{"title":"PENERAPAN METODE SIMULASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS V SDN 9 AMPENAN","authors":"Isniwati Isniwati","doi":"10.33394/realita.v7i2.5909","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya nilai kemampuan berbicara siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia pada siswa Kelas V.B SDN 9 Ampenan. Hal ini terbukti dari hasil yang menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa dalam pembelajaran berbicara adalah 6,0 dapat dikategorikan cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan karena masih di bawah nilai KKM 6,8. Selain itu, kelemahan dalam pembelajaran ini adalah berasal dari faktor guru dan siswa. Dari faktor guru, dalam kegiatan keterampilan berbicara guru tidak memanfaatkan metode atau teknik yang sesuai untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Sedangkan dari faktor siswa, dalam proses pembelajaran berbicara, pembicaraannya tidak sistematis dan sangat sulit dipahami. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan metode simulasi dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa Kelas V.B SDN 9 AMPENAN tahun ajaran 2021/2022. Tujuan penelitian yaitu untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa Kelas V.B SDN 9 Ampenan tahun ajaran 2021/2022 dengan menerapkan metode simulasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri atas dua siklus dan tiap siklusnya terdiri dari 3 kali pertemuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, sedangkan hasil observasi kemudian dianalisis secara deskriptif dengan rumus. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Simulasi untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa Kelas V.B SDN 9 Ampenan dapat dinyatakan berhasil karena telah mencapai target. Terbukti dari hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: pada siklus I rata-rata kelas mencapai 66,48 dan ketuntasan belajar mencapai 56,67% dan jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 17 orang. Pada siklus II rata-rata kelas mencapai 77,22 dan ketuntasan belajar mencapai 90% dan jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 27 orang. Jadi kesimpulannya dengan penerapan metode Simulasi dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa.","PeriodicalId":309169,"journal":{"name":"Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-10-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.33394/realita.v7i2.5909","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya nilai kemampuan berbicara siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia pada siswa Kelas V.B SDN 9 Ampenan. Hal ini terbukti dari hasil yang menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa dalam pembelajaran berbicara adalah 6,0 dapat dikategorikan cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan karena masih di bawah nilai KKM 6,8. Selain itu, kelemahan dalam pembelajaran ini adalah berasal dari faktor guru dan siswa. Dari faktor guru, dalam kegiatan keterampilan berbicara guru tidak memanfaatkan metode atau teknik yang sesuai untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Sedangkan dari faktor siswa, dalam proses pembelajaran berbicara, pembicaraannya tidak sistematis dan sangat sulit dipahami. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan metode simulasi dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa Kelas V.B SDN 9 AMPENAN tahun ajaran 2021/2022. Tujuan penelitian yaitu untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa Kelas V.B SDN 9 Ampenan tahun ajaran 2021/2022 dengan menerapkan metode simulasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri atas dua siklus dan tiap siklusnya terdiri dari 3 kali pertemuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, sedangkan hasil observasi kemudian dianalisis secara deskriptif dengan rumus. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Simulasi untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa Kelas V.B SDN 9 Ampenan dapat dinyatakan berhasil karena telah mencapai target. Terbukti dari hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: pada siklus I rata-rata kelas mencapai 66,48 dan ketuntasan belajar mencapai 56,67% dan jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 17 orang. Pada siklus II rata-rata kelas mencapai 77,22 dan ketuntasan belajar mencapai 90% dan jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 27 orang. Jadi kesimpulannya dengan penerapan metode Simulasi dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa.
这项研究的背景是v.b SDN 9班学生英语口语成绩较差的学生。这可以从结果证明,学生的语言学习平均成绩为6.0可以相当好地分类,但仍然需要改进,因为它仍然低于KKM 6.8。此外,这种学习的弱点来自于教师和学生的因素。从教师因素来看,在教师演讲技巧活动中,教师不使用适当的方法或技巧来提高学生的口语技能。而学生在口语学习过程中,他的谈话不是系统性的,而且难以捉摸。本研究的问题是,应用模拟方法如何提高v.b SDN - 9学年2021/2022学生的口语能力。研究的目的是通过模拟方法提高v.b SDN - 9班学生的口语能力。这种研究类型是课堂行动研究,由两个周期和每个周期组成,共三次会议。数据收集是用观察方法完成的,然后用公式进行描述性分析。根据结果和讨论,可以得出结论,使用模拟方法来提高vb SDN 9 Ampenan班的学生的口语能力可以被宣布成功,因为他们达到了目标。结果证明:在I循环中,平均班级达到66.48级,学习成绩达到56,67%,完成学业的学生总数为17人。在II周期中,平均班级成绩为77.22分,学习成绩为90%,完成学业的学生人数为27人。因此,通过模拟方法的应用来得出结论,可以提高学生的口语能力。