世纪20世纪20世纪20世纪20世纪20世纪20世纪20世纪20世纪20世纪20世纪20世纪20世纪20世纪20世纪20世纪20世纪20世纪20世纪通过对四种属性的分析,对当地食物刺激项目的潜在开发进行分析,并设计出五种本地食品刺激策略。研究结果是通过当地食品刺激模式将当地食品商业化的建议。这种欣赏可以为农村地区的农业部门提供动力,并保持整个供应链网络的繁荣。这一点很重要,因为它包含了保护当地传统或谨慎的元素,因此它与可持续性任务有关,对社会文化价值观、环境和农村经济增长之间的平衡定位。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书