{"title":"PENGGUNAAN LIMBAH GYPSUM DAN SERBUK KACA UNTUK MEMPERKECIL POTENSI PENGEMBANGAN TANAH EKSPANSIF","authors":"Gumilang Pambudi Prabowo, Aryanti Nurhidayati, Sukatiman Sukatiman","doi":"10.20961/IJCEE.V5I2.43481","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"<span class=\"fontstyle0\">Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil penambahan limbah </span><span class=\"fontstyle2\">gypsum </span><span class=\"fontstyle0\">dan<br />limbah kaca terhadap stabilisasi tanah ditinjau dari potensi pengembangan </span><span class=\"fontstyle2\">(swelling potential) </span><span class=\"fontstyle0\">dan<br />mengetahui persentase optimal penggunaan limbah </span><span class=\"fontstyle2\">gypsum </span><span class=\"fontstyle0\">dan limbah kaca pada nilai pengembangan<br />tanah ekspansif untuk menghasilkan potensi pengembangan minimum. Pada penelitian ini<br />menggunakan metode eksperimen dengan mengukur hasil perlakuan pada sampel penelitian<br />dilaboratorium. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanah yang berasal dari Soko,<br />Ngawi dengan variasi penambahan limbah </span><span class=\"fontstyle2\">gypsum </span><span class=\"fontstyle0\">dan serbuk kaca pada variasi 0%, 2%, 4%, 6%, 8%<br />dan 10% dari berat tanah yang dijadikan sampel. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa nilai<br />pengembangan tanah </span><span class=\"fontstyle2\">(swelling) </span><span class=\"fontstyle0\">pada tanah asli sebesar 6,57% setelah dilakukan stabilisasi<br />menggunakan limbah </span><span class=\"fontstyle2\">gypsum </span><span class=\"fontstyle0\">dan limbah kaca tereduksi menjadi 2,96% dan stabilisasi menggunakan<br />limbah </span><span class=\"fontstyle2\">gypsum </span><span class=\"fontstyle0\">dan limbah kaca didapatkan variasi 10% limbah </span><span class=\"fontstyle2\">gypsum </span><span class=\"fontstyle0\">dan 4% limbah kaca untuk<br />mendapatkan nilai pengembangan tanah </span><span class=\"fontstyle2\">(swelling) </span><span class=\"fontstyle0\">minimum.</span> <br /><br />","PeriodicalId":416376,"journal":{"name":"Indonesian Journal Of Civil Engineering Education","volume":"28 20","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-09-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Indonesian Journal Of Civil Engineering Education","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.20961/IJCEE.V5I2.43481","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil penambahan limbah gypsum dan limbah kaca terhadap stabilisasi tanah ditinjau dari potensi pengembangan (swelling potential) dan mengetahui persentase optimal penggunaan limbah gypsum dan limbah kaca pada nilai pengembangan tanah ekspansif untuk menghasilkan potensi pengembangan minimum. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan mengukur hasil perlakuan pada sampel penelitian dilaboratorium. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanah yang berasal dari Soko, Ngawi dengan variasi penambahan limbah gypsum dan serbuk kaca pada variasi 0%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% dari berat tanah yang dijadikan sampel. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa nilai pengembangan tanah (swelling) pada tanah asli sebesar 6,57% setelah dilakukan stabilisasi menggunakan limbah gypsum dan limbah kaca tereduksi menjadi 2,96% dan stabilisasi menggunakan limbah gypsum dan limbah kaca didapatkan variasi 10% limbah gypsum dan 4% limbah kaca untuk mendapatkan nilai pengembangan tanah (swelling) minimum.