IMPLEMENTASI METODE DIROSATI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL QUR’AN BAGI ANAK USIA DINI (STUDI KASUS DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN PONDOK PESANTREN ANAK AL QODIRI JEMBER)
{"title":"IMPLEMENTASI METODE DIROSATI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL QUR’AN BAGI ANAK USIA DINI (STUDI KASUS DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN PONDOK PESANTREN ANAK AL QODIRI JEMBER)","authors":"Ningsih Mukaromah, Nur Anisah, Bunga Surawijaya","doi":"10.59106/attahsin.v3i1.104","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Membaca al-qur’an adalah suatu amalan yang berguna bagi umat muslim karena dengan membaca al-qur’an seseorang dapat memahami, menghayati dan mengamalkan isi kandungan yang terdapat di dalam al-qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat pentingnya belajar al-Qur’an, maka harus dikenalkan kepada para santri sejak dini karena pada masa kanak-kanak ini terkandung potensi belajar yang kuat dan besar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) bagaimana implementasi metode dirosati? 2) bagaimana bentuk evaluasi? 3) bagaimana kelebihan dan kelemahan?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah ustad dan ustadzah TPQ PP Anak Al-qodiri Jember. Instrumen pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. adapun hasil penelitiannya 1) Implementasi metode dirosati dalam meningkatkan kemampuan membaca al-qur’an bagi anak usia dini adalah a) Individual atau privat. b) Klasikal-individual. c) Klasikal baca simak. d) Media. 2) Bentuk Evaluasi yang digunakan adalah a) Evaluasi formatif. b) Evaluasi sumatif. c) Evaluasi diagnostic. 3) Kelebihan: a) Metode dirosati ini menggunakan CBSA. b) Penyusunannya lebih praktis. c) Memiliki buku ringkasan tajwid, pedoman hafalan dan panduan do'a-do'a sendiri. dan d) Pembinaan dilakukan selama sebulan sekali. Kelemahan a) Kurangnya media pembelajaran. b) Metode dirosati ini sudah jarang digunakan. c) Menyita banyak waktu dan d) Penciptanya sudah mengeluarkan metode baru lagi yaitu 'Allimna.","PeriodicalId":247704,"journal":{"name":"At-tahsin : Jurnal Manajemen Pendidikan","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"At-tahsin : Jurnal Manajemen Pendidikan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.59106/attahsin.v3i1.104","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Membaca al-qur’an adalah suatu amalan yang berguna bagi umat muslim karena dengan membaca al-qur’an seseorang dapat memahami, menghayati dan mengamalkan isi kandungan yang terdapat di dalam al-qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat pentingnya belajar al-Qur’an, maka harus dikenalkan kepada para santri sejak dini karena pada masa kanak-kanak ini terkandung potensi belajar yang kuat dan besar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) bagaimana implementasi metode dirosati? 2) bagaimana bentuk evaluasi? 3) bagaimana kelebihan dan kelemahan?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah ustad dan ustadzah TPQ PP Anak Al-qodiri Jember. Instrumen pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. adapun hasil penelitiannya 1) Implementasi metode dirosati dalam meningkatkan kemampuan membaca al-qur’an bagi anak usia dini adalah a) Individual atau privat. b) Klasikal-individual. c) Klasikal baca simak. d) Media. 2) Bentuk Evaluasi yang digunakan adalah a) Evaluasi formatif. b) Evaluasi sumatif. c) Evaluasi diagnostic. 3) Kelebihan: a) Metode dirosati ini menggunakan CBSA. b) Penyusunannya lebih praktis. c) Memiliki buku ringkasan tajwid, pedoman hafalan dan panduan do'a-do'a sendiri. dan d) Pembinaan dilakukan selama sebulan sekali. Kelemahan a) Kurangnya media pembelajaran. b) Metode dirosati ini sudah jarang digunakan. c) Menyita banyak waktu dan d) Penciptanya sudah mengeluarkan metode baru lagi yaitu 'Allimna.