{"title":"银行的财务业绩、企业治理和财务健康","authors":"Maria Cyntia Archilues, Nina Febriana Dosinta","doi":"10.31949/jaksi.v4i3.5812","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Kesehatan keuangan sebagai salah aspek esensial pada perusahaan guna menjaga keberlangsunganusaha. Penelitian ini menginvestigasi pengaruh kinerja keuangan dan tata kelola perusahaanterhadap kesehatan keuangan. Penelitian ini menetapkan sampel sebanyak 41 bank yang terdaftardi Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Oleh karena itu, 205 data diperoleh berdasarkanpurposive sampling. Penelitian ini menganalisis data menggunakan analisis regresi logistik. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa proksi dari kinerja keuangan yakni leverage, likuiditas, Return onAssets (ROA), dan Non-Performing Loans (NPL) berpengaruh terhadap kesehatan keuangan.Kemudian proporsi dewan komisaris independen sebagai proksi tata kelola perusahaan jugaberpengaruh terhadap kesehatan keuangan. Selanjutnya, Beban Operasi Pendapatan Operasi(BOPO) dan frekuensi rapat dewan komisaris tidak mempengaruhi kesehatan keuangan. Hasil ujiNagelkerke R Square yang digunakan untuk mengevaluasi koefisien determinasi menunjukkansebesar 0,602, atau menerangkan bahwa variabel independen mempunyai kemampuan 60,2%dalam menjelaskan variasi dalam kesehatan keuangan. Penelitian ini berimplikasi bahwa leverage,likuiditas, ROA, dan NPL, sebagai sinyal yang baik terhadap kesehatan keuangan. Penelitian ini jugaberimplikasi bahwa pentingnya mempertahankan proporsi dewan komisaris sebagai agent dalampertanggungjawaban kepada principal khususnya pengawasan kesehatan keuangan perusahaan","PeriodicalId":33596,"journal":{"name":"Jurnal AKSI Akuntansi dan Sistem Informasi","volume":"208 2-3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-10-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"Kinerja Keuangan, Tata Kelola Perusahaan, dan Kesehatan Keuangan Pada Perusahaan Perbankan\",\"authors\":\"Maria Cyntia Archilues, Nina Febriana Dosinta\",\"doi\":\"10.31949/jaksi.v4i3.5812\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Kesehatan keuangan sebagai salah aspek esensial pada perusahaan guna menjaga keberlangsunganusaha. Penelitian ini menginvestigasi pengaruh kinerja keuangan dan tata kelola perusahaanterhadap kesehatan keuangan. Penelitian ini menetapkan sampel sebanyak 41 bank yang terdaftardi Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Oleh karena itu, 205 data diperoleh berdasarkanpurposive sampling. Penelitian ini menganalisis data menggunakan analisis regresi logistik. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa proksi dari kinerja keuangan yakni leverage, likuiditas, Return onAssets (ROA), dan Non-Performing Loans (NPL) berpengaruh terhadap kesehatan keuangan.Kemudian proporsi dewan komisaris independen sebagai proksi tata kelola perusahaan jugaberpengaruh terhadap kesehatan keuangan. Selanjutnya, Beban Operasi Pendapatan Operasi(BOPO) dan frekuensi rapat dewan komisaris tidak mempengaruhi kesehatan keuangan. Hasil ujiNagelkerke R Square yang digunakan untuk mengevaluasi koefisien determinasi menunjukkansebesar 0,602, atau menerangkan bahwa variabel independen mempunyai kemampuan 60,2%dalam menjelaskan variasi dalam kesehatan keuangan. Penelitian ini berimplikasi bahwa leverage,likuiditas, ROA, dan NPL, sebagai sinyal yang baik terhadap kesehatan keuangan. Penelitian ini jugaberimplikasi bahwa pentingnya mempertahankan proporsi dewan komisaris sebagai agent dalampertanggungjawaban kepada principal khususnya pengawasan kesehatan keuangan perusahaan\",\"PeriodicalId\":33596,\"journal\":{\"name\":\"Jurnal AKSI Akuntansi dan Sistem Informasi\",\"volume\":\"208 2-3 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2023-10-19\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Jurnal AKSI Akuntansi dan Sistem Informasi\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.31949/jaksi.v4i3.5812\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal AKSI Akuntansi dan Sistem Informasi","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31949/jaksi.v4i3.5812","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
摘要
财务健康是企业维持盈利的一个重要方面。本研究探讨企业财务业绩和治理对金融健康的影响。研究确定了2018-2022年期间在印尼证券交易所注册的41家银行的样本。因此,通过采样法获得了205份数据。本研究使用物流分析分析数据。研究结果表明,杠杆、流动性、回报率和不绩效贷款等财务表现的代理影响着财务健康。独立的董事会作为公司治理代理的比例也会影响财务健康。此外,董事会会议的收入和频率不会影响财务健康。ujiNagelkerke R Square用来评估确定性系数指出0.602,或者指出独立变量在解释金融健康变化方面的能力为60.2。这项研究暗示,leverage、流动性、ROA和NPL是良好的财务健康信号。这项研究还将意味着,在对该原则,特别是对该公司的财务健康监督方面,维持安理会作为代理的比例的重要性
Kinerja Keuangan, Tata Kelola Perusahaan, dan Kesehatan Keuangan Pada Perusahaan Perbankan
Kesehatan keuangan sebagai salah aspek esensial pada perusahaan guna menjaga keberlangsunganusaha. Penelitian ini menginvestigasi pengaruh kinerja keuangan dan tata kelola perusahaanterhadap kesehatan keuangan. Penelitian ini menetapkan sampel sebanyak 41 bank yang terdaftardi Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Oleh karena itu, 205 data diperoleh berdasarkanpurposive sampling. Penelitian ini menganalisis data menggunakan analisis regresi logistik. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa proksi dari kinerja keuangan yakni leverage, likuiditas, Return onAssets (ROA), dan Non-Performing Loans (NPL) berpengaruh terhadap kesehatan keuangan.Kemudian proporsi dewan komisaris independen sebagai proksi tata kelola perusahaan jugaberpengaruh terhadap kesehatan keuangan. Selanjutnya, Beban Operasi Pendapatan Operasi(BOPO) dan frekuensi rapat dewan komisaris tidak mempengaruhi kesehatan keuangan. Hasil ujiNagelkerke R Square yang digunakan untuk mengevaluasi koefisien determinasi menunjukkansebesar 0,602, atau menerangkan bahwa variabel independen mempunyai kemampuan 60,2%dalam menjelaskan variasi dalam kesehatan keuangan. Penelitian ini berimplikasi bahwa leverage,likuiditas, ROA, dan NPL, sebagai sinyal yang baik terhadap kesehatan keuangan. Penelitian ini jugaberimplikasi bahwa pentingnya mempertahankan proporsi dewan komisaris sebagai agent dalampertanggungjawaban kepada principal khususnya pengawasan kesehatan keuangan perusahaan