CELEBRITY PHILANTHROPY: KEDERMAWANAN MUSLIM KELAS MENENGAH DI INDONESIA

Kirana Nur Lyansari
{"title":"CELEBRITY PHILANTHROPY: KEDERMAWANAN MUSLIM KELAS MENENGAH DI INDONESIA","authors":"Kirana Nur Lyansari","doi":"10.22373/al-ijtimaiyyah.v9i1.17871","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstract: This article describes the phenomenon of celebrities involvement in Islamic philanthropy in Indonesia. The author focuses on Peggy Melati Sukma, a celebrity figure who had hijrah (spiritual transformation). She was actor, host and model. However, after hijrah, she was committed to focus on managing Islamic philanthropic. The data of this article are collected from Peggy Melati Sukma’s autobiography books, social media observations (netnography) and joined Peggy Melati Sukma's taklim offline. To analyze this phenomenon, the author uses qualitative research with narrative analysis method. This article finds that celebrity philanthropy tends to take advantage of the Islamic market momentum, combined of piety, happiness and satisfaction, as well as fashion. In contrast to other philanthropic institutions that utilize cultural capital, celebrity philanthropy emphasizes the celebrity popularity or their images to gain the trust of the public. Furthermore, celebrity philanthropy is an alternative choice among the other philanthropic institutions. This research contributes to the Islamic philanthropy discussion in Indonesia, specifically celebrity involvement.Keywords: Covid-19; Philanthropy; Islamic Market; Piety; Celebrity.Abstrak: Artikel ini mendiskripsikan fenomena keterlibatan selebriti dalam kegiatan filantropi Islam di Indonesia. Penulis fokus melihat satu figur selebriti hijrah yaitu Peggy Melati Sukma. Dia sebelumnya berprofesi sebagai pemain sinetron, pembawa acara juga model. Namun setelah hijrah, ia berkomitmen untuk fokus mengelola kegiatan filantropi Islam. Data di artikel ini dikumpulkan dari buku-buku autobiografi, observasi media sosial (netnografi) dan mengikuti taklim Peggy Melati Sukma secara offline. Untuk menganalisis fenomena ini, penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan metode analisis naratif. Artikel ini menemukan bahwa filantropi selebriti cenderung memanfaatkan momentum pasar Islam, bentuk kombinasi antara kesalehan, kebahagiaan dan kepuasan, juga fesyen. Berbeda dengan lembaga filantropi lainnya yang memanfaatkan modal kultural, filantropi selebriti lebih menonjolkan kepopuleran figure atau image selebriti untuk mendapat kepercayaan dari masyarakat. Selain itu, keberadaan filantropi selebrity menjadi pilihan alternatif di antara lembaga filantropi lainnya. Penelitian ini berkontribusi menambah diskusi tentang filantropi Islam di Indonesia, secara khusus mengenai keterlibatan selebriti.Kata Kunci: Covid-19; Filantropi; Pasar Islam; Kesalehan; Selebriti.","PeriodicalId":377305,"journal":{"name":"JURNAL AL-IJTIMAIYYAH","volume":"29 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"JURNAL AL-IJTIMAIYYAH","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v9i1.17871","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Abstract: This article describes the phenomenon of celebrities involvement in Islamic philanthropy in Indonesia. The author focuses on Peggy Melati Sukma, a celebrity figure who had hijrah (spiritual transformation). She was actor, host and model. However, after hijrah, she was committed to focus on managing Islamic philanthropic. The data of this article are collected from Peggy Melati Sukma’s autobiography books, social media observations (netnography) and joined Peggy Melati Sukma's taklim offline. To analyze this phenomenon, the author uses qualitative research with narrative analysis method. This article finds that celebrity philanthropy tends to take advantage of the Islamic market momentum, combined of piety, happiness and satisfaction, as well as fashion. In contrast to other philanthropic institutions that utilize cultural capital, celebrity philanthropy emphasizes the celebrity popularity or their images to gain the trust of the public. Furthermore, celebrity philanthropy is an alternative choice among the other philanthropic institutions. This research contributes to the Islamic philanthropy discussion in Indonesia, specifically celebrity involvement.Keywords: Covid-19; Philanthropy; Islamic Market; Piety; Celebrity.Abstrak: Artikel ini mendiskripsikan fenomena keterlibatan selebriti dalam kegiatan filantropi Islam di Indonesia. Penulis fokus melihat satu figur selebriti hijrah yaitu Peggy Melati Sukma. Dia sebelumnya berprofesi sebagai pemain sinetron, pembawa acara juga model. Namun setelah hijrah, ia berkomitmen untuk fokus mengelola kegiatan filantropi Islam. Data di artikel ini dikumpulkan dari buku-buku autobiografi, observasi media sosial (netnografi) dan mengikuti taklim Peggy Melati Sukma secara offline. Untuk menganalisis fenomena ini, penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan metode analisis naratif. Artikel ini menemukan bahwa filantropi selebriti cenderung memanfaatkan momentum pasar Islam, bentuk kombinasi antara kesalehan, kebahagiaan dan kepuasan, juga fesyen. Berbeda dengan lembaga filantropi lainnya yang memanfaatkan modal kultural, filantropi selebriti lebih menonjolkan kepopuleran figure atau image selebriti untuk mendapat kepercayaan dari masyarakat. Selain itu, keberadaan filantropi selebrity menjadi pilihan alternatif di antara lembaga filantropi lainnya. Penelitian ini berkontribusi menambah diskusi tentang filantropi Islam di Indonesia, secara khusus mengenai keterlibatan selebriti.Kata Kunci: Covid-19; Filantropi; Pasar Islam; Kesalehan; Selebriti.
摘要:本文描述了名人参与印尼伊斯兰慈善事业的现象。作者主要讲述了经历了心灵转变的名人佩吉·梅拉蒂·苏克玛的故事。她是演员、主持人和模特。然而,在海吉拉之后,她致力于管理伊斯兰慈善事业。本文的数据来源于Peggy Melati Sukma的自传书籍、社交媒体观察(netnography)以及线下加入Peggy Melati Sukma的taklim。为了分析这一现象,作者采用了定性研究和叙事分析的方法。本文发现,名人慈善倾向于利用伊斯兰市场的势头,将虔诚、幸福和满足以及时尚结合起来。与其他利用文化资本的慈善机构相比,名人慈善更强调名人的知名度或形象,以获得公众的信任。此外,名人慈善是其他慈善机构的另一种选择。这项研究有助于印度尼西亚的伊斯兰慈善讨论,特别是名人参与。关键词:Covid-19;慈善事业;伊斯兰市场;虔诚的;名人。摘要:印度尼西亚的Artikel - ini mendiskripsikan现象keterlibatan selebriti dalam kegiatan and filantropi Islam . di Indonesia。Penulis的焦点是“美利美”,她的形象是“英国人”佩吉·梅拉蒂·苏克玛。Dia sebelumnya教授sebagai pemainesinetron, pembawa acara juga模型。Namun setelah hijrah, a berkomitmen untuk fokus mengelola kegiatan和filantropi Islam。数据di artikel ini dikumpulkan dari buku-buku自传,观察媒体社交(netnograph) dan mengikuti taklim Peggy Melati Sukma secara离线。论孟格分析现象,论孟格分析的质量,论孟格分析的方法。Artikel ini menemukan bahwa filantropi selebriti cenderung menanfaatkan momentum pasar Islam, bentuk kombinasi antara kesalehan, kebahagiaan dan kepuasan, juga fesyen。Berbeda dengan lembaga filantropi lainnya yang memanfaatkan模态文化,filantropi selebriti lebih menonjolkan kepopulan figure;图像selebriti untuk mendapat kepercayaan dari masyarakat。Selain itu, keberadaan filantropi名menjadi pilihan alternatidi antara lembaga filantropi lainnya。Penelitian ini berkontribusi menambah diskusi tentenfilantropi Islam di Indonesia, secara khusus mengenai keterlibatan selebriti。Kata Kunci: Covid-19;Filantropi;和伊斯兰教;Kesalehan;Selebriti。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信