FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MATA PADA PEKERJA BENGKEL LAS DI KECAMATAN JELUTUNG KOTA JAMBI TAHUN 2021

Riko Andika, Eti Kurniawati, Parman
{"title":"FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MATA PADA PEKERJA BENGKEL LAS DI KECAMATAN JELUTUNG KOTA JAMBI TAHUN 2021","authors":"Riko Andika, Eti Kurniawati, Parman","doi":"10.31850/makes.v5i1.1221","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"ABSTRAK \nPekerja las memiliki risiko cedera mata yang tinggi akibat paparan radiasi, mekanik, suhu dan kimiawi. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan mata pada pekerja las di Bengkel Las. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel pada penelitian ini diambil menggunakan teknik pengambilan  secara total sampling yaitu seluruh pekerja las di Kecamatan Jelutung Kota Jambi yang berjumlah 63 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2021 di bengkel las di Kecamatan Jelutung. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Sebanyak 46,0% responden ada keluhan mata, 49,2% responden memiliki usia berisiko, 79,4% responden memiliki masa kerja berisiko dan 39,7% responden tidak menggunakan APD saat melakukan pengelasan. Ada hubungan antara usia (p=0,032) dan penggunaan APD (p=0,000) dengan keluhan mata pada pekerja las di Bengkel Las Kecamatan Jelutung. Tidak ada hubungan antara masa kerja (p=0,510) dengan keluhan mata pada pekerja las di Bengkel Las Kecamatan Jelutung. Keluhan mata pekerja bengkel las di Kecamatan Jelutung berhubungan dengan usia dan penggunaan APD. Untuk itu diharapkan kepada pemilik bengkel las melakukan pengawasan kepada pekerja terhadap penggunaan APD googles/welding shields. Pekerja sering mengistirahatkan matanya setelah mengelas dengan metode 20-20-20,  setiap bekerja 20 menit lakukan istirahat 20 detik dengan memandang jarak sejauh 20 kaki (6 meter). \nABSTRACT \nWelders are at high risk of eye injury from radiation, mechanical, thermal and chemical exposures. This study aims to determine the factors associated with eye complaints in welding workers at the Welding Workshop. The research design used was cross sectional. The sample in this study was taken using a total sampling technique, namely all welding workers in Jelutung District, Jambi City, amounting to 63 people. This research was conducted in June 2021 at a welding workshop in Jelutung District. The research instrument is a questionnaire. Data were analyzed by univariate and bivariate using Chi Square test. As many as 46.0% of respondents had eye complaints, 49.2% of respondents had a risky age, 79.4% of respondents had a risky working period and 39.7% of respondents did not use personal protective equipment when doing welding. There is a relationship between age (p=0.032) and the use of personal protective equipment (p=0.000) with eye complaints in welding workers at the Welding Workshop, Jelutung District. There was no relationship between years of service (p=0.510) and eye complaints in welding workers at the Welding Workshop, Jelutung District. The eye complaints of welding workshop workers in Jelutung District are related to age and the use of personal protective equipment. For this reason, it is hoped that the welding workshop owner will supervise workers against the use of personal protective equipment such as googles/welding shields. Workers often rest their eyes after welding with the 20-20-20 method, every 20 minutes of work take a 20 second break by looking at a distance of 20 feet (6 meters).","PeriodicalId":439563,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-01-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31850/makes.v5i1.1221","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

