Analisis Kemandirian Belajar Matematika Pada Siswa Kelas IX SMPN 7 Kota Serang Ditinjau Berdasarkan Gender

Ari Saprizal, Hepsi Nindiasari, S. Syamsuri
{"title":"Analisis Kemandirian Belajar Matematika Pada Siswa Kelas IX SMPN 7 Kota Serang Ditinjau Berdasarkan Gender","authors":"Ari Saprizal, Hepsi Nindiasari, S. Syamsuri","doi":"10.48181/TIRTAMATH.V3I1.8954","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Situasi kehidupan saat ini sudah semakin mengarah pada kehidupan dunia global. Kehidupan yang mengarah pada arus dunia global ini banyak membawa dampak negatif pada masyarakat yang belum siap menerimanya. Oleh karena itu, saat ini masyarakat perlu membentengi dirinya dengan memiliki sikap kemandirian. Seseorang yang mempunyai sikap kemandirian berarti orang tersebut mampu mengontrol dirinya sendiri, bertanggung jawab pada dirinya sendiri tanpa tergantung orang lain. Selain itu seseorang yang memiliki sikap kemandirian juga terlihat dari tindakan yang dilakukannya berdasarkan inisiatifnya sendiri karena dilandasi rasa kepercayaan diri yang dimilikinya. Sikap kemandirian ini sangat penting dimiliki oleh seseorang khususnya para remaja, hal ini dikarenakan para remaja merupakan kelompok yang paling rentan terbawa arus dunia global. Para remaja yang merupakan kelompok paling rentan terbawa arus dunia global, hal ini dikarenakan masa remaja adalah masa pencarian jati diri, oleh karena itu kemandirian seseorang sangat penting dibangun pada masa-masa ini. Kemandirian belajar merupakan salah satu unsur yang penting dalam pembelajaran. Kemandirian menekankan pada aktivitas siswa dalam belajar yang penuh tanggung jawab atas keberhasilan dalam belajar. Siswa yang memiliki kemandirian yang kuat tidak akan mudah menyerah. Sikap kemandirian dapat ditunjukkan dengan adanya kemampuan dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tingkah laku. Dengan adanya perubahan tingkah laku maka siswa juga memiliki peningkatan dalam berfikir, menganggap bahwa dalam belajar harus bisa mandiri tanpa mengandalkan bantuan dari orang lain terus dan juga tidak menggantungkan belajar dari guru saja, tapi belajar juga bisa dari media cetak, elektronik, alam, atau yang lainnya. Mohammad Takdir Ilahi (2012 : 188), sikap mandiri akan membawa anak didik pada sebuah kesuksesan selama menempuh jenjang pendidikan. Di lembaga sekolah, mereka dilatih dan dibina secara mental dan fisik agar menjadi pribadi yang siap berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) pada masa depan dan tentunya diimbangi dengan bekal ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dapat diandalkan untuk membuktikan bahwa anak didik tersebut memiliki potensi. Menurut Sugandi (2013) kemandirian belajar siswa merupakan hal yang turut menentukan berhasilnya pengimplementasian pembelajaran dan turut menentukan pencapaian hasil belajar, hal ini cukup beralasan karena pembelajaran yang menciptakan situasi pemecahan masalah sangat diperlukan kemandirian siswa dalam belajar. Ditambahkan pula menurut Isnaini, dkk (2018) kemandirian belajar adalah kondisi aktifitas belajar siswa yang mandiri tidak tergantung pada orang lain. Dengan kemandirian belajar siswa dapat menilai kemampuan diri sendiri akan memahami, menalar, dan mengerjakan suatu soal atau masalah Pentingnya kemandirian belajar didukung oleh pendapat beberapa pengamat dan praktisi pendidikan. Kemandirian merupakan kemampuan seseorang yang meliputi mengolah informasi, memecahkan masalah, memotivasi dan membuat keputusan (Boekaerts, R. Pintrich, & Zeidner, 