{"title":"在惩罚性暴力犯罪人时适用恢复性司法","authors":"Ariana Milanda, Budi Arsih","doi":"10.47647/jsh.v6i2.1681","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Di Indonesia sendiri sampai saat ini khususnya dalam kasus kekerasan seksual yang melonjak tinggi keberadaannya menjadi momok bagi warga masyarakat sekitar, terlebih kepada makhluk yang sering dianggap lemah yaitu para anak dan perempuan yang sering menjadi korban dalam tindak kekerasan seksual yang mana menurut pelaku jika korbannya adalah anak dan perempuan akan menjadi mudah untuk dijadikan target untuk bisa memuaskan dan menyalurkan nafsunya. Fokus penelitian yakni dengan adanya Restorative Justice dalam tindak kekerasan seksual, berdasarkan fakta yang telah terjadi akibat perbuatan tindak kekerasan seksual. ini terdapat beberapa pelaku yang masih bisa menikmati hidupnya dengan tanpa adanya rasa bersalah atau menyesal, namun bagi korban yang saat dan setelah kejadian tersebut mengalami trauma berkelanjutan dan histeris yang harus menanggung beban sendiri, belum lagi jika terbukti hamil dengan melihat bagaimana tanggapan lingkungan sekitar tidak ada yang mengerti keadaan korban bahkan hingga mengucilkan korban dan di selingi perkataan-perkataan yang membuat mental korban semakin terpuruk, tentunya hal seperti ini yang harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah untuk tidak hanya menangani tetapi juga untuk bisa menjamin hak-hak para korban dan melindungi korban akibat tindak kekerasan seksual.Kata Kunci: Kekerasan seksual, restorative justice, korban","PeriodicalId":154714,"journal":{"name":"Jurnal Sosial Humaniora Sigli","volume":"1133 ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-12-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM PEMIDANAAN PELAKU KEKERASAN SEKSUAL\",\"authors\":\"Ariana Milanda, Budi Arsih\",\"doi\":\"10.47647/jsh.v6i2.1681\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Di Indonesia sendiri sampai saat ini khususnya dalam kasus kekerasan seksual yang melonjak tinggi keberadaannya menjadi momok bagi warga masyarakat sekitar, terlebih kepada makhluk yang sering dianggap lemah yaitu para anak dan perempuan yang sering menjadi korban dalam tindak kekerasan seksual yang mana menurut pelaku jika korbannya adalah anak dan perempuan akan menjadi mudah untuk dijadikan target untuk bisa memuaskan dan menyalurkan nafsunya. Fokus penelitian yakni dengan adanya Restorative Justice dalam tindak kekerasan seksual, berdasarkan fakta yang telah terjadi akibat perbuatan tindak kekerasan seksual. ini terdapat beberapa pelaku yang masih bisa menikmati hidupnya dengan tanpa adanya rasa bersalah atau menyesal, namun bagi korban yang saat dan setelah kejadian tersebut mengalami trauma berkelanjutan dan histeris yang harus menanggung beban sendiri, belum lagi jika terbukti hamil dengan melihat bagaimana tanggapan lingkungan sekitar tidak ada yang mengerti keadaan korban bahkan hingga mengucilkan korban dan di selingi perkataan-perkataan yang membuat mental korban semakin terpuruk, tentunya hal seperti ini yang harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah untuk tidak hanya menangani tetapi juga untuk bisa menjamin hak-hak para korban dan melindungi korban akibat tindak kekerasan seksual.Kata Kunci: Kekerasan seksual, restorative justice, korban\",\"PeriodicalId\":154714,\"journal\":{\"name\":\"Jurnal Sosial Humaniora Sigli\",\"volume\":\"1133 \",\"pages\":\"\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2023-12-20\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Jurnal Sosial Humaniora Sigli\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.47647/jsh.v6i2.1681\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Sosial Humaniora Sigli","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.47647/jsh.v6i2.1681","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM PEMIDANAAN PELAKU KEKERASAN SEKSUAL
Di Indonesia sendiri sampai saat ini khususnya dalam kasus kekerasan seksual yang melonjak tinggi keberadaannya menjadi momok bagi warga masyarakat sekitar, terlebih kepada makhluk yang sering dianggap lemah yaitu para anak dan perempuan yang sering menjadi korban dalam tindak kekerasan seksual yang mana menurut pelaku jika korbannya adalah anak dan perempuan akan menjadi mudah untuk dijadikan target untuk bisa memuaskan dan menyalurkan nafsunya. Fokus penelitian yakni dengan adanya Restorative Justice dalam tindak kekerasan seksual, berdasarkan fakta yang telah terjadi akibat perbuatan tindak kekerasan seksual. ini terdapat beberapa pelaku yang masih bisa menikmati hidupnya dengan tanpa adanya rasa bersalah atau menyesal, namun bagi korban yang saat dan setelah kejadian tersebut mengalami trauma berkelanjutan dan histeris yang harus menanggung beban sendiri, belum lagi jika terbukti hamil dengan melihat bagaimana tanggapan lingkungan sekitar tidak ada yang mengerti keadaan korban bahkan hingga mengucilkan korban dan di selingi perkataan-perkataan yang membuat mental korban semakin terpuruk, tentunya hal seperti ini yang harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah untuk tidak hanya menangani tetapi juga untuk bisa menjamin hak-hak para korban dan melindungi korban akibat tindak kekerasan seksual.Kata Kunci: Kekerasan seksual, restorative justice, korban