Pola Komunikasi Penduduk Transmigran Jawa Dan Penduduk Lokal Dalam Mengatasi Konflik Lahan Di Maluhu Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara

Annisa Al Hadist, L. Situmorang, Sabir Sabiruddin
{"title":"Pola Komunikasi Penduduk Transmigran Jawa Dan Penduduk Lokal Dalam Mengatasi Konflik Lahan Di Maluhu Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara","authors":"Annisa Al Hadist, L. Situmorang, Sabir Sabiruddin","doi":"10.54144/jsp.v1i1.5","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Transmigrasi adalah salah satu fenomena yang cukup banyak terjadi di Indonesia, termasuk di wilayah Maluhu Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian ini di fokuskan pada beberapa macam pola komunikasi yang dilakukan oleh penduduk transmigran Jawa dan penduduk lokal yakni suku Kutai kedang lampong dalam mengatasi konflik lahan yang terjadi di wilayah tranmigrasi. \nPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan peneliti ini melibatkan 1 (satu) orang sebagai key informant dan 4 (empat) orang sebagai informan pendukung. Adapun Teknik Analisa yang digunakan adalah model analisis interaktif yang terdiri dari tiga hal yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan/verifikasi. \nHasil penelitian ini menunjukan bahwa pola komunikasi sangatlah penting dan berpengaruh dalam mengatasi konflik lahan yang terjadi antara penduduk transmigran Jawa dan penduduk lokal suku Kutai kedang lampong. Ada 3 pola komunikasi yang digunakan yakni pola komunikasi satu arah, dua arah serta multiarah, dan pola komunikasi yang paling banyak membantu untuk mengatasi konflik lahan ini ialah pola komunikasi dua arah. Dalam merespon konflik yang terjadi, penduduk transmigran Jawa dan penduduk lokal suku Kutai kedang lampong banyak menggunakan Obliging (menurut/membantu), Compromising (kompromi) dan juga Integrating (mempersatukan \n ","PeriodicalId":193832,"journal":{"name":"Jurnal Sosial-Politika","volume":"144 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-07-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Sosial-Politika","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.54144/jsp.v1i1.5","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Transmigrasi adalah salah satu fenomena yang cukup banyak terjadi di Indonesia, termasuk di wilayah Maluhu Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian ini di fokuskan pada beberapa macam pola komunikasi yang dilakukan oleh penduduk transmigran Jawa dan penduduk lokal yakni suku Kutai kedang lampong dalam mengatasi konflik lahan yang terjadi di wilayah tranmigrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan peneliti ini melibatkan 1 (satu) orang sebagai key informant dan 4 (empat) orang sebagai informan pendukung. Adapun Teknik Analisa yang digunakan adalah model analisis interaktif yang terdiri dari tiga hal yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola komunikasi sangatlah penting dan berpengaruh dalam mengatasi konflik lahan yang terjadi antara penduduk transmigran Jawa dan penduduk lokal suku Kutai kedang lampong. Ada 3 pola komunikasi yang digunakan yakni pola komunikasi satu arah, dua arah serta multiarah, dan pola komunikasi yang paling banyak membantu untuk mengatasi konflik lahan ini ialah pola komunikasi dua arah. Dalam merespon konflik yang terjadi, penduduk transmigran Jawa dan penduduk lokal suku Kutai kedang lampong banyak menggunakan Obliging (menurut/membantu), Compromising (kompromi) dan juga Integrating (mempersatukan  
移民是印度尼西亚主要发生的现象之一,包括在马鲁胡湾地区的喀塔拉各省。这项研究的重点是爪哇侨民和当地居民Kutai kedang lampong在处理跨移民地区的土地冲突时所表现出的某种交流模式。本研究采用描述性定性方法,采用访谈、观察和文档等数据收集方法。调查资料来源包括1(1)个人是关键线人,4(4)个人是支持线人。至于使用的分析技术,它是一个互动分析模型,由三件事组成:数据还原、数据演示和结论/验证。这项研究表明,沟通模式对应对爪哇移民和当地居民Kutai kedang lampong之间的土地冲突至关重要和重要。有三种交流模式,一种单向、两条方向和多方向的交流模式,以及解决土地冲突最有用的沟通模式是双向交流模式。在应对这场冲突时,爪哇移民和当地居民Kutai kedang lampong部落的许多人使用“倾斜”、妥协和统一
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书