2000). Menurut Tandiling menyatakan bahwa kemandirian belajar siswa ikut menentukan keberhasilan belajar matematika siswa. Selain itu, menurut Tahar (2006) juga mengungkapkan bahwa kemandirian merupakan sikap yang mendorong siswa belajar dengan motivasi sendiri, kemampuan mengatur diri sendiri untuk menyelesaikan masalah dan mempertanggung-jawabkan hasil keputusannya. Sedangkan menurut  Yunita, Kohar, & Refnida (2007) kemandirian belajar dapat diasah dengan terlebih dahulu memahami pengetahuan tentang dirinya, subjek yang dipelajari, tugas, strategi belajar, dan penerapan subjek yang dipelajari. Kemandirian belajar yang baik mampu mempengaruhi hasil belajar ke arah yang lebih baik dari pada sebelumnya karena dorongan belajar berasal dari diri siswa. Menurut Sumarmo (2006: 5) dengan kemandirian, siswa cenderung belajar lebih baik, mampu memantau, mengevaluasi, dan mengatur belajarnya secara efektif, menghemat waktu secara efisien, akan mampu mengarahkan dan mengendalikan diri sendiri dalam berfikir dan bertindak, serta tidak merasa bergantung pada orang lain secara emosional. Siswa yang mempunyai kemandirian belajar mampu menganalisis permasalahan yang kompleks, mampu bekerja secara individual maupun bekerja sama dengan kelompok, dan berani mengemukakan gagasan. Kemandirian belajar juga merupakan tugas pendidikan sebagaimana telah dijelaskan dalam UU RI No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasioanal pasal 3 yaitu pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk manusia Indonesia yang bermartabat dalam rangka 3 mencerdasakan kehidupan bangsa. Pendidikan juga bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, kreatif, menjadi warga Negara yang demokratis, bertangung jawab serta mandiri. Penjabaran fungsi pendidikan di atas menyatakan bahwa kemandirian siswa menjadi hal yang penting dan perlu dicapai dalam sebah proses pendidikan, aspek kemandirian yang menjadi tujuan pendidikan tentunya bukan saja kemandirian secara umum, namun juga kemandirian dalam belajar yang merupakan bagian dari pendidikan itu sendiri. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kemandirian pada seseorang menurut Masrun yaitu: usia, jenis kelamin, konsep diri, pendidikan, keluarga, interaksi sosial. Bila ditinjau dari jenis kelamin, tentunya akan ditemukan perbedaan kemandirian antara laki-laki dan perempuan dilihat dari pandangan masyarakat laki-laki lebih mandiri dari perempuan. Perbedaan tersebut karena orang tua dalam meperlakukan anak laki-laki dalam kehidupan sehari-hari, lebih cenderung memberikan perlindungan yang besar terhadap anak perempuan daripada laki-laki, hal inilah yang menyebabkan timbulnya anggapan masyarakat bahwa anak laki-laki lebih mandiri daripada perempuan. Ciri-ciri yang mendasar pada laki-laki dan perempuan menurut Hurlock dalam Windi secara fisik perempuan dan lakilaki berbeda dalam beberapa segi diantaranya dalam segi biologis perempuan memiliki kemampuan untuk mengandung dan melahirkan anak, memiliki tulang pinggul yang lebih besar dan kadar kandungan lemak yang lebih tinggi daripada laki-laki sedangkan laki-laki memiliki tubuh yang lebih kekar dan dada yang bidang, tenaga yang kuat dan otot-otot yang lebih menonjol, Anak perempuan lebih dulu berkembang tetapi setelah menginjak masa remaja, laju pertumbuhan fisik tidak sebesar laki-laki. Laki -laki dan perempuan mempengaruhi perilaku sikap dan peranan yang berbeda di masyarakat seperti laki-laki lebih mandiri, kuat, agresif, dan mampu berkompetisi, tegas dan dominan