{"title":"PREFERENSI POLITIK PEMILIH MILENIAL DALAM PILKADA KOTA PADANG TAHUN 2018","authors":"Yossi Meilinda","doi":"10.25077/jdpl.3.1.67-78.2021","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian ini membahas tentang Pemilih milenial dalam Pilkada Kota Padang tahun 2018. Dalam beberapa literatur pemilih millineal dianggap lebih rasional dalam memilih dan berpotensi menjadi swing voters. Penelitian ini ingin melihat berbagai faktor dan kecenderungan pilihan politik pemilih milenial. Penelitian ini menggunakan konsep preferensi politik, perilaku memilih berdasarkan aspek sosiologis dan psikologis dengan variabel bebas karakteristik pemilih milenial (X.1) dan Orientasi terhadap program (X.2) serta variabel terikat yakni preferensi pemilih milenial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian survey, tipe penelitian ini adalah explanatory research (penelitian penjelasan). Data dikumpulkan dengan pembagian kuesioner, responden dipilih menggunakan metode probability sampling yaitu, stratified random sampling dan simple random sampling serta menggunakan angka acak dalam menentukan responden. Analisis berupa tabel frekuensi dan pengujian hipotesis menggunakan Kendall Tau. Temuan data di lapangan memperlihatkan adanya hubungan antara orientasi program pemilih milenial terhadap preferensi politik pemilih milenal dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Padang 2018, dengan angka koefisien korelasi sebesar 0,443 dengan nilai Sig. (2-Tailed) sebesar 0,000. Hasil penelitian ini menunjukkan kelas milenial tidak hanya mengambil sikap berdasarkan pendekatan rasional dalam menentukan pilihan politiknya, juga dipengaruhi oleh aspek sosiologis dan psikologisnya, selain itu orientasi pemilih milenial terhadap program pasangan calon juga ikut mempengaruhi prefereni politik pemilih milenial.","PeriodicalId":317801,"journal":{"name":"Jurnal Demokrasi dan Politik Lokal","volume":"18 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-04-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Demokrasi dan Politik Lokal","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.25077/jdpl.3.1.67-78.2021","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Penelitian ini membahas tentang Pemilih milenial dalam Pilkada Kota Padang tahun 2018. Dalam beberapa literatur pemilih millineal dianggap lebih rasional dalam memilih dan berpotensi menjadi swing voters. Penelitian ini ingin melihat berbagai faktor dan kecenderungan pilihan politik pemilih milenial. Penelitian ini menggunakan konsep preferensi politik, perilaku memilih berdasarkan aspek sosiologis dan psikologis dengan variabel bebas karakteristik pemilih milenial (X.1) dan Orientasi terhadap program (X.2) serta variabel terikat yakni preferensi pemilih milenial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian survey, tipe penelitian ini adalah explanatory research (penelitian penjelasan). Data dikumpulkan dengan pembagian kuesioner, responden dipilih menggunakan metode probability sampling yaitu, stratified random sampling dan simple random sampling serta menggunakan angka acak dalam menentukan responden. Analisis berupa tabel frekuensi dan pengujian hipotesis menggunakan Kendall Tau. Temuan data di lapangan memperlihatkan adanya hubungan antara orientasi program pemilih milenial terhadap preferensi politik pemilih milenal dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Padang 2018, dengan angka koefisien korelasi sebesar 0,443 dengan nilai Sig. (2-Tailed) sebesar 0,000. Hasil penelitian ini menunjukkan kelas milenial tidak hanya mengambil sikap berdasarkan pendekatan rasional dalam menentukan pilihan politiknya, juga dipengaruhi oleh aspek sosiologis dan psikologisnya, selain itu orientasi pemilih milenial terhadap program pasangan calon juga ikut mempengaruhi prefereni politik pemilih milenial.