印尼《共和国日报》和媒体对《30/2021》的框架分析 2021 年 11 月 9-11 日

Noveri Faikar Urfan, Andika Bagus Setyawan
{"title":"印尼《共和国日报》和媒体对《30/2021》的框架分析 2021 年 11 月 9-11 日","authors":"Noveri Faikar Urfan, Andika Bagus Setyawan","doi":"10.47647/jsh.v6i2.1579","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Peraturan mendikbudristek 30/2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi, menimbulkan pro dan kontra di media massa, khususnya di harian Republika dan Media Indonesia. Republika khawatir jika Permendikbudristek 30/2021, akan melegalkan seks bebas. Sementara Media Indonesia, menuntut agar peraturan itu segera diimplementasikan. Republika yang merepresentasikan pembaca Islam menganggap bahwa jika peraturan tersebut disahkan, maka hubungan seksual di luar pernikahan akan dilegalkan asal berdasarkan kesepakatan. Sementara Media Indonesia yang pemiliknya tergabung dalam koalisi pemerintah, menganggap bahwa peraturan tersebut penting untuk diimplementasikan agar para korban pelecehan seksual di kampus segera bisa mendapatkan perlindungan. Penelitian ini mencari bagaimana pembingkaian (framing) kedua media ini dalam memberitakan isu Permendikbudristek 30/2021. Dengan analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald Kosicki, yang berfokus pada empat struktur (sintaksis, skrip, tematik, retoris), ditemukan bahwa: Republika memprioritaskan pendapat-pendapat yang kontra terhadap dalam menyusun berita. Sementara sebaliknya, Media Indonesia menonjolkan pendapat-pendapat dari pihak yang pro peraturan.Kata kunci: Permendikbudristek 30/2021, Analisis Framing, Republika, Media Indonesia","PeriodicalId":154714,"journal":{"name":"Jurnal Sosial Humaniora Sigli","volume":" 11","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"ANALISIS FRAMING HARIAN REPUBLIKA DAN MEDIA INDONESIA PADA ISU PERMENDIKBUDRISTEK 30/2021 09-11 NOVEMBER 2021\",\"authors\":\"Noveri Faikar Urfan, Andika Bagus Setyawan\",\"doi\":\"10.47647/jsh.v6i2.1579\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Peraturan mendikbudristek 30/2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi, menimbulkan pro dan kontra di media massa, khususnya di harian Republika dan Media Indonesia. Republika khawatir jika Permendikbudristek 30/2021, akan melegalkan seks bebas. Sementara Media Indonesia, menuntut agar peraturan itu segera diimplementasikan. Republika yang merepresentasikan pembaca Islam menganggap bahwa jika peraturan tersebut disahkan, maka hubungan seksual di luar pernikahan akan dilegalkan asal berdasarkan kesepakatan. Sementara Media Indonesia yang pemiliknya tergabung dalam koalisi pemerintah, menganggap bahwa peraturan tersebut penting untuk diimplementasikan agar para korban pelecehan seksual di kampus segera bisa mendapatkan perlindungan. Penelitian ini mencari bagaimana pembingkaian (framing) kedua media ini dalam memberitakan isu Permendikbudristek 30/2021. Dengan analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald Kosicki, yang berfokus pada empat struktur (sintaksis, skrip, tematik, retoris), ditemukan bahwa: Republika memprioritaskan pendapat-pendapat yang kontra terhadap dalam menyusun berita. Sementara sebaliknya, Media Indonesia menonjolkan pendapat-pendapat dari pihak yang pro peraturan.Kata kunci: Permendikbudristek 30/2021, Analisis Framing, Republika, Media Indonesia\",\"PeriodicalId\":154714,\"journal\":{\"name\":\"Jurnal Sosial Humaniora Sigli\",\"volume\":\" 11\",\"pages\":\"\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2023-11-30\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Jurnal Sosial Humaniora Sigli\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.47647/jsh.v6i2.1579\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Sosial Humaniora Sigli","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.47647/jsh.v6i2.1579","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

摘要

研究、技术和高等教育部关于预防和处理高等教育机构性暴力的第 30/2021 号条例在大众媒体,尤其是《印尼共和国报》和《印尼媒体》上引发了正反两方面的争论。Republika 担心 Permendikbudristek 30/2021 将使自由性行为合法化。与此同时,印尼媒体要求立即实施该法规。代表伊斯兰读者的 Republika 认为,如果该条例获得通过,只要是基于协议的婚外性关系都将合法化。同时,印尼媒体(其所有者均为政府联盟成员)认为,该条例的实施非常重要,这样校园性骚扰的受害者就能立即得到保护。本研究探讨了这两家媒体如何看待 Permendikbudristek 30/2021 的问题。利用潘中党(Zhongdang Pan)和杰拉尔德-科西基(Gerald Kosicki)的框架分析法,重点分析了四种结构(句法、脚本、主题、修辞):Republika 在构思新闻时优先考虑反对意见。相反,印尼媒体则强调支持监管者的意见:Permendikbudristek 30/2021,框架分析,印尼共和国,印尼媒体
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
ANALISIS FRAMING HARIAN REPUBLIKA DAN MEDIA INDONESIA PADA ISU PERMENDIKBUDRISTEK 30/2021 09-11 NOVEMBER 2021
Peraturan mendikbudristek 30/2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi, menimbulkan pro dan kontra di media massa, khususnya di harian Republika dan Media Indonesia. Republika khawatir jika Permendikbudristek 30/2021, akan melegalkan seks bebas. Sementara Media Indonesia, menuntut agar peraturan itu segera diimplementasikan. Republika yang merepresentasikan pembaca Islam menganggap bahwa jika peraturan tersebut disahkan, maka hubungan seksual di luar pernikahan akan dilegalkan asal berdasarkan kesepakatan. Sementara Media Indonesia yang pemiliknya tergabung dalam koalisi pemerintah, menganggap bahwa peraturan tersebut penting untuk diimplementasikan agar para korban pelecehan seksual di kampus segera bisa mendapatkan perlindungan. Penelitian ini mencari bagaimana pembingkaian (framing) kedua media ini dalam memberitakan isu Permendikbudristek 30/2021. Dengan analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald Kosicki, yang berfokus pada empat struktur (sintaksis, skrip, tematik, retoris), ditemukan bahwa: Republika memprioritaskan pendapat-pendapat yang kontra terhadap dalam menyusun berita. Sementara sebaliknya, Media Indonesia menonjolkan pendapat-pendapat dari pihak yang pro peraturan.Kata kunci: Permendikbudristek 30/2021, Analisis Framing, Republika, Media Indonesia
求助全文
通过发布文献求助,成功后即可免费获取论文全文。 去求助
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信