sedangkan perempuan lebih bergantung, sensitif, keibuan serta bisa menekan dorongan agresif dan seksual kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari terlihat bahwa orang tua maupun masyarakat memperlakukan anak laki-laki berbeda dengan anak perempuan. Perbedaan kemandirian remaja perempuan dan laki-laki tidak hanya didapatkan saat berada di sekolah, namun kemandirian juga bisa di latih di luar sekolah. Kemandirian disekolah berkaitan dengan peraturan yang ada di sekolah serta sistem pengajaran yang ada dapat memberikan perkembangan kemandirian kepada siswa. Menurut informasi yang diperoleh melalui wawancara dengan guru matematika kelas IX SMPN 7 Kota Serang siswa masih memiliki kemandirian belajar cukup rendah. Dijelaskan lebih lanjut siswa cenderung kurang inisiatif dalam belajar ketika menghadapi tugas-tugas baru yang ditugaskan oleh guru matematik. Tidak semua siswa bisa menuntaskan tugas yang diberikan, apalagi disaat kondisi pandemic ini belajar secara online  siswa dituntut untuk mandiri belajar dirumah. Adapun tugas-tugas yang dikerjakan belum diselesaikan dengan baik, beberapa tugas tidak terselesaikan pada umumnya, meskipun sudah ada panduan pengerjaan tugas yang berikan agar mudah dipahami. Dalam pembelajaran online seperti ini dalam pengumpulan tugas hanya 60% yang mengerjakan tepat waktu. Begitu juga saat pembelajaran online dengan media google meet hanya 60% saja siswa yang mengikuti. Saat pembelajaran hanya sedikit siswa yang bertanya tentang materi yang disampaikan oleh guru, namun saat diberikan tugas baru siswa merasa kesulitan mengerjakannya.  Oleh sebab itu peneliti akan melakukan tentang permasalahan kemandirian belajar matematik pada siswa kelas SMPN 7 Kota Serang jika dikaitkan berdasarkan gender .","PeriodicalId":158200,"journal":{"name":"TIRTAMATH: Jurnal Penelitian dan Pengajaran Matematika","volume":"82 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-07-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"TIRTAMATH: Jurnal Penelitian dan Pengajaran Matematika","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.48181/TIRTAMATH.V3I1.8954","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Situasi kehidupan saat ini sudah semakin mengarah pada kehidupan dunia global. Kehidupan yang mengarah pada arus dunia global ini banyak membawa dampak negatif pada masyarakat yang belum siap menerimanya. Oleh karena itu, saat ini masyarakat perlu membentengi dirinya dengan memiliki sikap kemandirian. Seseorang yang mempunyai sikap kemandirian berarti orang tersebut mampu mengontrol dirinya sendiri, bertanggung jawab pada dirinya sendiri tanpa tergantung orang lain. Selain itu seseorang yang memiliki sikap kemandirian juga terlihat dari tindakan yang dilakukannya berdasarkan inisiatifnya sendiri karena dilandasi rasa kepercayaan diri yang dimilikinya. Sikap kemandirian ini sangat penting dimiliki oleh seseorang khususnya para remaja, hal ini dikarenakan para remaja merupakan kelompok yang paling rentan terbawa arus dunia global. Para remaja yang merupakan kelompok paling rentan terbawa arus dunia global, hal ini dikarenakan masa remaja adalah masa pencarian jati diri, oleh karena itu kemandirian seseorang sangat penting dibangun pada masa-masa ini. Kemandirian belajar merupakan salah satu unsur yang penting dalam pembelajaran. Kemandirian menekankan pada aktivitas siswa dalam belajar yang penuh tanggung jawab atas keberhasilan dalam belajar. Siswa yang memiliki kemandirian yang kuat tidak akan mudah menyerah. Sikap kemandirian