Efektifitas Terapi Slow Deep Breathing Terhadap Tingkat Keparahan Asma di Ruang Mawar RSUD. Dr. R. Koesma Tuban

Kusno Ferianto
{"title":"Efektifitas Terapi Slow Deep Breathing Terhadap Tingkat Keparahan Asma di Ruang Mawar RSUD. Dr. R. Koesma Tuban","authors":"Kusno Ferianto","doi":"10.36858/jkds.v7i2.144","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Asma bronkial adalah kelainan yang berupa inflamasi kronik saluran pernafasan yang menyebabkan hiperaktivitas bronkus terhadap berbagai rangsangan. Data prevalensi berdasarkan rekam medis di RSUD dr. R . Koesma Tuban jumlah pasien asma sepanjang 2018/2019 mencapai 131 pasien asma. Upaya yang dilakukan dalam tingkat keparahan asma selain pengendalian faktor pemicu adalah dengan cara pemberian terapi napas slow deep breathing sebagai terapi tambahan asma dengan menggunakan alat peak flow meter. Tujuan dari penelitian ini adalah menurunkan tingkat keparahan asma pada penderita asma bronkial persisten berat di Ruang Mawar RSUD dr. R Koesma Tuban. \n            Jenis penelitian ini adalah Quasy Ekspeimental dengan rancangan pretest-posttest with control group. Sampel diambil menggunakan systematic random samplin \nAsma bronkial adalah kelainan yang berupa inflamasi kronik saluran pernafasan yang menyebabkan hiperaktivitas bronkus terhadap berbagai rangsangan. Data prevalensi berdasarkan rekam medis di RSUD dr. R . Koesma Tuban jumlah pasien asma sepanjang 2018/2019 mencapai 131 pasien asma. Upaya yang dilakukan dalam tingkat keparahan asma selain pengendalian faktor pemicu adalah dengan cara pemberian terapi napas slow deep breathing sebagai terapi tambahan asma dengan menggunakan alat peak flow meter. Tujuan dari penelitian ini adalah menurunkan tingkat keparahan asma pada penderita asma bronkial persisten berat di Ruang Mawar RSUD dr. R Koesma Tuban. \n            Jenis penelitian ini adalah Quasy Ekspeimental dengan rancangan pretest-posttest with control group. Sampel diambil menggunakan systematic random sampling dengan jumlah 28 responden meliputi 14 responden kelompok eksperimen dan 14 responden kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan dengan menggunakan lembar observasi. Analisa data penelitian menggunakan Uji Mann Whitney. \n            Hasil Uji Mann Whitney didapatkan hasil Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,002 dimana 0,002 < 0,05 maka H1 diterima H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi slow deep breathing terhadap tingkat keparahan asma pada pasien asma. \n            Dapat disimpulkan bahwa terapi slow deep breathing mempunyai pengaruh dalam penurunan tingkat keparahan asma pada pasien asma. Dengan demikian terapi slow deep breathing dapat digunakan sebagai terapi tambahan yang efektif untuk mengurangi tingkat keparahan asma selain dengan terapi farmakologi. \ng dengan jumlah 28 responden meliputi 14 responden kelompok eksperimen dan 14 responden kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan dengan menggunakan lembar observasi. Analisa data penelitian menggunakan Uji Mann Whitney. \n            Hasil Uji Mann Whitney didapatkan hasil Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,002 dimana 0,002 < 0,05 maka H1 diterima H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi slow deep breathing terhadap tingkat keparahan asma pada pasien asma. \n            Dapat disimpulkan bahwa terapi slow deep breathing mempunyai pengaruh dalam penurunan tingkat keparahan asma pada pasien asma. Dengan demikian terapi slow deep breathing dapat digunakan sebagai terapi tambahan yang efektif untuk mengurangi tingkat keparahan asma selain dengan terapi farmakologi.","PeriodicalId":385095,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan dr. Soebandi","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-11-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Kesehatan dr. Soebandi","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.36858/jkds.v7i2.144","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Asma bronkial adalah kelainan yang berupa inflamasi kronik saluran pernafasan yang menyebabkan hiperaktivitas bronkus terhadap berbagai rangsangan. Data prevalensi berdasarkan rekam medis di RSUD dr. R . Koesma Tuban jumlah pasien asma sepanjang 2018/2019 mencapai 131 pasien asma. Upaya yang dilakukan dalam tingkat keparahan asma selain pengendalian faktor pemicu adalah dengan cara pemberian terapi napas slow deep breathing sebagai terapi tambahan asma dengan menggunakan alat peak flow meter. Tujuan dari penelitian ini adalah menurunkan tingkat keparahan asma pada penderita asma bronkial persisten berat di Ruang Mawar RSUD dr. R Koesma Tuban.             