PENINGKATAN EKONOMI PENYANDANG DISABILIAS DI KABUPATEN SITUBONDO MENUJU KABUPATEN INKLUSI RAMAH DISABILITAS

Moh. Gufron, Abdur Rahman
{"title":"PENINGKATAN EKONOMI PENYANDANG DISABILIAS DI KABUPATEN SITUBONDO MENUJU KABUPATEN INKLUSI RAMAH DISABILITAS","authors":"Moh. Gufron, Abdur Rahman","doi":"10.23969/OIKOS.V4I2.2567","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Setiap orang terlahir dengan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kekurangan setiap manusia baik secara fisik maupun non fisik yang dinilai tidak normal disebut dengan istilah penyandang cacat. Secara historis, disabilitas menghadapi hambatan baik struktual maupun sosial yang mengeksklusikan mereka dalam berbagai akses public dan penelitan ini diharapkan dapat memotret eksklusi sosial untuk menciptakan kebijakan pembangunan inklusif. Inklusi ini merupakan berkebalikan dari kondisi eksklusi. Dengan mengkomodasi arti kedua kata tersebut, pembangunan inklusif dapat diartikan sebagi proses pembangunan yang memastikan keterlibatan seluruh kelompok, termasuk marginal,dalam proses pembangunan, disertai adanya rasa memiliki dari setiap elemen masyarakat terhadap proses pembangunan. Kajiana ini dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan informasi melalui studi pustaka, dan telaah data disabilitas dalam Data Tunggal Daerah-Analisa Kependudukan Partisipatif (DTD-AKP). Data disabilitas dipilah berdasarkan indicator dalam pendataan DTD-AKP untuk memunculkan kondisi disabilitas secara komprehensif. Setelah melakukan pengamatan dan telaah terhadap data disabilitas, kemudian dilakukan penelusuran pustaka berupa peraturan, kebijakan, dan program serta refrensi lain yang berhubungan dengan analisis situasi disabilitas. Berdasarkan Data Tunggal Daerah-Analisa Kependudukan Partisipatif (DTD-AKP) Kabupaten Situbondo, disabilitas dibagi kedalam 13 ragam disabilitas. Jumlah disabilitas pada tahun 2018 ialah 11.770 jiwa atau 1,71% dari jumlah total penduduk situbondo sebesar 678.099 jiwa. Dari data tersebut disabilitas usia 0-4 tahun (balita) sekitar 3%. Disabilitas usia 5-17 (anak) sekitar 13%. Disabilitas usia 18-59 (usia produktif angkatan kerja) sekitar 50%. Disabilitas usia diatas 60 tahun (lansia) sekitar 34%. Diatara pembagian usia tersebut proporsi terbesar ditemukan pada usia produktif angkatan kerja sebanyak 50% dari total data keseluruhan data disabilitas di Kabupaten Situbondo. Berdasarkan data disabilitas dalam DTD-AKP tahun 2018 dapat diketahi bahwa kondisis disabilitas masih mengalami eksklusi sosial Oleh karena itu, diperluka penguatan kelembagaan yang multisektor untuk mengatsi eksklusi sosial, sehingga setiap kebijakan, program, kegiatan, dan layanan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Situbondo bias benar-benar inklusi terhadap kelompok/individu disabilitas.","PeriodicalId":301738,"journal":{"name":"OIKOS Jurnal Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-06-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"3","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"OIKOS Jurnal Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.23969/OIKOS.V4I2.2567","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 3

Abstract

Setiap orang terlahir dengan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kekurangan setiap manusia baik secara fisik maupun non fisik yang dinilai tidak normal disebut dengan istilah penyandang cacat. Secara historis, disabilitas menghadapi hambatan baik struktual maupun sosial yang mengeksklusikan mereka dalam berbagai akses public dan penelitan ini diharapkan dapat memotret eksklusi sosial untuk menciptakan kebijakan pembangunan inklusif. Inklusi ini merupakan berkebalikan dari kondisi eksklusi. Dengan mengkomodasi arti kedua kata tersebut, pembangunan inklusif dapat diartikan sebagi proses pembangunan yang memastikan keterlibatan seluruh kelompok, termasuk marginal,dalam proses pembangunan, disertai adanya rasa memiliki dari setiap elemen masyarakat terhadap proses pembangunan. Kajiana ini dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan informasi melalui studi pustaka, dan telaah data disabilitas dalam Data Tunggal Daerah-Analisa Kependudukan Partisipatif (DTD-AKP). Data disabilitas dipilah berdasarkan indicator dalam pendataan DTD-AKP untuk memunculkan kondisi disabilitas secara komprehensif. Setelah melakukan pengamatan dan telaah terhadap data disabilitas, kemudian dilakukan penelusuran pustaka berupa peraturan, kebijakan, dan program serta refrensi lain yang berhubungan dengan analisis situasi disabilitas. Berdasarkan Data Tunggal Daerah-Analisa Kependudukan Partisipatif (DTD-AKP) Kabupaten Situbondo, disabilitas dibagi kedalam 13 ragam disabilitas. Jumlah disabilitas pada tahun 2018 ialah 11.770 jiwa atau 1,71% dari jumlah total penduduk situbondo sebesar 678.099 jiwa. Dari data tersebut disabilitas usia 0-4 tahun (balita) sekitar 3%. Disabilitas usia 5-17 (anak) sekitar 13%. Disabilitas usia 18-59 (usia produktif angkatan kerja) sekitar 50%. Disabilitas usia diatas 60 tahun (lansia) sekitar 34%. Diatara pembagian usia tersebut proporsi terbesar ditemukan pada usia produktif angkatan kerja sebanyak 50% dari total data keseluruhan data disabilitas di Kabupaten Situbondo. Berdasarkan data disabilitas dalam DTD-AKP tahun 2018 dapat diketahi bahwa kondisis disabilitas masih mengalami eksklusi sosial Oleh karena itu, diperluka penguatan kelembagaan yang multisektor untuk mengatsi eksklusi sosial, sehingga setiap kebijakan, program, kegiatan, dan layanan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Situbondo bias benar-benar inklusi terhadap kelompok/individu disabilitas.
每个人生来都有自己的优点和缺点。每个人的生理和非生理缺陷都被称为残疾人。从历史上看,残疾面临着结构和社会障碍,将他们排除在各种公共接触和调查之外,预计将能够拍摄社会排挤政策,以创建包容性发展政策。这个包裹体是一个自我排斥的反作法。通过将这两个词的意思调和起来,包容性的发展可以解释为确保所有群体的参与,包括边缘化的发展过程,以及社会对发展过程的每一个要素的独特性。Kajiana通过文献研究利用信息,在一份参与占领的传播分析中研究可行性数据。残疾数据是根据DTD-AKP参与登记的相关性推导出来的,从而导致全面残疾。在对残疾数据进行观察和研究后,然后搜索与分析残疾情况相关的规则、政策、计划和其他参考资料。单数据传播的党派占领(DTD-AKP),朝鲜朝鲜王朝的残疾被分为13种不同类型的残疾。2018年残疾人数为11770人,即沙本多总人口为678,099人,占总人口的171%。数据显示,年龄为0-4岁(幼儿)的残疾约为3%。5-17岁(儿童)残疾约13%。受薪年龄为18到59岁,约为50%。年龄超过60岁(老年人)残疾约34%。将这一比例最大的年龄划分为劳动力生产年龄,即银行业残疾数据总量的50%。根据2018年dtd
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信