dapat ditunjukkan dengan adanya kemampuan dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tingkah laku. Dengan adanya perubahan tingkah laku maka siswa juga memiliki peningkatan dalam berfikir, menganggap bahwa dalam belajar harus bisa mandiri tanpa mengandalkan bantuan dari orang lain terus dan juga tidak menggantungkan belajar dari guru saja, tapi belajar juga bisa dari media cetak, elektronik, alam, atau yang lainnya. Mohammad Takdir Ilahi (2012 : 188), sikap mandiri akan membawa anak didik pada sebuah kesuksesan selama menempuh jenjang pendidikan. Di lembaga sekolah, mereka dilatih dan dibina secara mental dan fisik agar menjadi pribadi yang siap berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) pada masa depan dan tentunya diimbangi dengan bekal ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dapat diandalkan untuk membuktikan bahwa anak didik tersebut memiliki potensi. Menurut Sugandi (2013) kemandirian belajar siswa merupakan hal yang turut menentukan berhasilnya pengimplementasian pembelajaran dan turut menentukan pencapaian hasil belajar, hal ini cukup beralasan karena pembelajaran yang menciptakan situasi pemecahan masalah sangat diperlukan kemandirian siswa dalam belajar. Ditambahkan pula menurut Isnaini, dkk (2018) kemandirian belajar adalah kondisi aktifitas belajar siswa yang mandiri tidak tergantung pada orang lain. Dengan kemandirian belajar siswa dapat menilai kemampuan diri sendiri akan memahami, menalar, dan mengerjakan suatu soal atau masalah Pentingnya kemandirian belajar didukung oleh pendapat beberapa pengamat dan praktisi pendidikan. Kemandirian merupakan kemampuan seseorang yang meliputi mengolah informasi, memecahkan masalah, memotivasi dan membuat keputusan (Boekaerts, R. Pintrich, & Zeidner, 2000). Menurut Tandiling menyatakan bahwa kemandirian belajar siswa ikut menentukan keberhasilan belajar matematika siswa. Selain itu, menurut Tahar (2006) juga mengungkapkan bahwa kemandirian merupakan sikap yang mendorong siswa belajar dengan motivasi sendiri, kemampuan mengatur diri sendiri untuk menyelesaikan masalah dan mempertanggung-jawabkan hasil keputusannya. Sedangkan menurut  Yunita, Kohar, & Refnida (2007) kemandirian belajar dapat diasah dengan terlebih dahulu memahami pengetahuan tentang dirinya, subjek yang dipelajari, tugas, strategi belajar, dan penerapan subjek yang dipelajari. Kemandirian belajar yang baik mampu mempengaruhi hasil belajar ke arah yang lebih baik dari pada sebelumnya karena dorongan belajar berasal dari diri siswa. Menurut Sumarmo (2006: 5) dengan kemandirian, siswa cenderung belajar lebih baik, mampu memantau, mengevaluasi, dan mengatur belajarnya secara efektif, menghemat waktu secara efisien, akan mampu mengarahkan dan mengendalikan diri sendiri dalam berfikir dan bertindak, serta tidak merasa bergantung pada orang lain secara emosional. Siswa yang mempunyai kemandirian belajar mampu menganalisis permasalahan yang kompleks, mampu bekerja secara individual maupun bekerja sama dengan kelompok, dan berani mengemukakan gagasan. Kemandirian belajar juga merupakan tugas pendidikan sebagaimana telah dijelaskan dalam UU RI No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasioanal pasal 3 yaitu pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk manusia Indonesia yang bermartabat dalam rangka 3 mencerdasakan kehidupan bangsa. Pendidikan juga bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, kreatif, menjadi warga Negara yang demokratis, bertangung jawab serta mandiri. Penjabaran fungsi pendidikan di atas menyatakan bahwa kemandirian siswa menjadi hal yang penting dan perlu dicapai dalam sebah proses pendidikan, aspek kemandirian yang menjadi tujuan pendidikan tentunya bukan saja kemandirian secara umum, namun juga kemandirian dalam belajar yang merupakan bagian dari pendidikan itu sendiri. