{"title":"参考点校正与油棕场微地形测量方法的静电校正","authors":"Heri Santoso","doi":"10.22302/iopri.war.warta.v27i3.89","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":" GPS RTK merupakan bagian dari tipe Differential GPS (DGPS) yang mempunyai prinsip data akuisisi lapangan dilakukan koreksi terhadap stasiun acuan (reference) atau jaringan. Pemanfaatan DGPS untuk pembuatan peta mikro topografi telah dilakukan oleh beberapa peneliti. Di perkebunan kelapa sawit, beberapa kewajiban memiliki peta topografi skala detil adalah pada pengelolaan lahan gambut. Ketersediaan titik reference dari Badan Informasi Geospasial sebanyak 7.326 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, namun masih terbatas terutama pada areal-areal remote seperti perkebunan kelapa sawit. Penentuan titik reference dengan metode static merupakan cara yang efisien dan relatif mudah dilakukan. Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) No. 15 tahun 2013 tentang Sistem Referensi Geospasial Indonesia 2013 menjelaskan ketinggian geoid menjadi sistem referensi vertikal nasional. Pengukuran dengan GPS merupakan ketinggian ellipsoid, sehingga perlu dilakukan penghitungan. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan penghitungan ketinggian geoid secara online di BIG dan UNAVCO. Hasil penghitungan menunjukkan ketinggian geoid dari BIG mempunyai selisih sekitar 0.604 meter dengan metode non cubic (bilinear) dan 2.922 meter dengan metode interpolasi cubic. Pengitungan ketinggian geoid dari BIG mempunyai tingkat ketelitian sebesar 17.3 cm atau setara dengan skala peta 1:5000.","PeriodicalId":197056,"journal":{"name":"WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit","volume":"430 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-10-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"KOREKSI TITIK REFERENCE DENGAN METODE STATIK PADA PENGUKURAN MIKRO-TOPOGRAFI PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT\",\"authors\":\"Heri Santoso\",\"doi\":\"10.22302/iopri.war.warta.v27i3.89\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\" GPS RTK merupakan bagian dari tipe Differential GPS (DGPS) yang mempunyai prinsip data akuisisi lapangan dilakukan koreksi terhadap stasiun acuan (reference) atau jaringan. Pemanfaatan DGPS untuk pembuatan peta mikro topografi telah dilakukan oleh beberapa peneliti. Di perkebunan kelapa sawit, beberapa kewajiban memiliki peta topografi skala detil adalah pada pengelolaan lahan gambut. Ketersediaan titik reference dari Badan Informasi Geospasial sebanyak 7.326 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, namun masih terbatas terutama pada areal-areal remote seperti perkebunan kelapa sawit. Penentuan titik reference dengan metode static merupakan cara yang efisien dan relatif mudah dilakukan. Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) No. 15 tahun 2013 tentang Sistem Referensi Geospasial Indonesia 2013 menjelaskan ketinggian geoid menjadi sistem referensi vertikal nasional. Pengukuran dengan GPS merupakan ketinggian ellipsoid, sehingga perlu dilakukan penghitungan. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan penghitungan ketinggian geoid secara online di BIG dan UNAVCO. Hasil penghitungan menunjukkan ketinggian geoid dari BIG mempunyai selisih sekitar 0.604 meter dengan metode non cubic (bilinear) dan 2.922 meter dengan metode interpolasi cubic. Pengitungan ketinggian geoid dari BIG mempunyai tingkat ketelitian sebesar 17.3 cm atau setara dengan skala peta 1:5000.\",\"PeriodicalId\":197056,\"journal\":{\"name\":\"WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit\",\"volume\":\"430 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2022-10-28\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.22302/iopri.war.warta.v27i3.89\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22302/iopri.war.warta.v27i3.89","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
KOREKSI TITIK REFERENCE DENGAN METODE STATIK PADA PENGUKURAN MIKRO-TOPOGRAFI PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
GPS RTK merupakan bagian dari tipe Differential GPS (DGPS) yang mempunyai prinsip data akuisisi lapangan dilakukan koreksi terhadap stasiun acuan (reference) atau jaringan. Pemanfaatan DGPS untuk pembuatan peta mikro topografi telah dilakukan oleh beberapa peneliti. Di perkebunan kelapa sawit, beberapa kewajiban memiliki peta topografi skala detil adalah pada pengelolaan lahan gambut. Ketersediaan titik reference dari Badan Informasi Geospasial sebanyak 7.326 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, namun masih terbatas terutama pada areal-areal remote seperti perkebunan kelapa sawit. Penentuan titik reference dengan metode static merupakan cara yang efisien dan relatif mudah dilakukan. Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) No. 15 tahun 2013 tentang Sistem Referensi Geospasial Indonesia 2013 menjelaskan ketinggian geoid menjadi sistem referensi vertikal nasional. Pengukuran dengan GPS merupakan ketinggian ellipsoid, sehingga perlu dilakukan penghitungan. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan penghitungan ketinggian geoid secara online di BIG dan UNAVCO. Hasil penghitungan menunjukkan ketinggian geoid dari BIG mempunyai selisih sekitar 0.604 meter dengan metode non cubic (bilinear) dan 2.922 meter dengan metode interpolasi cubic. Pengitungan ketinggian geoid dari BIG mempunyai tingkat ketelitian sebesar 17.3 cm atau setara dengan skala peta 1:5000.