{"title":"Etnobotani Masyarakat Desa Tanjung Belit Kabupaten Kampar Provinsi Riau","authors":"Ridho Chandra, Eno Suwarno, Eni Suhesti","doi":"10.31849/jurkim.v2i1.9157","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"The people of Tanjung Belit Village are one of the ethnic Malays who live on the edge of the forest. They still use plants from the forest and the surrounding environment for their daily needs. The purpose of this research is to inventory and describe the entnobotany of the Tanjung Belit Village community. The research method used is interviews, distribution of questionnaires, and observation. The results of the study found that 215 types of plants were used by the people of Tanjung Belit Village for various purposes. The highest utilization was for medicinal ingredients as much as 43.9%, followed by food-producing plants as much as 19.1%, and the least was for natural pesticides and toxic substances, namely 1.7%. \nAbstrak \nMasyarakat Desa Tanjung Belit merupakan salah satu etnis Melayu yang tinggal di pinggir hutan. Mereka masih memanfaatkan tumbuh-tumbuhan dari hutan dan lingkungan sekitarnya untuk keperluan hidup sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk menginventarisasi dan mendeskripsikan entnobotani masyarakat Desa Tanjung Belit. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara, pembagian quisioner, dan observasi. Hasil penelitian menemukan 215 jenis tumbuhan digunakan oleh masyarakat Desa Tanjung Belit untuk berbagai keperluan. Pemanfaatan terbanyak adalah untuk bahan obat sebanyak 43.9%, diikuti dengan tumbuhan penghasil pangan sebanyak 19.1%, dan yang paling sedikit adalah untuk pestisida alami dan bahan racun yaitu 1.7%.","PeriodicalId":241508,"journal":{"name":"Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM)","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-01-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM)","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31849/jurkim.v2i1.9157","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
The people of Tanjung Belit Village are one of the ethnic Malays who live on the edge of the forest. They still use plants from the forest and the surrounding environment for their daily needs. The purpose of this research is to inventory and describe the entnobotany of the Tanjung Belit Village community. The research method used is interviews, distribution of questionnaires, and observation. The results of the study found that 215 types of plants were used by the people of Tanjung Belit Village for various purposes. The highest utilization was for medicinal ingredients as much as 43.9%, followed by food-producing plants as much as 19.1%, and the least was for natural pesticides and toxic substances, namely 1.7%.
Abstrak
Masyarakat Desa Tanjung Belit merupakan salah satu etnis Melayu yang tinggal di pinggir hutan. Mereka masih memanfaatkan tumbuh-tumbuhan dari hutan dan lingkungan sekitarnya untuk keperluan hidup sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk menginventarisasi dan mendeskripsikan entnobotani masyarakat Desa Tanjung Belit. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara, pembagian quisioner, dan observasi. Hasil penelitian menemukan 215 jenis tumbuhan digunakan oleh masyarakat Desa Tanjung Belit untuk berbagai keperluan. Pemanfaatan terbanyak adalah untuk bahan obat sebanyak 43.9%, diikuti dengan tumbuhan penghasil pangan sebanyak 19.1%, dan yang paling sedikit adalah untuk pestisida alami dan bahan racun yaitu 1.7%.
Tanjung Belit村的居民是居住在森林边缘的马来人之一。他们仍然使用森林和周围环境中的植物来满足日常需求。本研究的目的是清查和描述丹戎贝利特村社区的植物群落。本研究采用访谈法、问卷法和观察法。研究结果发现,Tanjung Belit村的人们将215种植物用于各种目的。药用成分利用率最高,为43.9%,食用植物次之,为19.1%,天然农药和有毒物质利用率最低,为1.7%。【摘要】【摘要】【概要】【概要】【概要】【概要】【概要】【概要】【概要】【概要】【概要】【概要】【概要】【概要】【概要】【概要】【概要】Mereka masih memanfaatkan tumbuh-tumbuhan dari hutan dan lingkungan sekitarya untuk keperluan hidup sehari-hari。Tujuan penelitian ini untuk menginventarisasan mendeskripsikan entnobotani masyarakat Desa Tanjung Belit。潘巴吉安主教,丹。瓦万卡拉。Hasil penelitian menemukan 215 jenis tumbuhan digunakan oleh masyarakat Desa Tanjung Belit untuk berbagai keperluan。pmanfaatan terbanyak adalah untuk bahan obat sebanyak 43.9%, diikuti dengan tumbuhan penghasil pangan sebanyak 19.1%, dan yang paling sedikit adalah untuk pestisida alami dan bahan racun yitu 1.7%。