Analisis Geologi Kejadian Longsor Di Desa Wolotolo Kecamatan Detusoku Kabupaten Ende

Edwardus Iwantri Goma, Sunimbar Sunimbar, Ignasius Suban Angin
{"title":"Analisis Geologi Kejadian Longsor Di Desa Wolotolo Kecamatan Detusoku Kabupaten Ende","authors":"Edwardus Iwantri Goma, Sunimbar Sunimbar, Ignasius Suban Angin","doi":"10.20527/jpg.v9i2.13471","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Bencana tanah longsor telah melanda ruas jalan Ende-Maumere Kilometer 17, Desa Wolotolo, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada hari Minggu malam, tanggal 8 Maret 2019, pukul 11.00 WITA, pada saat itu masyarakat sedang melakukan aktivitas terutama pengguna transportasi lintas Flores mengalami lumpuh total sehingga mengalami kemacetan sepanjang 3 (tiga) kilometer (PVMBG, 2019). Lokasi bencana tanah longsor di Desa Wolotolo terletak pada zona kerentanan tinggi. Zona Kerentanan Tinggi merupakan daerah yang berpotensi untuk terjadi gerakan tanah. Jika terjadi hujan dengan intensitas dan durasi yang lama, gerakan tanah lama bisa aktif kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena kejadian tanah longsor, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian longsor, faktor-faktor dominan, mekanisme kejadian, risiko masyarakat yang berada di sekitar lokasi longsor serta rekomendasi pengurangan risiko bencana tanah longsor yang diperlukan.  Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui analisis kejadian tanah longsor di desa Wolotolo Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk memetakan kondisi geologi di Desa Wolotolo, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk memetakan kondisi geologidi Desa Wolotolo, Kecamatan Detusoko. Tahap utama penelitian ini meliputi tahap pra lapangan, lapangan dan pasca lapangan. Tahap pra lapangan berupa pengumpulan data sekunder. Tahap lapangan berupa pengambilan sampel tanah, identifikasi longsor di lapangan. Tahap pasca lapangan berupa pembuatan peta rawan longsor dan laporan hasil identifikasi lapangan. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa sebagian besar jenis tanah di Desa Wolotolo adalah ultisol dan inceptisol. Hal tersebut dapat menyebabkan wilayah ini menjadi wilayah yang rentan terhadap terjadinya longsor. Pada penelitian ini juga ditemukan beberapa faktor dominan kemungkinan penyebab longsor yaitu: kemiringan lereng, penggunaan lahan, jenis tanah dan curah hujan sebagai faktor pemicu. Lereng yang curam cenderung berpotensi terhadap longsor, terutama dengan kondisi lereng yang tidak stabil. Hal tersebut menyebabkan banyaknya lereng-lereng yang curam sampai terjal. Berdasarkan hasil analisis, kemiringan lereng pada Desa Wolotolo lebih didominasi pada kemiringan >45% yang merupakan wilayah sangat curam. Maka dapat diidentifikasi bahwa wilayah tersebut berpotensi terjadinya tanah longsor. Penggunaan lahan pada lereng yang curam juga berpengaruh pada kestabilan lereng. Penggunaan lahan di wilayah penelitian didominasi oleh hutan, perkebunan dan semak belukar.","PeriodicalId":143161,"journal":{"name":"JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)","volume":"3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-09-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.20527/jpg.v9i2.13471","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

