PERAN INSTITUSI-INSTITUSI DALAM PENINGKATAN DEPOSITO BANK SYARIAH INDONESIA

Muhammad Dimas Anugrah, Feri Irawan, Rusdi Hamka Lubis
{"title":"PERAN INSTITUSI-INSTITUSI DALAM PENINGKATAN DEPOSITO BANK SYARIAH INDONESIA","authors":"Muhammad Dimas Anugrah, Feri Irawan, Rusdi Hamka Lubis","doi":"10.32764/izdihar.v2i1.2536","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstrak: \nBank syariah di Indonesia lahir sejak tahun 1992, namun baru cepat pembangunannya sejak tahun 1998, yakni sejak amanden undang-undang perbankan tahun 1992, di dalamnya perlengkapan tentang sistem perbankan Islam di masukkan dalam undang-undang tersebut. Sejak itu bank-bank syariah tumbuh rata-rata 150% per tahun. Bank sentral, yakni bank Indonesia, dan kelompok-kelompok lain di pasar memberikan kontribusi bagi pertumbuhan yang signifikan,hal ini dilakukan melalui program sosialisasi kepada publik. Pada Desember 2003, majelis ulama Indonesia, sebuah lembaga ulama yang independen bertindak sebagai pemberi fatwa untuk produk dan cara beroperasi perbankan Islam, mengeluarkan dekrit bahwa bunga itu haram. Fatwa ini mengarah pada meningkatnya deposito ke Bank-Bank syariah yang begitu cepat. Sekalipun kritik yang keras diluncurkan oleh beberapa intelektual muslim, namun fatwa tersebut menarik perhatian luas dan kesadaran muslim, namun fatwa tersebut menarik perhatian luas dan kesadaran muslim secara umum di Indonesia, itulah yang menyebabkan diskusi tentang pebankan Islam meningkat cepat di setiap daerah dan wilayah inndonesia. Ada dua faktor dibelakang suksesnya bank syariah dalam meningkatkan deposito dari pasar. Selain itu, ada pula faktor-faktor lain yang memberikan sumbangan terhadap keberhasilan ini, seperti sepirit kalangan akademisi yang menemukan alternatif dari sistem ekonomi kapitalistik dan sekuler yang di yakini sebagai penyebab utama krisis ekonomi Indonesia tahun 1997-2003 \nKata Kunci: Peran Institusi, Deposito, Bank Syariah.","PeriodicalId":138030,"journal":{"name":"Izdihar: Jurnal Ekonomi Syariah","volume":"142 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-05-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Izdihar: Jurnal Ekonomi Syariah","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.32764/izdihar.v2i1.2536","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Abstrak: Bank syariah di Indonesia lahir sejak tahun 1992, namun baru cepat pembangunannya sejak tahun 1998, yakni sejak amanden undang-undang perbankan tahun 1992, di dalamnya perlengkapan tentang sistem perbankan Islam di masukkan dalam undang-undang tersebut. Sejak itu bank-bank syariah tumbuh rata-rata 150% per tahun. Bank sentral, yakni bank Indonesia, dan kelompok-kelompok lain di pasar memberikan kontribusi bagi pertumbuhan yang signifikan,hal ini dilakukan melalui program sosialisasi kepada publik. Pada Desember 2003, majelis ulama Indonesia, sebuah lembaga ulama yang independen bertindak sebagai pemberi fatwa untuk produk dan cara beroperasi perbankan Islam, mengeluarkan dekrit bahwa bunga itu haram. Fatwa ini mengarah pada meningkatnya deposito ke Bank-Bank syariah yang begitu cepat. Sekalipun kritik yang keras diluncurkan oleh beberapa intelektual muslim, namun fatwa tersebut menarik perhatian luas dan kesadaran muslim, namun fatwa tersebut menarik perhatian luas dan kesadaran muslim secara umum di Indonesia, itulah yang menyebabkan diskusi tentang pebankan Islam meningkat cepat di setiap daerah dan wilayah inndonesia. Ada dua faktor dibelakang suksesnya bank syariah dalam meningkatkan deposito dari pasar. Selain itu, ada pula faktor-faktor lain yang memberikan sumbangan terhadap keberhasilan ini, seperti sepirit kalangan akademisi yang menemukan alternatif dari sistem ekonomi kapitalistik dan sekuler yang di yakini sebagai penyebab utama krisis ekonomi Indonesia tahun 1997-2003 Kata Kunci: Peran Institusi, Deposito, Bank Syariah.
摘要:印度尼西亚的伊斯兰银行始建于1992年,但自1992年银行业金融体系阿曼登(amanden银行业)以来,它的迅速发展还不到一年。自那以后,伊斯兰银行平均每年增长150%。印度尼西亚央行(federal Bank)和市场上的其他集团为显著增长做出了贡献,这是通过公共社会化计划实现的。2003年12月,印尼书院(印度尼西亚书院)是一个独立的书院,对伊斯兰银行的产品和运作方式发出了法令,规定利息是非法的。这些教令导致伊斯兰银行的存款迅速增加。尽管一些穆斯林知识分子发起了严厉的批评,但该法令吸引了大量的穆斯林关注和意识,但印尼的穆斯林普遍意识也吸引了大量的注意力,这就是为什么在印尼的每一个地区和地区,关于伊斯兰消费的讨论都在迅速增加。伊斯兰银行成功地增加了市场的存款,有两个因素。此外,学者们还为这些成功做出了贡献,他们发现了资本主义和世俗经济体系的替代品,这些体系被认为是1997-2003年印尼经济危机的主要原因:机构、存款、伊斯兰银行的作用。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信