Bekti Meilani Nurcahya, T. Andayani, Fita Rahmawati
{"title":"慢性病患者中药物相关问题的风险因素","authors":"Bekti Meilani Nurcahya, T. Andayani, Fita Rahmawati","doi":"10.22146/JMPF.136","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Apoteker farmasi klinik memiliki peran untuk mengidentifikasi, mencegah, dan mengatasi drug related problems (DRPs). Identifikasi dan penyelesaian DRPs dengan tepat dapat menjamin efektifitas, keamanan dan efisiensi penggunaan obat. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi DRPs dan mengetahui faktor risiko terjadinya DRPs. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional, dilakukan di RSUD Kabupaten Sleman dan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada bulan Oktober sampai Desember 2014. Penelitian diawali dengan mengidentifikasi jenis dan angka kejadian DRPs pada peresepan pasien rawat jalan dengan penyakit kronis di kedua Rumah Sakit. Selanjutnya dianalisis faktor–faktor yang mempengaruhi kejadian DRPs meliputi usia, jenis kelamin, jumlah diagnosis, jenis diagnosis, jumlah obat, dan penulis resep. Jenis, angka kejadian DRPs dan data demografi pasien ditampilkan dengan statitistik deskriptif. Hubungan faktor risiko dengan kejadian DRPs dianalisa dengan analisa bivariat menggunakan Chi- Square test atau Fisher’s exact test. Dari 185 pasien rawat jalan, 123 pasien (66,49%) mengalami kejadian DRPs dengan total kejadian adalah 192. Jenis kejadian DRPs berturut- turut dari yang paling banyak adalah interaksi obat (36, 98 %), kepatuhan ( 29,69%), obat tidak tepat (8,33 %), dosis terlalu rendah (7,81 %), terapi obat yang tidak perlu (7,29 %), efek samping obat (6,25%), dan membutuhkan terapi obat tambahan (3,65 %). Faktor - faktor yang terbukti berpengaruh terhadap kejadian DRPs adalah polifarmasi (peresepan 5 macam obat atau lebih) , adanya komorbid (diagnosis lebih dari 1 macam), dan diagnosis gagal jantung (p < 0,05) dengan nilai odds ratio (OR) berturut – turut adalah 2,43 ; 2,79 dan 3,37 .","PeriodicalId":125871,"journal":{"name":"Journal of Management and Pharmacy Practice","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"1900-01-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":"{\"title\":\"FAKTOR RISIKO TERJADINYA DRUG RELATED PROBLEMS PADA PASIEN RAWAT JALAN DENGAN PENYAKIT KRONIS\",\"authors\":\"Bekti Meilani Nurcahya, T. Andayani, Fita Rahmawati\",\"doi\":\"10.22146/JMPF.136\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Apoteker farmasi klinik memiliki peran untuk mengidentifikasi, mencegah, dan mengatasi drug related problems (DRPs). Identifikasi dan penyelesaian DRPs dengan tepat dapat menjamin efektifitas, keamanan dan efisiensi penggunaan obat. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi DRPs dan mengetahui faktor risiko terjadinya DRPs. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional, dilakukan di RSUD Kabupaten Sleman dan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada bulan Oktober sampai Desember 2014. Penelitian diawali dengan mengidentifikasi jenis dan angka kejadian DRPs pada peresepan pasien rawat jalan dengan penyakit kronis di kedua Rumah Sakit. Selanjutnya dianalisis faktor–faktor yang mempengaruhi kejadian DRPs meliputi usia, jenis kelamin, jumlah diagnosis, jenis diagnosis, jumlah obat, dan penulis resep. Jenis, angka kejadian DRPs dan data demografi pasien ditampilkan dengan statitistik deskriptif. Hubungan faktor risiko dengan kejadian DRPs dianalisa dengan analisa bivariat menggunakan Chi- Square test atau Fisher’s exact test. Dari 185 pasien rawat jalan, 123 pasien (66,49%) mengalami kejadian DRPs dengan total kejadian adalah 192. Jenis kejadian DRPs berturut- turut dari yang paling banyak adalah interaksi obat (36, 98 %), kepatuhan ( 29,69%), obat tidak tepat (8,33 %), dosis terlalu rendah (7,81 %), terapi obat yang tidak perlu (7,29 %), efek samping obat (6,25%), dan membutuhkan terapi obat tambahan (3,65 %). Faktor - faktor yang terbukti berpengaruh terhadap kejadian DRPs adalah polifarmasi (peresepan 5 macam obat atau lebih) , adanya komorbid (diagnosis lebih dari 1 macam), dan diagnosis gagal jantung (p < 0,05) dengan nilai odds ratio (OR) berturut – turut adalah 2,43 ; 2,79 dan 3,37 .\",\"PeriodicalId\":125871,\"journal\":{\"name\":\"Journal of Management and Pharmacy Practice\",\"volume\":\"32 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"1900-01-01\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"1\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Journal of Management and Pharmacy Practice\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.22146/JMPF.136\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal of Management and Pharmacy Practice","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22146/JMPF.136","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
FAKTOR RISIKO TERJADINYA DRUG RELATED PROBLEMS PADA PASIEN RAWAT JALAN DENGAN PENYAKIT KRONIS
Apoteker farmasi klinik memiliki peran untuk mengidentifikasi, mencegah, dan mengatasi drug related problems (DRPs). Identifikasi dan penyelesaian DRPs dengan tepat dapat menjamin efektifitas, keamanan dan efisiensi penggunaan obat. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi DRPs dan mengetahui faktor risiko terjadinya DRPs. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional, dilakukan di RSUD Kabupaten Sleman dan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada bulan Oktober sampai Desember 2014. Penelitian diawali dengan mengidentifikasi jenis dan angka kejadian DRPs pada peresepan pasien rawat jalan dengan penyakit kronis di kedua Rumah Sakit. Selanjutnya dianalisis faktor–faktor yang mempengaruhi kejadian DRPs meliputi usia, jenis kelamin, jumlah diagnosis, jenis diagnosis, jumlah obat, dan penulis resep. Jenis, angka kejadian DRPs dan data demografi pasien ditampilkan dengan statitistik deskriptif. Hubungan faktor risiko dengan kejadian DRPs dianalisa dengan analisa bivariat menggunakan Chi- Square test atau Fisher’s exact test. Dari 185 pasien rawat jalan, 123 pasien (66,49%) mengalami kejadian DRPs dengan total kejadian adalah 192. Jenis kejadian DRPs berturut- turut dari yang paling banyak adalah interaksi obat (36, 98 %), kepatuhan ( 29,69%), obat tidak tepat (8,33 %), dosis terlalu rendah (7,81 %), terapi obat yang tidak perlu (7,29 %), efek samping obat (6,25%), dan membutuhkan terapi obat tambahan (3,65 %). Faktor - faktor yang terbukti berpengaruh terhadap kejadian DRPs adalah polifarmasi (peresepan 5 macam obat atau lebih) , adanya komorbid (diagnosis lebih dari 1 macam), dan diagnosis gagal jantung (p < 0,05) dengan nilai odds ratio (OR) berturut – turut adalah 2,43 ; 2,79 dan 3,37 .