DINAMIKA TERITORIAL DAN NALURI LIAR MONYET EKOR PANJANG (Macaca Fascicularis) DI CAGAR ALAM PANGANDARAN: IMPLIKASI PADA REKREASI WISATAWAN

Muhamad Fauzi Efendi, Aprilia Aprilia, Erni Mulyanie, Nisa Nuranisa, Nenti Rofiah Hasanah
{"title":"DINAMIKA TERITORIAL DAN NALURI LIAR MONYET EKOR PANJANG (Macaca Fascicularis) DI CAGAR ALAM PANGANDARAN: IMPLIKASI PADA REKREASI WISATAWAN","authors":"Muhamad Fauzi Efendi, Aprilia Aprilia, Erni Mulyanie, Nisa Nuranisa, Nenti Rofiah Hasanah","doi":"10.53866/jimi.v2i4.148","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Berbagai upaya dilakukan oleh masyarakat dan lembaga tertentu untuk mengkonservasi flora dan fauna terkhusus satwa endemik ataupun satwa yang terancam punah di Indonesia. Salah satu cara untuk mengkonservasi satwa tersebut adalah melalui langkah pemberdayaan cagar alam. Kegiatan cagar alam merupakan suatu daerah konservasi hutan yang memiliki ciri khas yang relatif sama antara sumber daya alam hayati dan ekosistemnya serta berada dalam perlindungan dan perkembangan secara alami tanpa ada pengaruh dari manusia (Paranata., 2019). Cagar alam memiliki berbagai fungsi yang dimana secara spesifik bertujuan untuk menjaga habitat suatu makhluk hidup agar sesuai dengan karakteristik dan nalurinya di alam liar. Namun seiring berkembangnya fungsi cagar alam, kini memiliki fungsi lain yaitu sebagai tempat ekologi wisata Dari kegiatan ekologi wisata tersebut akhirnya berdampak pada perubahan sifat alamiah cagar alam menjadi tempat rekreasi yang terjamah oleh khalayak umum. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan kajian pada permasalahan dinamika teritorial dan perubahan naluri liar satwa terkhusus pada satwa monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis) di cagar alam pangandaran, Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui kegiatan observasi langsung ke lapangan, wawancara pada pengelola cagar alam, studi literatur, dan studi dokumentasi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan keterkaitan antara perubahan teritorial tempat hidup dan perubahan naluri liar monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis) dengan kegiatan rekreasi para wisatawan di Cagar Alam Pangandaran. Hasil penelitian menunjukan jika terdapat dinamika teritorial koloni monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis) dan perubahan naluri liar di cagar alam Pangandaran tersebut akibat dari kegiatan pariwisata. ","PeriodicalId":414894,"journal":{"name":"Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia","volume":"16 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-10-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.53866/jimi.v2i4.148","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Berbagai upaya dilakukan oleh masyarakat dan lembaga tertentu untuk mengkonservasi flora dan fauna terkhusus satwa endemik ataupun satwa yang terancam punah di Indonesia. Salah satu cara untuk mengkonservasi satwa tersebut adalah melalui langkah pemberdayaan cagar alam. Kegiatan cagar alam merupakan suatu daerah konservasi hutan yang memiliki ciri khas yang relatif sama antara sumber daya alam hayati dan ekosistemnya serta berada dalam perlindungan dan perkembangan secara alami tanpa ada pengaruh dari manusia (Paranata., 2019). Cagar alam memiliki berbagai fungsi yang dimana secara spesifik bertujuan untuk menjaga habitat suatu makhluk hidup agar sesuai dengan karakteristik dan nalurinya di alam liar. Namun seiring berkembangnya fungsi cagar alam, kini memiliki fungsi lain yaitu sebagai tempat ekologi wisata Dari kegiatan ekologi wisata tersebut akhirnya berdampak pada perubahan sifat alamiah cagar alam menjadi tempat rekreasi yang terjamah oleh khalayak umum. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan kajian pada permasalahan dinamika teritorial dan perubahan naluri liar satwa terkhusus pada satwa monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis) di cagar alam pangandaran, Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui kegiatan observasi langsung ke lapangan, wawancara pada pengelola cagar alam, studi literatur, dan studi dokumentasi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan keterkaitan antara perubahan teritorial tempat hidup dan perubahan naluri liar monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis) dengan kegiatan rekreasi para wisatawan di Cagar Alam Pangandaran. Hasil penelitian menunjukan jika terdapat dinamika teritorial koloni monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis) dan perubahan naluri liar di cagar alam Pangandaran tersebut akibat dari kegiatan pariwisata. 
潘安达兰自然保护区的领土动力学和野生猴子本能:对游客娱乐的影响
某些社会和机构正在努力保护当地最重要的动植物或濒危动物。保护这些动物的一种方法是通过获得野生动物保护区的保护。自然保护区的活动是一个森林保护区,在没有人类影响的情况下,它与自然资源和生态系统有着相对相似的特征,处于保护和自然发展的过程中。, 2019年)。野生动物保护区有许多功能,其中专门旨在保护生物的栖息地,以适应野生动物的特征和本能。但是,随着自然保护区的发展,它现在有了另一个功能,作为这些生态旅游活动的生态保护区,最终将自然保护区的性质转变为公众熟悉的休闲场所。因此,这项研究集中研究了西爪哇省潘安达兰野生猴子保护区的领土动力学问题和特殊的野生动物本能的变化。研究方法是通过定性方法使用描述性方法。所使用的数据收集技术包括直接观察野外环境、采访野生动物组织、文献研究和文献研究。此外,本研究的目的是解释活的领土变化与长尾猴的野生本能(Macaca Fascicularis)与潘安达兰自然保护区游客的休闲活动之间的联系。研究表明,长尾猴群落的领土动力学和盘古达兰野生动物保护区的野生动物本能的变化是由旅游业活动引起的。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信