Bencana tanah longsor telah melanda ruas jalan Ende-Maumere Kilometer 17, Desa Wolotolo, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada hari Minggu malam, tanggal 8 Maret 2019, pukul 11.00 WITA, pada saat itu masyarakat sedang melakukan aktivitas terutama pengguna transportasi lintas Flores mengalami lumpuh total sehingga mengalami kemacetan sepanjang 3 (tiga) kilometer (PVMBG, 2019). Lokasi bencana tanah longsor di Desa Wolotolo terletak pada zona kerentanan tinggi. Zona Kerentanan Tinggi merupakan daerah yang berpotensi untuk terjadi gerakan tanah. Jika terjadi hujan dengan intensitas dan durasi yang lama, gerakan tanah lama bisa aktif kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena kejadian tanah longsor, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian longsor, faktor-faktor dominan, mekanisme kejadian, risiko masyarakat yang berada di sekitar lokasi longsor serta rekomendasi pengurangan risiko bencana tanah longsor yang diperlukan.  Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui analisis kejadian tanah longsor di desa Wolotolo Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk memetakan kondisi geologi di Desa Wolotolo, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk memetakan kondisi geologidi Desa Wolotolo, Kecamatan Detusoko. Tahap utama penelitian ini meliputi tahap pra lapangan, lapangan dan pasca lapangan. Tahap pra lapangan berupa pengumpulan data sekunder. Tahap lapangan berupa pengambilan sampel tanah, identifikasi longsor di lapangan. Tahap pasca lapangan berupa pembuatan peta rawan longsor dan laporan hasil identifikasi lapangan. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa sebagian besar jenis tanah di Desa Wolotolo adalah ultisol dan inceptisol. Hal tersebut dapat menyebabkan wilayah ini menjadi wilayah yang rentan terhadap terjadinya longsor. Pada penelitian ini juga ditemukan beberapa faktor dominan kemungkinan penyebab longsor yaitu: kemiringan lereng, penggunaan lahan, jenis tanah dan curah hujan sebagai faktor pemicu. Lereng yang curam cenderung berpotensi terhadap longsor, terutama dengan kondisi lereng yang tidak stabil. Hal tersebut menyebabkan banyaknya lereng-lereng yang curam sampai terjal. Berdasarkan hasil analisis, kemiringan lereng pada Desa Wolotolo lebih didominasi pada kemiringan >45% yang merupakan wilayah sangat curam. Maka dapat diidentifikasi bahwa wilayah tersebut berpotensi terjadinya tanah longsor. Penggunaan lahan pada lereng yang curam juga berpengaruh pada kestabilan lereng. Penggunaan lahan di wilayah penelitian didominasi oleh hutan, perkebunan dan semak belukar.
山体滑坡灾害袭击了一套Wolotolo Ende-Maumere 17公里,村庄道路、街道Detusoko县东努沙登加拉省的恩德,星期天晚上11点,2019年3月8日,维塔,当时正在进行的社会活动,尤其是交通运输弗洛雷斯遭受了瘫痪导致用户体验3(三)公里(PVMBG堵塞,2019年)。Wolotolo村泥石流灾害的地点位于高脆弱区。高脆性区域是地面运动的潜在区域。如果有长时间的降雨和降雨,旧的地面运动可能会重新启动。该研究的目的是确定山体滑坡事件的现象、影响事件事件的因素、占主导地位的因素、事件机制、泥石流现场周围的社会风险以及必要降低泥石流灾害风险的建议。本研究旨在查明恩德区沃罗托洛村泥石流事件的分析。这项研究用调查方法绘制了恩德区沃洛托洛村的地质情况。这项研究采用了一种调查方法来绘制德图索科街道Wolotolo村的地质条件。本研究的主要阶段包括前场、前场和后场。前场阶段是辅助数据收集。现场阶段是采集土壤样本,确定山体滑坡。场后阶段是雪崩容易地图的创建和现场识别报告。研究表明,Wolotolo村的大多数土壤是ultisol和percesol。这可能导致该地区易受雪崩影响。在这项研究中还发现了导致雪崩的一些可能的因素:坡度、土地使用、土壤类型和降雨作为触发因素。陡峭的山坡容易发生雪崩,尤其是在不稳定的山坡条件下。这导致了大量的陡峭山坡。根据分析结果,Wolotolo村的坡度主要是坡度45%,这是一个非常陡峭的地区。因此,这些地区有潜在的山体滑坡。陡峭山坡上的土地使用也影响了斜坡的稳定性。研究区域的土地使用主要是森林、种植园和灌木。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信