VOLATILITAS DAN TRANSMISI HARGA DAGING SAPI DI INDONESIA: STUDI KASUS DI JAKARTA, BANDUNG, SEMARANG DAN SURABAYA

Komalawati, R. W. Asmarantaka, R. Nurmalina, D. Hakim
{"title":"VOLATILITAS DAN TRANSMISI HARGA DAGING SAPI DI INDONESIA: STUDI KASUS DI JAKARTA, BANDUNG, SEMARANG DAN SURABAYA","authors":"Komalawati, R. W. Asmarantaka, R. Nurmalina, D. Hakim","doi":"10.30908/BILP.V15I1.491","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstrak \nDaging sapi merupakan salah satu komoditas strategis dengan harga yang cukup berfluktuasi. Fluktuasi harga daging sapi dapat berpengaruh terhadap produsen, konsumen, dan industri pengolahan daging sapi skala kecil. Besarnya perubahan harga daging sapi yang terjadi di suatu pasar dapat memengaruhi pasar lainnya dan dapat digunakan untuk mengetahui kekuatan suatu pasar. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji volatilitas dan transmisi harga daging sapi di sentra konsumen Jakarta dan sentra produsen Bandung, Semarang dan Surabaya. Data yang digunakan adalah data harian daging sapi. Volatilitas harga harian daging sapi dianalisis dengan menggunakan model GARCH dan transmisi harga dikaji dengan menggunakan model VAR/VECM. Hasil kajian menunjukkan bahwa hanya harga daging sapi Jakarta yang memiliki volatilitas rendah namun persisten dalam jangka panjang. Perubahan harga daging sapi ditransmisikan dua arah dari Jakarta ke Bandung dan Semarang, dan hanya searah dari Jakarta ke Surabaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa upaya stabilisasi harga daging sapi dapat dilakukan dengan menjaga ketersediaan daging sapi baik melalui impor (jangka pendek dan menengah) maupun upaya penyediaan bibit sapi dan sapi potong lokal dalam jangka panjang. Iklim usaha daging sapi yang kompetitif juga diperlukan agar ketidaksesuaian perubahan harga antar pasar dapat dikurangi. \nKata Kunci: Daging Sapi, Volatilitas, GARCH, Vector Auto Regression, Stabilisasi Harga \n  \nAbstract \nBeef is one of the strategic commodities with fairly fluctuating prices. Fluctuations in beef prices could affect producers, consumers, and small-scale beef processing industries. The magnitude of changes in beef prices that occur in a market could affect other markets and could be used to determine the strength of a market. The purpose of this paper is to examine the volatility and transmission of beef prices in the consumer centers of Jakarta and the production centers of Bandung, Semarang and Surabaya. The data used is the daily data of beef. Daily price volatility of beef was analyzed using the GARCH model and price transmission was assessed using the VAR/VECM model. The results of the study show that only Jakarta beef prices have low volatility but are persistent in the long term. Changes in beef prices are transmitted in two directions from Jakarta to Bandung and Semarang, and only in one direction from Jakarta to Surabaya. The results of the analysis show that efforts to stabilize beef prices could be carried out by maintaining the availability of beef either through import (short and medium term) or efforts to provide cattle seeds and local beef cattle in the long term. A competitive beef business climate is also needed so that discrepancies in price changes between markets could be reduced. \nKeywords: Beef, Volatility, GARCH, Vector Auto Regression, Price Stabilisation \nJEL Classification: F12, F13, F15","PeriodicalId":300100,"journal":{"name":"Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan","volume":"49 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.30908/BILP.V15I1.491","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Abstrak Daging sapi merupakan salah satu komoditas strategis dengan harga yang cukup berfluktuasi. Fluktuasi harga daging sapi dapat berpengaruh terhadap produsen, konsumen, dan industri pengolahan daging sapi skala kecil. Besarnya perubahan harga daging sapi yang terjadi di suatu pasar dapat memengaruhi pasar lainnya dan dapat digunakan untuk mengetahui kekuatan suatu pasar. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji volatilitas dan transmisi harga daging sapi di sentra konsumen Jakarta dan sentra produsen Bandung, Semarang dan Surabaya. Data yang digunakan adalah data harian daging sapi. Volatilitas harga harian daging sapi dianalisis dengan menggunakan model GARCH dan transmisi harga dikaji dengan menggunakan model VAR/VECM. Hasil kajian menunjukkan bahwa hanya harga daging sapi Jakarta yang memiliki volatilitas rendah namun persisten dalam jangka panjang. Perubahan harga daging sapi ditransmisikan dua arah dari Jakarta ke Bandung dan Semarang, dan hanya searah dari Jakarta ke Surabaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa upaya stabilisasi harga daging sapi dapat dilakukan dengan menjaga ketersediaan daging sapi baik melalui impor (jangka pendek dan menengah) maupun upaya penyediaan bibit sapi dan sapi potong lokal dalam jangka panjang. Iklim usaha daging sapi yang kompetitif juga diperlukan agar ketidaksesuaian perubahan harga antar pasar dapat dikurangi. Kata Kunci: Daging Sapi, Volatilitas, GARCH, Vector Auto Regression, Stabilisasi Harga   Abstract Beef is one of the strategic commodities with fairly fluctuating prices. Fluctuations in beef prices could affect producers, consumers, and small-scale beef processing industries. The magnitude of changes in beef prices that occur in a market could affect other markets and could be used to determine the strength of a market. The purpose of this paper is to examine the volatility and transmission of beef prices in the consumer centers of Jakarta and the production centers of Bandung, Semarang and Surabaya. The data used is the daily data of beef. Daily price volatility of beef was analyzed using the GARCH model and price transmission was assessed using the VAR/VECM model. The results of the study show that only Jakarta beef prices have low volatility but are persistent in the long term. Changes in beef prices are transmitted in two directions from Jakarta to Bandung and Semarang, and only in one direction from Jakarta to Surabaya. The results of the analysis show that efforts to stabilize beef prices could be carried out by maintaining the availability of beef either through import (short and medium term) or efforts to provide cattle seeds and local beef cattle in the long term. A competitive beef business climate is also needed so that discrepancies in price changes between markets could be reduced. Keywords: Beef, Volatility, GARCH, Vector Auto Regression, Price Stabilisation JEL Classification: F12, F13, F15
印尼牛肉的波动和价格传递:雅加达、万隆、三宝垄和泗水的案例研究
抽象的牛肉是一种战略商品,价格波动很大。牛肉价格的波动可能会影响到小型牛肉生产商、消费者和加工行业。市场上牛肉价格的巨大变化可能会影响其他市场,并可能用来了解市场的力量。本研究旨在审查雅加达消费者中心和万隆、三宝垄和泗水生产商对牛肉价格的波动和传播。所使用的数据是牛肉的每日数据。使用GARCH模型进行分析,使用VAR/VECM进行分析,分析价格波动。这项研究表明,只有雅加达牛肉价格较低,但持续时间较长。牛肉价格的变化从雅加达到万隆和三宝垄是双向的,从雅加达到泗水。分析结果表明,稳定牛肉价格的努力可以通过进口(短期和中短期)以及长期供应当地牛肉和牛肉的努力来实现。竞争激烈的牛肉商业气候也需要减少市场间价格变化不一致。关键词:牛肉、波动、GARCH、Vector自动回归、Abstract牛肉稳定是公平波动价格的一个策略组合。牛肉价格下跌可能会影响农产品、顾客和牛肉酱产业。市场上发生的变化的好处可能会影响到其他市场,并将用于确定市场的力量。这篇论文的目的是在雅加达消费者中心和万隆、三宝垄和泗水的生产中心研究牛肉的挥发性和变性。使用的数据是牛肉日报。每日牛肉的波动分析使用了GARCH模型和price transmission是评估用VAR/VECM模型。研究表明,只有雅加达牛肉价格不稳定,但长期存在。在牛肉价格中心的变化是双向的,从雅加达到万隆和三宝垄,只有一个方向从雅加达到泗水。分析结果表明,牛肉的稳定性所带来的好处可以通过进口或长期供应牛的种子和当地牛肉的好处来考虑。竞争对手商业气候也需要这样的价格变化变化的可行性。Keywords:牛肉,易挥发性,GARCH, Vector Auto Regression, Price稳定JEL古典技术:F12, F13, F15
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书