Peningkatan Kapasitas dan Penguatan Sistem Pelaporan Juru Pemantau Jentik Dalam Penerapan “1 Rumah 1 Jumantik” di Komunitas: Era Adaptasi Baru Covid-19
{"title":"Peningkatan Kapasitas dan Penguatan Sistem Pelaporan Juru Pemantau Jentik Dalam Penerapan “1 Rumah 1 Jumantik” di Komunitas: Era Adaptasi Baru Covid-19","authors":"Rina Kusumaratna, Moh Nahdiyin Mangku Alam, Anisah Supriyadi, Suriyani Suriyani","doi":"10.29407/ja.v7i1.18089","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Kesehatan lingkungan merupakan bagian penting dari upaya kesehatan masyarakat. Interaksi antara manusia dengan lingkungan dapat saling mempengaruhi. Salah satu dampak adalah munculnya masalah kesehatan yang berkaitan dengan vektor, salah satu vektor penyebab penyakit adalah nyamuk. Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat sistem pelaporan dengan menerapkan konsep “1 Rumah 1 Jumantik” pada 89 kader kesehatan jumantik. Kegiatan diawali dengan analisis situasi dan evaluasi masalah, dilanjutkan dengan pemecahan masalah dan pelatihan peningkatan kapasitas pada kader kesehatan. Sebagai kegiatan akhir, kami membuatkan dan merancang e-reporting dengan menggunakan google-form serta diuji cobakan di 3 RW percontohan Puskesmas Bintaro, Jakarta Selatan. Hasil kegiatan didapatkan, kompetensi keterampilan kader meningkat dalam menggunakan formulir e-reporting untuk pemantauan jentik guna mendukung gerakan “1 Rumah 1 Jumantik”. Harapannya, kader kesehatan dapat menjadi agen perubahan untuk mensosialisasikan formulir tersebut kepada seluruh warga di tingkat rumah tangga. Namun, beberapa kader masih kesulitan dalam menggunakan aplikasi dan membaca hasilnya. Bukti kegiatan penyegaran berdasarkan nilai objektif pengetahuan antar kader menunjukkan adanya peningkatan berdasarkan nilai pre-test dari 64 dan post-test menjadi 90 (26%). Dalam situasi pandemi saat ini, perlunya pelaporan yang up-to-date dan cepat termasuk mengaktifkan dan menerapkan “Gerakan 1R 1J” adalah merupakan solusi yang tepat. Oleh karena itu, perlu diperkenalkan dukungan sistem pelaporan berbasis teknologi elektronik kepada kader kesehatan dan masyarakat di tingkat rumah tangga untuk dapat mandiri dan terlibat dalam menyelesaikan masalah kesehatannya","PeriodicalId":250784,"journal":{"name":"Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara","volume":"24 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-01-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.29407/ja.v7i1.18089","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Kesehatan lingkungan merupakan bagian penting dari upaya kesehatan masyarakat. Interaksi antara manusia dengan lingkungan dapat saling mempengaruhi. Salah satu dampak adalah munculnya masalah kesehatan yang berkaitan dengan vektor, salah satu vektor penyebab penyakit adalah nyamuk. Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat sistem pelaporan dengan menerapkan konsep “1 Rumah 1 Jumantik” pada 89 kader kesehatan jumantik. Kegiatan diawali dengan analisis situasi dan evaluasi masalah, dilanjutkan dengan pemecahan masalah dan pelatihan peningkatan kapasitas pada kader kesehatan. Sebagai kegiatan akhir, kami membuatkan dan merancang e-reporting dengan menggunakan google-form serta diuji cobakan di 3 RW percontohan Puskesmas Bintaro, Jakarta Selatan. Hasil kegiatan didapatkan, kompetensi keterampilan kader meningkat dalam menggunakan formulir e-reporting untuk pemantauan jentik guna mendukung gerakan “1 Rumah 1 Jumantik”. Harapannya, kader kesehatan dapat menjadi agen perubahan untuk mensosialisasikan formulir tersebut kepada seluruh warga di tingkat rumah tangga. Namun, beberapa kader masih kesulitan dalam menggunakan aplikasi dan membaca hasilnya. Bukti kegiatan penyegaran berdasarkan nilai objektif pengetahuan antar kader menunjukkan adanya peningkatan berdasarkan nilai pre-test dari 64 dan post-test menjadi 90 (26%). Dalam situasi pandemi saat ini, perlunya pelaporan yang up-to-date dan cepat termasuk mengaktifkan dan menerapkan “Gerakan 1R 1J” adalah merupakan solusi yang tepat. Oleh karena itu, perlu diperkenalkan dukungan sistem pelaporan berbasis teknologi elektronik kepada kader kesehatan dan masyarakat di tingkat rumah tangga untuk dapat mandiri dan terlibat dalam menyelesaikan masalah kesehatannya