ABSTRAK Pekerja las memiliki risiko cedera mata yang tinggi akibat paparan radiasi, mekanik, suhu dan kimiawi. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan mata pada pekerja las di Bengkel Las. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel pada penelitian ini diambil menggunakan teknik pengambilan  secara total sampling yaitu seluruh pekerja las di Kecamatan Jelutung Kota Jambi yang berjumlah 63 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2021 di bengkel las di Kecamatan Jelutung. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Sebanyak 46,0% responden ada keluhan mata, 49,2% responden memiliki usia berisiko, 79,4% responden memiliki masa kerja berisiko dan 39,7% responden tidak menggunakan APD saat melakukan pengelasan. Ada hubungan antara usia (p=0,032) dan penggunaan APD (p=0,000) dengan keluhan mata pada pekerja las di Bengkel Las Kecamatan Jelutung. Tidak ada hubungan antara masa kerja (p=0,510) dengan keluhan mata pada pekerja las di Bengkel Las Kecamatan Jelutung. Keluhan mata pekerja bengkel las di Kecamatan Jelutung berhubungan dengan usia dan penggunaan APD. Untuk itu diharapkan kepada pemilik bengkel las melakukan pengawasan kepada pekerja terhadap penggunaan APD googles/welding shields. Pekerja sering mengistirahatkan matanya setelah mengelas dengan metode 20-20-20,  setiap bekerja 20 menit lakukan istirahat 20 detik dengan memandang jarak sejauh 20 kaki (6 meter). ABSTRACT Welders are at high risk of eye injury from radiation, mechanical, thermal and chemical exposures. This study aims to determine the factors associated with eye complaints in welding workers at the Welding Workshop. The research design used was cross sectional. The sample in this study was taken using a total sampling technique, namely all welding workers in Jelutung District, Jambi City, amounting to 63 people. This research was conducted in June 2021 at a welding workshop in Jelutung District. The research instrument is a questionnaire. Data were analyzed by univariate and bivariate using Chi Square test. As many as 46.0% of respondents had eye complaints, 49.2% of respondents had a risky age, 79.4% of respondents had a risky working period and 39.7% of respondents did not use personal protective equipment when doing welding. There is a relationship between age (p=0.032) and the use of personal protective equipment (p=0.000) with eye complaints in welding workers at the Welding Workshop, Jelutung District. There was no relationship between years of service (p=0.510) and eye complaints in welding workers at the Welding Workshop, Jelutung District. The eye complaints of welding workshop workers in Jelutung District are related to age and the use of personal protective equipment. For this reason, it is hoped that the welding workshop owner will supervise workers against the use of personal protective equipment such as googles/welding shields. Workers often rest their eyes after welding with the 20-20-20 method, every 20 minutes of work take a 20 second break by looking at a distance of 20 feet (6 meters).
非焊接工人有暴露于辐射、机械、温度和化学的风险较高。这项研究的目的是确定与人工智能焊工眼睛抱怨有关的因素。所使用的研究设计为横向设计。这项研究的样本是采用提取技术的,全部采样工作人员都是在占比镇贾格东街道的63人。这项研究于2021年6月在犹太街道的焊工车间进行。研究工具是问卷调查。数据通过Chi Square测试进行单变量和双变量分析。受访者中有46.0%的眼部不适,49.2%的受访者有风险年龄,79.4%的受访者有风险工作时间,39.7%的受访者在焊接时不使用APD。年龄(p= 032)和APD (p= 0000)之间存在联系,并对jelu东街道修理厂的焊工有眼神上的抱怨。工作时间(p= 510)与jelu东街道修理厂对焊工的眼部抱怨没有关系。jelu东地区焊工的眼睛抱怨与APD的年龄和使用情况有关。因此,焊工工坊老板希望对员工使用谷歌/焊工盾牌进行监督。工人们通常在20-20次焊接后休息眼睛,每工作20分钟,通过观看20英尺(6米)的距离,休息20秒。不扩散的Welders处于危险之中,受到辐射、机械、热力和化学暴露。这项研究旨在确定在焊缝车间中接受眼睛移植的事实。研究设计用的是横断面。这项研究的样本是使用一种全样本技术进行的,当时在贾姆比市贾卢东区,所有的welding workers将运送到63人。本研究于2021年6月在jelu东地区的一个焊接车间进行。研究工具是个问题。数据是对Chi Square测试的单变量和双变量的分析。在许多情况下,有46.0%的受访者有风险年龄,49.2%的受访者有风险工作时间和39.7%的受访者在进行评估时没有使用个人保护设备。在jelu东区,在焊工车间的焊工中有一种与p= 032之间的关系。在jelu东区威尔斯车间的焊工工人之间没有多年的关系。在jelu东地区的焊接工场工作人员的眼睛抱怨与个人防护用品的使用有关。出于这个原因,它希望威尔斯工作坊拥有的工人会过度使用个人保护用品,而不是像谷歌/焊工盾牌那样使用它们。工作人员在接受20-20种方法后,每20分钟的工作需要20秒的休息。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信