{"title":"锌消费关系是一种传统的米南卡南食物与牙周病顺化硫化物的神经调节作用","authors":"Nila Kasuma","doi":"10.32734/dentika.v18i2.2010","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian ini melibatkan 66 orang sampel terdiri atas 22 orang sehat, 22 orang mengalami gingivitis ringan dan 22 orangmengalami periodontitis awal. Kadar enzim yang diteliti diuji dengan menggunakan teknik ELISA. Rancangan penelitianadalah cross sectional yang membandingkan kadar enzim netrofil elastase pada sampel sehat, gingivitis ringan danperiodontitis awal. Untuk melihat distribusi normal (p> 0,05) dilakukan tes Kolmogorov Smirnof. Terdapat kadarneutrofil elastase yang paling tinggi pada periodontitis ringan dengan rata-rata 9,42 ± 1,06 ng/dl. Kadar konsumsi sengyang paling tinggi adalah pada pasien sehat dengan rata-rata 6,39 ± 1,26 mg. Tes Pearson Correlation digunakan untukmembuktikan hubungan antara konsentrasi neutrofil elastase dengan konsumsi seng pada makanan tradisionalMinangkabau. Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang signifikan ( p= 0,000) antara konsentrasi neutrofil elastasedengan kadar konsumsi seng pada makanan tradisional Minangkabau. Hubungan antara neutrofil elastase dan sengmenunjukkan korelasi yang kuat berarah negatif (r= -0,784). Sebagai kesimpulan, terdapat hubungan konsumsi sengsebagai kofaktor makanan tradisional Minangkabau dengan neutrofil elastase dalam gingival crevicular fluid penyakitperiodontal.","PeriodicalId":250739,"journal":{"name":"Dentika: Dental Journal","volume":"72 2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2014-12-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"HUBUNGAN KONSUMSI SENG SEBAGAI KOFAKTOR MAKANAN TRADISIONAL MINANGKABAU DENGAN NEUTROFIL ELASTASE DALAM CAIRAN SULKUS GINGIVA PADA PENYAKIT PERIODONTAL\",\"authors\":\"Nila Kasuma\",\"doi\":\"10.32734/dentika.v18i2.2010\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Penelitian ini melibatkan 66 orang sampel terdiri atas 22 orang sehat, 22 orang mengalami gingivitis ringan dan 22 orangmengalami periodontitis awal. Kadar enzim yang diteliti diuji dengan menggunakan teknik ELISA. Rancangan penelitianadalah cross sectional yang membandingkan kadar enzim netrofil elastase pada sampel sehat, gingivitis ringan danperiodontitis awal. Untuk melihat distribusi normal (p> 0,05) dilakukan tes Kolmogorov Smirnof. Terdapat kadarneutrofil elastase yang paling tinggi pada periodontitis ringan dengan rata-rata 9,42 ± 1,06 ng/dl. Kadar konsumsi sengyang paling tinggi adalah pada pasien sehat dengan rata-rata 6,39 ± 1,26 mg. Tes Pearson Correlation digunakan untukmembuktikan hubungan antara konsentrasi neutrofil elastase dengan konsumsi seng pada makanan tradisionalMinangkabau. Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang signifikan ( p= 0,000) antara konsentrasi neutrofil elastasedengan kadar konsumsi seng pada makanan tradisional Minangkabau. Hubungan antara neutrofil elastase dan sengmenunjukkan korelasi yang kuat berarah negatif (r= -0,784). Sebagai kesimpulan, terdapat hubungan konsumsi sengsebagai kofaktor makanan tradisional Minangkabau dengan neutrofil elastase dalam gingival crevicular fluid penyakitperiodontal.\",\"PeriodicalId\":250739,\"journal\":{\"name\":\"Dentika: Dental Journal\",\"volume\":\"72 2 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2014-12-04\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Dentika: Dental Journal\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.32734/dentika.v18i2.2010\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Dentika: Dental Journal","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.32734/dentika.v18i2.2010","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
摘要
该研究包括66个样本,包括22个健康的人,22个患有轻度牙周炎,22个患有早期牙周炎。研究中的酶水平通过ELISA技术进行了测试。研究结果是跨分级的,比较健康样本中温和的牙周炎和早期牙周炎的netrofil弹性酶水平。用于查看正常分布(p> 0.05)的Kolmogorov Smirnof测试。最引人注目的有kadarneutrofil elastase牙周炎和平均轻9.42±1。06 ng / dl。sengyang消费水平最高是在健康的病人平均6,39±1毫克。皮尔森Correlation测试被用来证明神经调节素浓度与传统饮食中的锌摄入之间的联系。研究结果显示,对传统米那坎食品的锌含量与神经替酶浓度的神经替酶浓度之间存在显著的关联。弹性中性粒细胞和sengstase之间的关系表明强烈的负相关(r= - 0.784)。总而言之,sengingbau是一种传统食物的诱因,而姜饼属脂肪酸属脂肪酸属。
HUBUNGAN KONSUMSI SENG SEBAGAI KOFAKTOR MAKANAN TRADISIONAL MINANGKABAU DENGAN NEUTROFIL ELASTASE DALAM CAIRAN SULKUS GINGIVA PADA PENYAKIT PERIODONTAL
Penelitian ini melibatkan 66 orang sampel terdiri atas 22 orang sehat, 22 orang mengalami gingivitis ringan dan 22 orangmengalami periodontitis awal. Kadar enzim yang diteliti diuji dengan menggunakan teknik ELISA. Rancangan penelitianadalah cross sectional yang membandingkan kadar enzim netrofil elastase pada sampel sehat, gingivitis ringan danperiodontitis awal. Untuk melihat distribusi normal (p> 0,05) dilakukan tes Kolmogorov Smirnof. Terdapat kadarneutrofil elastase yang paling tinggi pada periodontitis ringan dengan rata-rata 9,42 ± 1,06 ng/dl. Kadar konsumsi sengyang paling tinggi adalah pada pasien sehat dengan rata-rata 6,39 ± 1,26 mg. Tes Pearson Correlation digunakan untukmembuktikan hubungan antara konsentrasi neutrofil elastase dengan konsumsi seng pada makanan tradisionalMinangkabau. Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang signifikan ( p= 0,000) antara konsentrasi neutrofil elastasedengan kadar konsumsi seng pada makanan tradisional Minangkabau. Hubungan antara neutrofil elastase dan sengmenunjukkan korelasi yang kuat berarah negatif (r= -0,784). Sebagai kesimpulan, terdapat hubungan konsumsi sengsebagai kofaktor makanan tradisional Minangkabau dengan neutrofil elastase dalam gingival crevicular fluid penyakitperiodontal.