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kemandirian pada seseorang menurut Masrun yaitu: usia, jenis kelamin, konsep diri, pendidikan, keluarga, interaksi sosial. Bila ditinjau dari jenis kelamin, tentunya akan ditemukan perbedaan kemandirian antara laki-laki dan perempuan dilihat dari pandangan masyarakat laki-laki lebih mandiri dari perempuan. Perbedaan tersebut karena orang tua dalam meperlakukan anak laki-laki dalam kehidupan sehari-hari, lebih cenderung memberikan perlindungan yang besar terhadap anak perempuan daripada laki-laki, hal inilah yang menyebabkan timbulnya anggapan masyarakat bahwa anak laki-laki lebih mandiri daripada perempuan. Ciri-ciri yang mendasar pada laki-laki dan perempuan menurut Hurlock dalam Windi secara fisik perempuan dan lakilaki berbeda dalam beberapa segi diantaranya dalam segi biologis perempuan memiliki kemampuan untuk mengandung dan melahirkan anak, memiliki tulang pinggul yang lebih besar dan kadar kandungan lemak yang lebih tinggi daripada laki-laki sedangkan laki-laki memiliki tubuh yang lebih kekar dan dada yang bidang, tenaga yang kuat dan otot-otot yang lebih menonjol, Anak perempuan lebih dulu berkembang tetapi setelah menginjak masa remaja, laju pertumbuhan fisik tidak sebesar laki-laki. Laki -laki dan perempuan mempengaruhi perilaku sikap dan peranan yang berbeda di masyarakat seperti laki-laki lebih mandiri, kuat, agresif, dan mampu berkompetisi, tegas dan dominan sedangkan perempuan lebih bergantung, sensitif, keibuan serta bisa menekan dorongan agresif dan seksual kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari terlihat bahwa orang tua maupun masyarakat memperlakukan anak laki-laki berbeda dengan anak perempuan. Perbedaan kemandirian remaja perempuan dan laki-laki tidak hanya didapatkan saat berada di sekolah, namun kemandirian juga bisa di latih di luar sekolah. Kemandirian disekolah berkaitan dengan peraturan yang ada di sekolah serta sistem pengajaran yang ada dapat memberikan perkembangan kemandirian kepada siswa. Menurut informasi yang diperoleh melalui wawancara dengan guru matematika kelas IX SMPN 7 Kota Serang siswa masih memiliki kemandirian belajar cukup rendah. Dijelaskan lebih lanjut siswa cenderung kurang inisiatif dalam belajar ketika menghadapi tugas-tugas baru yang ditugaskan oleh guru matematik. Tidak semua siswa bisa menuntaskan tugas yang diberikan, apalagi disaat kondisi pandemic ini belajar secara online  siswa dituntut untuk mandiri belajar dirumah. Adapun tugas-tugas yang dikerjakan belum diselesaikan dengan baik, beberapa tugas tidak terselesaikan pada umumnya, meskipun sudah ada panduan pengerjaan tugas yang berikan agar mudah dipahami. Dalam pembelajaran online seperti ini dalam pengumpulan tugas hanya 60% yang mengerjakan tepat waktu. Begitu juga saat pembelajaran online dengan media google meet hanya 60% saja siswa yang mengikuti. Saat pembelajaran hanya sedikit siswa yang bertanya tentang materi yang disampaikan oleh guru, namun saat diberikan tugas baru siswa merasa kesulitan mengerjakannya.  Oleh sebab itu peneliti akan melakukan tentang permasalahan kemandirian belajar matematik pada siswa kelas SMPN 7 Kota Serang jika dikaitkan berdasarkan gender .
