{"title":"PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) EKS-LOKALISASI DOLLY DI KELURAHAN PUTAT JAYA KECAMATAN SAWAHAN SURABAYA","authors":"Surya Hermawan, Irene Chinthia, Stacey Jauwena, Bryan Thiopelus, Chavela Wyet","doi":"10.9744/share.8.1.17-25","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Eks-Lokalisasi Dolly di Kelurahan Putat Jaya Kecamatan Sawahan Surabaya ini merupakan kegiatan berkelanjutan (sustainable) pengabdian masyarakat bermetode service learning sejak tahun 2016. Mitra dengan ragam latar belakang pendidikan berbeda memiliki pekerjaan beragam pula mulai dari wiraswasta, pekerja lepas, pengangguran hingga pegawai negeri. Pendapatan warga menurun ketika penutupan lokalisasi ini dilakukan ditambah kondisi pandemi covid-19, padahal hingga saat ini masih banyak warga yang belum memiliki jamban sehat yang di lengkapi dengan septic tank yang merupakan salah satu sumber penyakit yang ada di lingkungan yang sanitasinya buruk. Tujuannya kegiatan PKM ini adalah untuk ikut mensukseskan dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanakan program Campus Goes To Kampung dalam rangka pemberdayaan warga terdampak eks-lokalisasi di kota Surabaya yang merupakan mitra kegiatan. Metode kegiatan ini dibagi menjadi 3 tahap. Tahap pertama adalah tahap pra pelaksanaan dimana dilakukan survei area tersebut. Kemudian, dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan pembuatan WC dan septic tank. Terakhir, yaitu tahap paska pelaksanaan berupa focus group discussion bersama warga dan monitoring dengan penyebaran kuesioner sebanyak 26 responden mengenai tingkat kepuasan pelaksaan kegiatan PKM ini. Hasilnya adalah seluruh warga (100%) mendapatkan manfaat dari kegiataan dan warga juga puas dikarenakan lingkungannya telah diberdayakan. Sejak kegiatan ini dilakukan dari 315 keluarga belum memiliki jamban sehat, kini tinggal 87 kepala keluarga saja yang belum memilikinya.","PeriodicalId":338284,"journal":{"name":"SHARE \"SHaring - Action - REflection\"","volume":"359 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-03-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"SHARE \"SHaring - Action - REflection\"","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.9744/share.8.1.17-25","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Eks-Lokalisasi Dolly di Kelurahan Putat Jaya Kecamatan Sawahan Surabaya ini merupakan kegiatan berkelanjutan (sustainable) pengabdian masyarakat bermetode service learning sejak tahun 2016. Mitra dengan ragam latar belakang pendidikan berbeda memiliki pekerjaan beragam pula mulai dari wiraswasta, pekerja lepas, pengangguran hingga pegawai negeri. Pendapatan warga menurun ketika penutupan lokalisasi ini dilakukan ditambah kondisi pandemi covid-19, padahal hingga saat ini masih banyak warga yang belum memiliki jamban sehat yang di lengkapi dengan septic tank yang merupakan salah satu sumber penyakit yang ada di lingkungan yang sanitasinya buruk. Tujuannya kegiatan PKM ini adalah untuk ikut mensukseskan dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanakan program Campus Goes To Kampung dalam rangka pemberdayaan warga terdampak eks-lokalisasi di kota Surabaya yang merupakan mitra kegiatan. Metode kegiatan ini dibagi menjadi 3 tahap. Tahap pertama adalah tahap pra pelaksanaan dimana dilakukan survei area tersebut. Kemudian, dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan pembuatan WC dan septic tank. Terakhir, yaitu tahap paska pelaksanaan berupa focus group discussion bersama warga dan monitoring dengan penyebaran kuesioner sebanyak 26 responden mengenai tingkat kepuasan pelaksaan kegiatan PKM ini. Hasilnya adalah seluruh warga (100%) mendapatkan manfaat dari kegiataan dan warga juga puas dikarenakan lingkungannya telah diberdayakan. Sejak kegiatan ini dilakukan dari 315 keluarga belum memiliki jamban sehat, kini tinggal 87 kepala keluarga saja yang belum memilikinya.