Ema Waliyanti, Farhah Kamilah, Retha Rizky Fitriansyah
{"title":"Fenomena Perilaku Bullying pada Remaja di Yogyakarta","authors":"Ema Waliyanti, Farhah Kamilah, Retha Rizky Fitriansyah","doi":"10.31000/jiki.v2i1.831","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Latar Belakang: Perilaku bullying yang dilakukan oleh remaja di Indonesia masih menjadisalah satu masalah yang belum teratasi. Tingginya angka kejadian bullying pada remaja memberikan dampak negatif bagi remaja seperti gangguan konsentrasi belajar, penurunan prestasi akademik, harga diri rendah, depresi, bahkan sampai keinginan remaja untuk bunuh diri.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku bullying pada remaja di Yogyakarta.Metodologi: Penelitianan ini menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Partisipan dalam penelitian berjumalah 14 orang yang terdiri dari orang tua, remaja, dan guru yang ditentukan dengan purposive sampling. Keabsahan data dilakukan menggunakan triangulasi metode, sumber, dan peer debriefing. Analisis data menggunakan open code 4.02.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa jenis bullying yang dilakukan remaja di Yogyakarta diantaranya bullying verbal seperti mengejek dan memberikan julukan tidak baik kepada teman. Bullying fisik seperti memukul, menendang, menjambak dan mencubit, kemudian ada juga bullying relasional seperti mengucilkan, mengintimidasi, dan mempermalukan teman di sekolah, serta cyberbullying seperti berkomentar kasar pada media sosial, mengupload foto, dan mengupdate instastory. Perilaku bullying pada remaja tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ajakan teman, keadaan lingkungan di sekitar remaja, riwayat bullying, pengaruh media elektronik dan karakter sasaran serta pelaku bullying.Kesimpulan: Perilaku bullying pada remaja memberikan dampak negatif baik pada pelaku maupun korbannya sehingga membutuhkan perhatian lebih baik bagi pemerintah, sekolah maupun orang tua. Dalam penelitian ini menemukan berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku bullying pada remaja, namun belum bisa mengetahui faktor apa yang paling dominan sehingga diperlukan penelitian dengan menggunakan metode lain untuk mengindentifikasi hal tersebut.Kata Kunci: Perilaku Bullying, Remaja, Yogyakarta","PeriodicalId":404554,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia [JIKI]","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2018-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"9","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia [JIKI]","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31000/jiki.v2i1.831","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 9
Abstract
Latar Belakang: Perilaku bullying yang dilakukan oleh remaja di Indonesia masih menjadisalah satu masalah yang belum teratasi. Tingginya angka kejadian bullying pada remaja memberikan dampak negatif bagi remaja seperti gangguan konsentrasi belajar, penurunan prestasi akademik, harga diri rendah, depresi, bahkan sampai keinginan remaja untuk bunuh diri.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku bullying pada remaja di Yogyakarta.Metodologi: Penelitianan ini menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Partisipan dalam penelitian berjumalah 14 orang yang terdiri dari orang tua, remaja, dan guru yang ditentukan dengan purposive sampling. Keabsahan data dilakukan menggunakan triangulasi metode, sumber, dan peer debriefing. Analisis data menggunakan open code 4.02.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa jenis bullying yang dilakukan remaja di Yogyakarta diantaranya bullying verbal seperti mengejek dan memberikan julukan tidak baik kepada teman. Bullying fisik seperti memukul, menendang, menjambak dan mencubit, kemudian ada juga bullying relasional seperti mengucilkan, mengintimidasi, dan mempermalukan teman di sekolah, serta cyberbullying seperti berkomentar kasar pada media sosial, mengupload foto, dan mengupdate instastory. Perilaku bullying pada remaja tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ajakan teman, keadaan lingkungan di sekitar remaja, riwayat bullying, pengaruh media elektronik dan karakter sasaran serta pelaku bullying.Kesimpulan: Perilaku bullying pada remaja memberikan dampak negatif baik pada pelaku maupun korbannya sehingga membutuhkan perhatian lebih baik bagi pemerintah, sekolah maupun orang tua. Dalam penelitian ini menemukan berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku bullying pada remaja, namun belum bisa mengetahui faktor apa yang paling dominan sehingga diperlukan penelitian dengan menggunakan metode lain untuk mengindentifikasi hal tersebut.Kata Kunci: Perilaku Bullying, Remaja, Yogyakarta