基于性别的IX SMPN 7级学生的数学自力更生分析
今天的生活状况正不断地导致全球的生活。导致这一全球潮流的生命对那些尚未准备好接受它的社会产生了深远的负面影响。因此,今天的社会需要自力更生。独立意味着一个人能够控制自己,在不依赖他人的情况下对自己负责。此外,一个有自力更生精神的人也表现在他的自信心建立在他的主动行动上。自力更生对个人来说是至关重要的,尤其是年轻人,这是因为年轻人是世界上最脆弱的群体。年轻人是世界上最容易被冲走的群体,这是因为青年是一种自我反省的时期,因此个人的独立性在这一时期是非常重要的。自力更生是学习的一个重要要素。自力更生强调学生的学习活动对学习成功负责。自力更生的学生不会轻易放弃。自力更生可以用行为解决问题的能力来表现。随着行为的变化,学生的思维也有所提高,认为学习必须在不依赖老师的帮助的情况下自力更生,也不单单依赖老师的学习,还可以从印刷、电子、自然或其他方面学习。穆罕默德神的命运(2012:188),自力更生将使学生在教育课程中取得成功。在学校里,他们在精神上和身体上都受到训练和培养,以成为一个为未来做好准备的人,当然,他们被证明是有潜力的可靠的科学和技能所平衡。根据Sugandi(2013),学生学习自力更生是决定学习成绩和学习成绩的因素,这是有充分理由的,因为创造问题解决环境的学习在学习中是学生自力更生所必需的。此外,根据Isnaini, dkk(2018)学习自立是一种独立的学生学习条件,不依赖他人。通过自力更生,学生可以评估自己理解、推理和研究的能力,并在一些观察人士和教育从业者的意见支持下研究自力更生的重要问题或问题。自力更生是一个人的能力,包括处理信息、解决问题、激励和做出决定(博凯茨、R. Pintrich和Zeidner, 2000)。根据Tandiling的说法,学生的自力更生有助于学生的数学成功。此外,塔哈尔(2006)还指出,自力更生是一种鼓励学生以自我激励、自我管理能力、解决问题和对其决定的结果负责的态度。至于Yunita、Kohar和反射(2007),自力更生的学习可以通过首先了解自己的知识、学习对象、任务、学习策略和研究对象的应用来进行。良好的学习自力更生比以往任何时候都更能影响学习结果,因为学习的冲动来自学生。根据Sumarmo(2006: 5)的研究,学生倾向于更好地学习,能够有效地监控、评估和管理他的学习,有效地节省时间,能够指导和控制自己的思想和行为,而不会在情感上依赖他人。自力更生的学生学会分析复杂的问题,能够独立工作或与小组合作,并敢于提出想法。自力更生学习也是一项教育任务,正如2003年第20日的《国家教育制度第三章》中所解释的那样,国家教育制度旨在培养印尼人的能力,塑造有尊严的人,使他们的生活更加充实。教育还旨在培养学生成为全能上帝、高尚、有创造力、民主、负责任和独立的公民的潜力。 上述教育职能的描述指出,学生的自力更生在教育过程中变得至关重要和需要完成,自力更生是教育目的的一个方面,当然不仅仅是一般的自力更生,而且自力更生是教育本身的一部分。根据马鲁伦的说法,有几个因素可以影响一个人的自立:年龄、性别、自我概念、教育、家庭、社会互动。从性别的角度来看,当然,从男性和女性的角度来看,男性和女性之间的独立性是有区别的。这种差异是父母在日常生活中对待男孩的方式,比男孩更倾向于保护女孩,这导致了社会认为男孩比女孩更独立的观点。适用于男性和女性的基本人格特征根据Hurlock妇女和温迪的身体中捏碎了女性在某些方面其中生物方面不同怀孕和生育的能力,拥有更大的臀部骨头和脂肪含量高于男孩,而男孩的水平有更强壮的身体和胸部的领域,强大的力量和肌肉更突出,女孩比男孩先发育,但在青春期后,身体发育的速度不如男孩。他男孩和女孩影响态度和不同的社会角色的行为像个男人更独立、更强壮,咄咄逼人,并且能够竞争,坚定和主导,而女性更依赖,敏感,母性和可以抑制冲动好斗性和事实看起来在日常生活中,家长和社会对待男孩和女孩。年轻女性和男性的自力更生不仅可以在学校获得,而且自力更生也可以在校外进行培训。学校的自力更生与学校的规定和现有的教学系统有关,可以为学生提供自力更生的发展。根据从IX SMPN 7级数学老师的采访中获得的信息,学生们的自力更生学习能力仍然很低。进一步解释说,当学生面对老师布置的新任务时,他们在学习上往往不太主动。并不是所有的学生都能完成作业,尤其是在这种在线学习环境要求学生在家自学的情况下。至于那些未完成的任务,一些任务一般没有完成,尽管有一个任务处理指南,以便于理解。在这样的在线学习中,在收集任务中,只有60%的人按时完成工作。同样,在线学习与谷歌见面只有60%的学生关注。在学习过程中,很少有学生问老师提供的材料,但是当分配给学生一个新任务时,他们发现很难完成。因此,研究人员将在基于性别的基础上对7个城市SMPN班的学生进行数学上的自力更生研究。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信