Haniif Prasetiawan, R. D. Kusumaningtyas, B. Triwibowo, Dhoni Hartanto, Muhammad Fikri Al Ghifari, S. Karimah
{"title":"利用硫酸蒸发器对碳氢化合物溶剂的提炼过程进行了改进","authors":"Haniif Prasetiawan, R. D. Kusumaningtyas, B. Triwibowo, Dhoni Hartanto, Muhammad Fikri Al Ghifari, S. Karimah","doi":"10.31942/inteka.v7i1.6032","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pelarut atau solvent merupakan salah satu komponen penting dalam proses kimia pada industri kimia. Salah satu jenis pelarut yang sering digunakan pada industri cat dan pelapis yaitu pelarut berbasis hidrokarbon yang terdiri dari campuran cairan kompleks yang beragam dan mengandung unsur alifatik, alisiklik dan aromatik (C5-C8). Aromatik hidrokarbon merupakan polutan lingkungan yang terkenal bersifat toksik, karsinogenik dan mutagenik sehingga dibutuhkan pelarut berbasis hidrokarbon dengan kandungan aromatik dibawah 1%. Metode pemisahan yang tepat untuk memisahkan komponen aromatik dan nonaromatik yang memiliki titik didih berdekatan adalah distilasi ekstraktif dengan entrainer sulfolana. Pada penelitian ini, sistem distilasi dengan entrainer sulfolana dijalankan menggunakan process simulation software Aspen Plus V.10 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah sulfolana, feed stage dan jumlah stage terhadap sifat fisis pelarut berbasis hidrokarbon serta analisis energi dan ekonominya. Simulasi ini difokuskan pada variasi rasio sulfolana:crude feed ( 7:1, 7,5:1, 8:1, 8,5:1), variasi feed stage (stage ke-10 sampai ke-35) dan variasi jumlah stage (70,75,80). Hasil penelitian didapatkan kondisi optimum yaitu menggunakan rasio sulfolana:crude feed 8,5:1, feed stage ke-25 dan jumlah stage 80. ","PeriodicalId":133390,"journal":{"name":"Jurnal Inovasi Teknik Kimia","volume":"54 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-04-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":"{\"title\":\"REKAYASA PROSES DISTILASI EKSTRAKTIF PADA PEMBUATAN PELARUT BERBASIS HIDROKARBON DENGAN MENGGUNAKAN ENTRAINER SULFOLANA\",\"authors\":\"Haniif Prasetiawan, R. D. Kusumaningtyas, B. Triwibowo, Dhoni Hartanto, Muhammad Fikri Al Ghifari, S. Karimah\",\"doi\":\"10.31942/inteka.v7i1.6032\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Pelarut atau solvent merupakan salah satu komponen penting dalam proses kimia pada industri kimia. Salah satu jenis pelarut yang sering digunakan pada industri cat dan pelapis yaitu pelarut berbasis hidrokarbon yang terdiri dari campuran cairan kompleks yang beragam dan mengandung unsur alifatik, alisiklik dan aromatik (C5-C8). Aromatik hidrokarbon merupakan polutan lingkungan yang terkenal bersifat toksik, karsinogenik dan mutagenik sehingga dibutuhkan pelarut berbasis hidrokarbon dengan kandungan aromatik dibawah 1%. Metode pemisahan yang tepat untuk memisahkan komponen aromatik dan nonaromatik yang memiliki titik didih berdekatan adalah distilasi ekstraktif dengan entrainer sulfolana. Pada penelitian ini, sistem distilasi dengan entrainer sulfolana dijalankan menggunakan process simulation software Aspen Plus V.10 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah sulfolana, feed stage dan jumlah stage terhadap sifat fisis pelarut berbasis hidrokarbon serta analisis energi dan ekonominya. Simulasi ini difokuskan pada variasi rasio sulfolana:crude feed ( 7:1, 7,5:1, 8:1, 8,5:1), variasi feed stage (stage ke-10 sampai ke-35) dan variasi jumlah stage (70,75,80). Hasil penelitian didapatkan kondisi optimum yaitu menggunakan rasio sulfolana:crude feed 8,5:1, feed stage ke-25 dan jumlah stage 80. \",\"PeriodicalId\":133390,\"journal\":{\"name\":\"Jurnal Inovasi Teknik Kimia\",\"volume\":\"54 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2022-04-29\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"1\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Jurnal Inovasi Teknik Kimia\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.31942/inteka.v7i1.6032\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Inovasi Teknik Kimia","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31942/inteka.v7i1.6032","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
REKAYASA PROSES DISTILASI EKSTRAKTIF PADA PEMBUATAN PELARUT BERBASIS HIDROKARBON DENGAN MENGGUNAKAN ENTRAINER SULFOLANA
Pelarut atau solvent merupakan salah satu komponen penting dalam proses kimia pada industri kimia. Salah satu jenis pelarut yang sering digunakan pada industri cat dan pelapis yaitu pelarut berbasis hidrokarbon yang terdiri dari campuran cairan kompleks yang beragam dan mengandung unsur alifatik, alisiklik dan aromatik (C5-C8). Aromatik hidrokarbon merupakan polutan lingkungan yang terkenal bersifat toksik, karsinogenik dan mutagenik sehingga dibutuhkan pelarut berbasis hidrokarbon dengan kandungan aromatik dibawah 1%. Metode pemisahan yang tepat untuk memisahkan komponen aromatik dan nonaromatik yang memiliki titik didih berdekatan adalah distilasi ekstraktif dengan entrainer sulfolana. Pada penelitian ini, sistem distilasi dengan entrainer sulfolana dijalankan menggunakan process simulation software Aspen Plus V.10 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah sulfolana, feed stage dan jumlah stage terhadap sifat fisis pelarut berbasis hidrokarbon serta analisis energi dan ekonominya. Simulasi ini difokuskan pada variasi rasio sulfolana:crude feed ( 7:1, 7,5:1, 8:1, 8,5:1), variasi feed stage (stage ke-10 sampai ke-35) dan variasi jumlah stage (70,75,80). Hasil penelitian didapatkan kondisi optimum yaitu menggunakan rasio sulfolana:crude feed 8,5:1, feed stage ke-25 dan jumlah stage 80.