Jenis penelitian ini adalah Quasy Ekspeimental dengan rancangan pretest-posttest with control group. Sampel diambil menggunakan systematic random samplin Asma bronkial adalah kelainan yang berupa inflamasi kronik saluran pernafasan yang menyebabkan hiperaktivitas bronkus terhadap berbagai rangsangan. Data prevalensi berdasarkan rekam medis di RSUD dr. R . Koesma Tuban jumlah pasien asma sepanjang 2018/2019 mencapai 131 pasien asma. Upaya yang dilakukan dalam tingkat keparahan asma selain pengendalian faktor pemicu adalah dengan cara pemberian terapi napas slow deep breathing sebagai terapi tambahan asma dengan menggunakan alat peak flow meter. Tujuan dari penelitian ini adalah menurunkan tingkat keparahan asma pada penderita asma bronkial persisten berat di Ruang Mawar RSUD dr. R Koesma Tuban.             Jenis penelitian ini adalah Quasy Ekspeimental dengan rancangan pretest-posttest with control group. Sampel diambil menggunakan systematic random sampling dengan jumlah 28 responden meliputi 14 responden kelompok eksperimen dan 14 responden kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan dengan menggunakan lembar observasi. Analisa data penelitian menggunakan Uji Mann Whitney.             Hasil Uji Mann Whitney didapatkan hasil Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,002 dimana 0,002 < 0,05 maka H1 diterima H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi slow deep breathing terhadap tingkat keparahan asma pada pasien asma.             Dapat disimpulkan bahwa terapi slow deep breathing mempunyai pengaruh dalam penurunan tingkat keparahan asma pada pasien asma. Dengan demikian terapi slow deep breathing dapat digunakan sebagai terapi tambahan yang efektif untuk mengurangi tingkat keparahan asma selain dengan terapi farmakologi. g dengan jumlah 28 responden meliputi 14 responden kelompok eksperimen dan 14 responden kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan dengan menggunakan lembar observasi. Analisa data penelitian menggunakan Uji Mann Whitney.             Hasil Uji Mann Whitney didapatkan hasil Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,002 dimana 0,002 < 0,05 maka H1 diterima H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi slow deep breathing terhadap tingkat keparahan asma pada pasien asma.             Dapat disimpulkan bahwa terapi slow deep breathing mempunyai pengaruh dalam penurunan tingkat keparahan asma pada pasien asma. Dengan demikian terapi slow deep breathing dapat digunakan sebagai terapi tambahan yang efektif untuk mengurangi tingkat keparahan asma selain dengan terapi farmakologi.
在玫瑰病房对哮喘严重程度的低呼吸治疗有效。R. Koesma Tuban博士
支气管炎是一种慢性炎症性呼吸道疾病,会导致支气管炎对各种刺激的过度反应。数据的流行程度是根据R博士的医疗记录。长2018/2019年的Koesma Tuban患者总数为131名哮喘患者。除诱发因子控制外,哮喘的严重程度外,采用慢深呼吸疗法作为哮喘吸入工具峰值flow米的辅助治疗方法。这项研究的目的是在玫瑰病房治疗严重支气管炎患者的哮喘严重程度。这类研究是基于qu红外探险与控制组的初步设计。该样本使用支气管炎的随机成分样本支气管炎是一种慢性炎症性呼吸道疾病,导致支气管炎对各种刺激的过度反应。数据的流行程度是根据R博士的医疗记录。长2018/2019年的Koesma Tuban患者总数为131名哮喘患者。除诱发因子控制外,哮喘的严重程度外,采用慢深呼吸疗法作为哮喘吸入工具峰值flow米的辅助治疗方法。这项研究的目的是在玫瑰病房治疗严重支气管炎患者的哮喘严重程度。这类研究是基于qu红外探险与控制组的初步设计。样本采用了一种随机抽样,28名受访者包括14名实验组答辩者和14名控制组答辩者。数据收集是通过观察表进行的。利用曼·惠特尼测验进行研究数据分析。曼·惠特尼的归检结果得到了施肥。Sig. (2-tailed) = 0 . 002的0.002 < 0 . 0 . 05 H1被拒绝,从而推断出低呼吸治疗对哮喘患者严重程度的影响。我们可以得出结论,慢深呼吸治疗可能会影响哮喘患者严重程度的降低。因此,慢深呼吸疗法除了药理学治疗外,还可以作为降低哮喘发病率的有效补充。g的28名受访者包括14名实验组的受访者和14名控制组的受访者。数据收集是通过观察表进行的。利用曼·惠特尼测验进行研究数据分析。曼·惠特尼的归检结果得到了施肥。Sig. (2-tailed) = 0 . 002的0.002 < 0 . 0 . 05 H1被拒绝,从而推断出低呼吸治疗对哮喘患者严重程度的影响。我们可以得出结论,慢深呼吸治疗可能会影响哮喘患者严重程度的降低。因此,慢深呼吸疗法除了药理学治疗外,还可以作为降低哮喘发病率的有效补充。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信