{"title":"影响2013年冬季公共供水地区BBLR Dl事件的因素","authors":"S. Suryati","doi":"10.24893/JKMA.8.2.72-78.2014","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Indonesia memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan MDGs, di antaranya adalah menurunkan angka kematian anak balita. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi di Padang. Kejadian BBLR tertinggi di kota Padang terdapat di Puskesmas Air Dingin, yaitu 37 bayi (10,6%) pada tahun 2011 dan 39 bayi (7,5%) pada tahun 2012. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian bayi BBLR. Penelitian dilakukan dari April - Agustus 2013, dengan desain case control study. Penelitian menggunakan total sampel yaitu 39 ibu yang mempunyai bayi BBLR dan 39 ibu yang mempunyai bayi berat lahir normal untuk kontrol. Penggumpulan data menggunakan kuesioner dan buku KIA. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian : usia berisiko untuk hamil pada kasus 15,4% dan pada kontrol 23,1%; penambahan berat badan berisiko pada kasus 64,1% pada kontrol 15,4%; Anemia waktu hamil pada kasus 82,9% pada kontrol 37,1%; KEK pada kasus 64,1% pada kontrol 10,3%; jarak kehamilan berisiko pada kasus 45,6% pada kontrol 23,1%; punya riwayat penyakit berisiko pada kasus 12,8% dan pada kontrol 17,9%. Hasil analisis bivariat ada hubungan penambahan berat badan (p=0,000), anemia (p=0,000), KEK (p= 0,000) dan jarak kehamilan (p=0,005) dengan BBLR. Disarankan kepada pihak Puskesmas untuk meningkatkan penyuluhan, pemberian TTD dan makanan tambahan untuk ibu hamil.","PeriodicalId":55665,"journal":{"name":"JKMA Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Andalas Journal of Public Health","volume":"21 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2014-04-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"2","resultStr":"{\"title\":\"FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BBLR Dl WILAYAH KERJA PUSKESMAS AIR DINGIN TAHUN 2013\",\"authors\":\"S. Suryati\",\"doi\":\"10.24893/JKMA.8.2.72-78.2014\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Indonesia memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan MDGs, di antaranya adalah menurunkan angka kematian anak balita. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi di Padang. Kejadian BBLR tertinggi di kota Padang terdapat di Puskesmas Air Dingin, yaitu 37 bayi (10,6%) pada tahun 2011 dan 39 bayi (7,5%) pada tahun 2012. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian bayi BBLR. Penelitian dilakukan dari April - Agustus 2013, dengan desain case control study. Penelitian menggunakan total sampel yaitu 39 ibu yang mempunyai bayi BBLR dan 39 ibu yang mempunyai bayi berat lahir normal untuk kontrol. Penggumpulan data menggunakan kuesioner dan buku KIA. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian : usia berisiko untuk hamil pada kasus 15,4% dan pada kontrol 23,1%; penambahan berat badan berisiko pada kasus 64,1% pada kontrol 15,4%; Anemia waktu hamil pada kasus 82,9% pada kontrol 37,1%; KEK pada kasus 64,1% pada kontrol 10,3%; jarak kehamilan berisiko pada kasus 45,6% pada kontrol 23,1%; punya riwayat penyakit berisiko pada kasus 12,8% dan pada kontrol 17,9%. Hasil analisis bivariat ada hubungan penambahan berat badan (p=0,000), anemia (p=0,000), KEK (p= 0,000) dan jarak kehamilan (p=0,005) dengan BBLR. Disarankan kepada pihak Puskesmas untuk meningkatkan penyuluhan, pemberian TTD dan makanan tambahan untuk ibu hamil.\",\"PeriodicalId\":55665,\"journal\":{\"name\":\"JKMA Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Andalas Journal of Public Health\",\"volume\":\"21 1\",\"pages\":\"\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2014-04-01\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"2\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"JKMA Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Andalas Journal of Public Health\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.24893/JKMA.8.2.72-78.2014\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"JKMA Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Andalas Journal of Public Health","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24893/JKMA.8.2.72-78.2014","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BBLR Dl WILAYAH KERJA PUSKESMAS AIR DINGIN TAHUN 2013
Indonesia memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan MDGs, di antaranya adalah menurunkan angka kematian anak balita. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi di Padang. Kejadian BBLR tertinggi di kota Padang terdapat di Puskesmas Air Dingin, yaitu 37 bayi (10,6%) pada tahun 2011 dan 39 bayi (7,5%) pada tahun 2012. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian bayi BBLR. Penelitian dilakukan dari April - Agustus 2013, dengan desain case control study. Penelitian menggunakan total sampel yaitu 39 ibu yang mempunyai bayi BBLR dan 39 ibu yang mempunyai bayi berat lahir normal untuk kontrol. Penggumpulan data menggunakan kuesioner dan buku KIA. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian : usia berisiko untuk hamil pada kasus 15,4% dan pada kontrol 23,1%; penambahan berat badan berisiko pada kasus 64,1% pada kontrol 15,4%; Anemia waktu hamil pada kasus 82,9% pada kontrol 37,1%; KEK pada kasus 64,1% pada kontrol 10,3%; jarak kehamilan berisiko pada kasus 45,6% pada kontrol 23,1%; punya riwayat penyakit berisiko pada kasus 12,8% dan pada kontrol 17,9%. Hasil analisis bivariat ada hubungan penambahan berat badan (p=0,000), anemia (p=0,000), KEK (p= 0,000) dan jarak kehamilan (p=0,005) dengan BBLR. Disarankan kepada pihak Puskesmas untuk meningkatkan penyuluhan, pemberian TTD dan makanan tambahan untuk ibu hamil.