WORKSHOP ECO-BATIK BERBASIS KONSERVASI LOCAL WISDOM BAGI GURU-GURU PAUD/TK DI KOTA JAMBI SEBAGAI UPAYA REVITALISASI BUDAYA BATIK JAMBI

N. Susanti, Nyimas Muazzomi, Indryani Indryani, Aulia Sanova
{"title":"WORKSHOP ECO-BATIK BERBASIS KONSERVASI LOCAL WISDOM BAGI GURU-GURU PAUD/TK DI KOTA JAMBI SEBAGAI UPAYA REVITALISASI BUDAYA BATIK JAMBI","authors":"N. Susanti, Nyimas Muazzomi, Indryani Indryani, Aulia Sanova","doi":"10.22437/jpm.v1i2.11373","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Batik merupakan salah satu warisan budaya leluhur Indonesia yang harus dipertahankan karena memiliki karakter unsur budaya berbasis local wisdom yang sarat akan nilai-nilai sosial dan  spiritual suatu daerah. Pada dahulu kala teknik pengerjaan batik masih bersifat sangat tradisional dengan menggunakan motif lukis dan pewarna alam. Salah satu cara menjaga kelestarian keeksistensian batik agar tidak punah tergerus oleh zaman modernisasi adalah dengan melalui media pendidikan dengan cara memperkenalkan dan memasyarakatkan batik kepada generasi emas sejak dini, sehingga perlu dihidupkan kembali kegiatan membelajarkan budaya membatik. Hal ini bisa diawali dengan dengan memberikan sebentuk pelatihan dan pendampingan bagi guru-guru PAUD yang ada di Kota Jambi. Capaian soft skill dari hasil kegaitan ini adalah terciptanya suatu kreativitas peserta dalam melukis dan memadukan warna batik, memunculkan kecakapan hidup (life skill) dalam seni perbatikan, sikap kesadaran peduli dan cinta lingkungan, menambah pengalaman yang berwawasan lingkungan (social experience) dan tentunya tercipta nya sebuah karya hasil karya para peserta berupa produk batik yang ramah lingkungan karena menggunakan pewarna alam. Sementara untuk capaian jangka panjang berupa publikasi jurnal dan bahan ajar cetak modul tentang Eco-Batik. Karya produk yang dihasilkan berupa batik tulis dengan motif flora dan fauna sesuai tema karakteristik anak TK/PAUD yang ramah lingkungan (Eco-Batik). Pada proses pewarnaannya menggunakan pewarna alam yang berasal dari ekstrak kulit jengkol, buah naga, daun inay, daun suji dan kunyit. Begitu juga pada proses penguncian warna (fiksasi), agar warna kain terlihat tua maka ditambahkan serbuk gambir, air kapur dan tunjung.","PeriodicalId":413161,"journal":{"name":"Jurnal Pengabdian Masyarakat Pinang Masak","volume":"451 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-12-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Pengabdian Masyarakat Pinang Masak","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22437/jpm.v1i2.11373","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Batik merupakan salah satu warisan budaya leluhur Indonesia yang harus dipertahankan karena memiliki karakter unsur budaya berbasis local wisdom yang sarat akan nilai-nilai sosial dan  spiritual suatu daerah. Pada dahulu kala teknik pengerjaan batik masih bersifat sangat tradisional dengan menggunakan motif lukis dan pewarna alam. Salah satu cara menjaga kelestarian keeksistensian batik agar tidak punah tergerus oleh zaman modernisasi adalah dengan melalui media pendidikan dengan cara memperkenalkan dan memasyarakatkan batik kepada generasi emas sejak dini, sehingga perlu dihidupkan kembali kegiatan membelajarkan budaya membatik. Hal ini bisa diawali dengan dengan memberikan sebentuk pelatihan dan pendampingan bagi guru-guru PAUD yang ada di Kota Jambi. Capaian soft skill dari hasil kegaitan ini adalah terciptanya suatu kreativitas peserta dalam melukis dan memadukan warna batik, memunculkan kecakapan hidup (life skill) dalam seni perbatikan, sikap kesadaran peduli dan cinta lingkungan, menambah pengalaman yang berwawasan lingkungan (social experience) dan tentunya tercipta nya sebuah karya hasil karya para peserta berupa produk batik yang ramah lingkungan karena menggunakan pewarna alam. Sementara untuk capaian jangka panjang berupa publikasi jurnal dan bahan ajar cetak modul tentang Eco-Batik. Karya produk yang dihasilkan berupa batik tulis dengan motif flora dan fauna sesuai tema karakteristik anak TK/PAUD yang ramah lingkungan (Eco-Batik). Pada proses pewarnaannya menggunakan pewarna alam yang berasal dari ekstrak kulit jengkol, buah naga, daun inay, daun suji dan kunyit. Begitu juga pada proses penguncian warna (fiksasi), agar warna kain terlihat tua maka ditambahkan serbuk gambir, air kapur dan tunjung.
当地以保护为基础的蜡染保护工作坊,为PAUD/TK在JAMBI镇的教师提供服务,以恢复蜡染JAMBI文化
蜡染是印尼必须保留的祖先的文化遗产之一,因为基于本地智慧的文化性格元素会动荡不安的社会和精神价值观的一个地区。在古代,蜡染技术在使用天然的绘画和染料动机方面仍然是非常传统的。为了防止蜡染的存在被现代化所破坏,有一种方法是通过教育媒介将蜡染技术引入并推广给早期的黄金一代,从而使使化文化恢复活力。这可以从在Jambi镇为PAUD的教师提供培训和辅导开始。软技能成就kegaitan结果是有利于某个参与者的创造力的蜡染绘画和色彩结合,产生艺术的生活(life)技能资格perbatikan环境意识关心和爱的态度,增加环保的(社交体验的体验)当然,参与者创造的一部作品的蜡染产品环保,因为使用天然染料。暂时的长期成就期刊出版物和印刷教材关于Eco-Batik模块。以植物和动物为主题的蜡染作品采用了环保儿童(生态蜡染)的特征主题。在色彩范围使用的自然染料来自提取过程豪厄尔的皮肤,火龙果,inay叶材料和藏红花。锁定的过程也是(固定),使颜色布料看起来老了然后再加上冈比亚的花粉,石灰水tunjung。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书